Grab akan kerek tarif taksi di Singapura mulai 30 Maret imbas kenaikan harga BBM

Grab Singapura akan memberlakukan penyesuaian tarif argo untuk layanan taksi GrabCab miliknya mulai 30 Maret hingga 31 Mei. Kebijakan ini diambil sebagai respons atas lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) yang signifikan di negara tersebut.

Advertisements

Dalam pernyataan pers resminya yang dikutip oleh The Straits Times, Grab menjelaskan bahwa kenaikan tarif ini adalah langkah krusial untuk menjaga keberlanjutan operasional para pengemudi. Fluktuasi harga BBM yang tak menentu menuntut adanya penyesuaian agar pengemudi tetap dapat melayani pelanggan secara optimal.

Sebagai bentuk dukungan langsung, Grab juga telah membagikan voucer bahan bakar kepada seluruh pengemudi taksi GrabCab seminggu sebelum pengumuman penyesuaian tarif. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban awal yang ditanggung para pengemudi.

Lonjakan harga BBM memang menjadi pemicu utama. Per 20 Maret, harga bahan bakar oktan 95 telah mencapai S$ 3,47 per liter di sejumlah SPBU besar seperti Caltex, Shell, Esso, dan Sinopec. Data ini, yang belum memperhitungkan diskon, bersumber dari aplikasi Price Kaki yang dikembangkan oleh Asosiasi Konsumen Singapura.

Advertisements

Baca juga:

  • Grab Akan Akuisisi Bisnis Foodpanda Rp 10 Triliun, Siap Rambah Taiwan
  • Masuk Periode Arus Balik Lebaran, Harga BBM Stabil
  • Ratusan SPBU Australia Kehabisan BBM Imbas Perang, Bagaimana di Negara Lain?

Sebagai perbandingan, pada 28 Februari lalu, ketika tensi geopolitik meningkat dengan serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran, harga bensin oktan 95 masih berada di angka S$ 2,88 per liter di sebagian besar SPBU. Ini menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan dalam waktu singkat.

Tidak hanya bensin, harga solar juga mengalami kenaikan drastis, mencapai S$ 3,73 per liter di Caltex, Shell, dan Esso pada 20 Maret. Angka ini bahkan melampaui puncak harga sebelumnya di S$ 3,19 per liter yang tercatat pada Maret 2022, saat invasi Rusia ke Ukraina semakin intensif.

Tren penyesuaian tarif ini tidak hanya dilakukan oleh Grab. Beberapa operator taksi lain seperti Strides Premier dan Prime Taxi juga telah mengambil langkah serupa. Bahkan, operator taksi terbesar di Singapura, ComfortDelGro, telah lebih dulu menaikkan tarifnya sejak 17 Maret.

ComfortDelGro tidak hanya menaikkan satu sen pada tarif argo untuk perhitungan jarak dan waktu tunggu, tetapi juga memperkenalkan biaya tambahan bagi pengemudi untuk setiap pemesanan yang dilakukan melalui aplikasi Zig miliknya.

Di tengah gelombang penyesuaian tarif, Trans-Cab tampil sebagai satu-satunya operator taksi di Singapura yang memutuskan untuk tidak menaikkan tarif. Dikutip dari The Straits Times pada Selasa (24/3), Trans-Cab justru memilih untuk memberikan potongan harga sewa kendaraan sebesar S$ 3 kepada para pengemudinya, yang berlaku mulai 10 Maret hingga 6 April.

Lantas, bagaimana dampak langsungnya bagi pengguna layanan taksi Grab? Untuk perjalanan singkat sekitar 4 km, misalnya dari Novena ke Orchard, penumpang akan dikenakan biaya tambahan sekitar delapan sen. Sementara itu, perjalanan yang lebih panjang sekitar 12 km dari Ang Mo Kio menuju Balai Kota akan menambah biaya sebesar 28 sen.

Bagi perjalanan jarak jauh, seperti rute sejauh 30 km dari Woodlands ke Bandara Changi, biaya yang harus dikeluarkan akan meningkat sekitar 80 sen. Ini menunjukkan dampak yang bervariasi tergantung pada jarak tempuh.

Dalam pernyataan pers yang dirilis pada 23 Maret, juru bicara GrabCab menegaskan bahwa penyesuaian tarif ini akan diterapkan pada semua perjalanan taksi berargo. Ini berlaku tanpa terkecuali, baik untuk taksi yang dipanggil langsung di jalan maupun yang dipesan melalui aplikasi Grab.

Secara lebih rinci, tarif per unit akan mengalami kenaikan dari 26 sen menjadi 27 sen. Penyesuaian ini berlaku untuk setiap 45 detik waktu tunggu, setiap 400 meter perjalanan untuk jarak antara 1 km hingga 10 km, dan setiap 350 meter perjalanan untuk jarak di atas 10 km.

Meskipun demikian, tarif awal (flag-down fare) tetap tidak berubah, yaitu S$ 4,6 untuk kendaraan empat tempat duduk dan S$ 4,8 untuk kendaraan enam tempat duduk. Ini memberikan sedikit konsistensi di tengah perubahan yang ada.

Advertisements