Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengunjungi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan RS Pelni di Jakarta pada Jumat malam (29/8), untuk menjenguk para korban luka akibat bentrokan antara massa demonstran dan aparat kepolisian.
Di RS Pelni, Jakarta Barat, Gibran bertemu dengan Moh. Umar Amirudin, seorang pengemudi ojek online (ojol) yang terluka dalam peristiwa demonstrasi Kamis (28/8) malam. Gibran menanyakan kondisi terkini Umar, serta detail kejadian saat berada di lokasi, termasuk peristiwa nahas yang menimpa sesama pengemudi ojol, Affan Kurniawan, yang meninggal dunia setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob.
Menanggapi pertanyaan Wapres mengenai alasannya melewati jalur rawan tersebut, Umar menjelaskan bahwa banyak akses jalan yang ditutup, memaksanya melewati area demonstrasi. Gibran pun memberikan pesan singkat namun berkesan, “Istirahat yang cukup, (sehingga) tiga hari bisa pulang,” ujarnya kepada Umar, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (30/8) pagi. Umar mengangguk setuju, menerima saran dari Wapres sembari menerima salam dari Gibran dan keluarganya.
Selanjutnya, Gibran mengunjungi seorang pria lain yang dirawat di ruangan sebelah Umar. Dengan penuh empati, Gibran menasihati, “Tidur saja, tidur,” sembari menanyakan keluhan yang dirasakan. Pria tersebut menceritakan luka di kepalanya akibat bentrokan saat pulang kerja.
Insiden tersebut merupakan buntut dari aksi unjuk rasa yang berlangsung hingga Jumat pagi, dan diwarnai bentrokan antara demonstran dan polisi. Eskalasi kericuhan meningkat tajam Kamis malam, setelah insiden tewasnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojol yang menjadi korban terlindas rantis Brimob.
Tragedi tersebut berbuntut panjang. Beberapa jam setelah Affan dinyatakan meninggal di RSCM, Jakarta Pusat, tujuh personel Brimob yang berada di dalam rantis Barracuda tersebut ditangkap dan ditahan. Mereka menjalani pemeriksaan intensif sejak Kamis malam hingga Jumat, dan kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri.
Ringkasan
Gibran Rakabuming Raka mengunjungi RSCM dan RS Pelni untuk menjenguk korban bentrokan demonstrasi. Di RS Pelni, ia bertemu Moh. Umar Amirudin, seorang pengemudi ojol yang terluka, dan menanyakan kondisinya serta kejadian yang dialaminya. Gibran juga mengunjungi korban lain yang mengalami luka kepala akibat bentrokan tersebut, memberikan semangat dan pesan agar mereka cukup istirahat.
Kunjungan Gibran dilakukan menyusul bentrokan antara demonstran dan polisi, yang mengakibatkan tewasnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojol, terlindas rantis Brimob. Insiden ini berujung pada penangkapan dan penetapan tujuh personel Brimob sebagai tersangka oleh Propam Mabes Polri.