Ekonomi Jateng Melesat: BI Optimis Tembus 5% di 2026

Babaumma – SEMARANG — Kinerja perekonomian Provinsi Jawa Tengah terus menunjukkan tren yang sangat positif dan diperkirakan akan berlanjut hingga tahun 2026. Data terbaru menyoroti bahwa pada kuartal III/2025, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah berhasil mencapai angka impresif 5,37% year on year (YoY), melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 5,04%.

Advertisements

Proyeksi untuk tahun 2026 semakin mengukuhkan optimisme ini, di mana perekonomian Jawa Tengah diperkirakan tumbuh dalam kisaran 4,9% hingga 5,7% YoY. Kendati demikian, stabilitas inflasi tetap menjadi prioritas utama. “Jawa Tengah menyambut prospek positif ini dengan tetap mewaspadai sejumlah risiko global yang dapat memengaruhi stabilitas harga dan aktivitas produksi,” ungkap Nita Rachmenia, Plh. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 yang digelar di Kota Semarang pada Jumat (28/11/2025) malam. Pernyataan ini menegaskan komitmen daerah untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika ekonomi global.

Untuk mencapai target pertumbuhan yang ambisius tersebut, Nita menekankan pentingnya menjaga serta memperkuat kolaborasi dan sinergi lintas sektor. Langkah proaktif ini krusial sebagai fondasi untuk memperkokoh ketahanan ekonomi daerah, sekaligus memastikan momentum pertumbuhan yang sudah ada dapat terus berlanjut dan berkelanjutan. Sinergi yang kuat akan menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi ke depan.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi kebijakan dengan berbagai pihak. Ini mencakup pemerintah daerah, otoritas terkait, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan, dengan tujuan menjaga stabilitas dan mendorong produktivitas ekonomi regional. Nita menjelaskan bahwa upaya ini diwujudkan melalui pendalaman ekosistem digital, penguatan pembiayaan inklusif yang berkelanjutan, serta dukungan penuh terhadap transformasi sektor-sektor strategis di Jawa Tengah, yang diharapkan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi yang signifikan.

Advertisements

Menanggapi dukungan tersebut, Kepala Biro Perekonomian Provinsi Jawa Tengah, Agus Prasutio, yang mewakili Wakil Gubernur Jawa Tengah, menyampaikan apresiasi tinggi. Ia menggarisbawahi bahwa penguatan UMKM, percepatan digitalisasi, dan pengendalian inflasi pangan secara menyeluruh (end-to-end) melalui kolaborasi semua pihak merupakan strategi vital. Tujuannya adalah mendorong perekonomian agar menjadi lebih berdaya tahan, tumbuh secara inklusif, dan berorientasi pada keberlanjutan hijau, menciptakan dampak positif yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat. Kontribusi positif ini juga menjadi salah satu faktor penarik utama, sebagaimana diungkapkan Apindo yang membeberkan alasan mengapa banyak pabrik padat karya kini memilih berhijrah ke Jawa Tengah.

Secara terpisah, dalam PTBI 2025 yang diselenggarakan di Jakarta, Gubernur BI sempat menyoroti sejumlah tantangan fundamental yang akan dihadapi Indonesia pada tahun 2026 mendatang. Gejolak geopolitik yang masih membayangi perekonomian global membutuhkan respons yang konsisten melalui kebijakan moneter, fiskal, dan sektor keuangan yang terintegrasi. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun Jawa Tengah menunjukkan performa cemerlang, kewaspadaan terhadap kondisi makroekonomi dan geopolitik global tetap menjadi prioritas penting.

Ringkasan

Perekonomian Jawa Tengah menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan 5,37% (YoY) pada kuartal III/2025, melampaui rata-rata nasional. Bank Indonesia (BI) optimis perekonomian Jateng akan terus tumbuh antara 4,9% hingga 5,7% (YoY) pada tahun 2026, dengan fokus utama pada stabilitas inflasi. Untuk mencapai target tersebut, kolaborasi lintas sektor dan sinergi kebijakan diperkuat guna memperkokoh ketahanan ekonomi daerah.

KPw BI Provinsi Jawa Tengah berkomitmen memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya. Upaya ini diwujudkan melalui pendalaman ekosistem digital, penguatan pembiayaan inklusif berkelanjutan, dan dukungan transformasi sektor strategis. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengapresiasi dukungan tersebut dan menekankan pentingnya penguatan UMKM, digitalisasi, dan pengendalian inflasi pangan.

Advertisements