Gerak Saham BOLA Usai Buana Capital Pieter Tanuri Diakuisisi Robinhood

Babaumma JAKARTA – Pergerakan saham PT Bali Bintang Sejahtera Tbk. (BOLA) terpantau fluktuatif sepanjang sepekan terakhir. Volatilitas ini muncul menyusul pengumuman terkait rencana akuisisi oleh raksasa finansial asal Amerika Serikat, Robinhood Markets, terhadap dua entitas di Indonesia: Buana Capital Sekuritas dan PT Pedagang Aset Kripto (PT PAK).

Advertisements

Dalam struktur kepemilikan yang menarik perhatian investor, Buana Capital Sekuritas diketahui sebagian dimiliki oleh Pieter Tanuri dengan porsi 7,5%. Sementara itu, PT PAK adalah anak usaha BOLA, di mana PT Bali Bintang Sejahtera Tbk. memiliki 70% sahamnya. Pieter Tanuri sendiri bukan sosok asing bagi BOLA, karena ia juga tercatat sebagai pemegang saham utama dengan kepemilikan 38,26% pada perusahaan pengelola klub sepak bola Bali United tersebut.

Yohanes Ade Bunian Moniaga, Corporate Secretary BOLA, menjelaskan bahwa proses akuisisi Robinhood terhadap PT PAK telah mencapai tahap conditional share purchase agreement (CSPA). Namun, seluruh tahapan ini masih menanti restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelum dapat dilanjutkan dan diresmikan.

: Sekuritas Pieter Tanuri (Buana Capital) Diakuisisi Robinhood Amerika

Advertisements

Lebih lanjut, Yohanes menegaskan bahwa akuisisi oleh Robinhood ini belum bersifat resmi dan masih berada dalam tahap penawaran. Hingga informasi ini disampaikan manajemen melalui keterbukaan informasi pada Senin, 15 Desember 2025, surat persetujuan dari OJK masih dalam proses penerbitan.

“Penawaran rencana yang diberikan oleh Robinhood cukup menarik bagi perseroan, mengingat sampai saat ini PT PAK belum menunjukkan kinerja yang optimal,” ujar Yohanes pada tanggal yang sama, Senin (15/12/2025), memberikan gambaran latar belakang di balik keputusan BOLA untuk mempertimbangkan tawaran tersebut.

: : Kepemilikan Asing di Obligasi Indonesia Anjlok ke Titik Terendah Dua Dekade

Bali Bintang Sejahtera Tbk. – TradingView

Mengacu pada data Stockbit Sekuritas, saham BOLA pada penutupan perdagangan Senin (15/12) mencatat koreksi sebesar 2,15% menjadi Rp182 per saham. Meskipun demikian, harga saat ini masih merefleksikan pertumbuhan positif sebesar 7,69% dalam sebulan terakhir, menunjukkan daya tahan saham di tengah sentimen pasar.

Dalam dinamika perdagangan sepekan terakhir, saham BOLA sempat melonjak signifikan pada Selasa (9/12) dengan kenaikan 12,80% mencapai Rp185. Merespons volatilitas transaksi ini, manajemen BOLA pada 11 Desember 2025 memberikan klarifikasi melalui keterbukaan informasi. “Perusahaan sedang dalam proses negosiasi penjualan anak perusahaan dari anak perusahaan (indirect subsidiary) perseroan. Akan tetapi, proses ini masih menunggu persetujuan dari OJK,” tulis manajemen, memberikan kejelasan mengenai aktivitas korporasi yang memicu pergerakan saham.

: : Bank Mandiri (BMRI) Lelang Ulang Jaminan Sevel Indonesia Milik MDRN

Dari sisi kinerja keuangan, PT Bali Bintang Sejahtera Tbk. membukukan pendapatan sebesar Rp205,44 miliar sepanjang periode Januari-September 2025. Angka ini meningkat substansial dari Rp179,30 miliar yang tercatat pada periode yang sama tahun 2024. Peningkatan pendapatan ini turut mendorong perbaikan di lini bawah.

Perusahaan berhasil mencetak laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp78,80 miliar. Hasil positif ini jauh lebih baik dibandingkan dengan kerugian bersih sebesar Rp48,50 miliar yang diderita BOLA pada periode yang sama di tahun 2024, menandai pemulihan kinerja yang kuat.

Sementara itu, jika menilik valuasi saham BOLA pada level harga saat ini, tercatat rasio price to earnings (PE) tahunan berada di level 10,45 kali, dan rasio price to book value (PBV) di angka 1,56 kali. Metrik-metrik ini memberikan gambaran tentang posisi valuasi saham BOLA di pasar.

_________________________

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Advertisements