Harga buyback emas Antam naik 70,10% hingga Minggu (14/12)

JAKARTA — Pasar logam mulia kembali menunjukkan performa gemilang, dengan harga buyback emas Antam yang melonjak lebih dari 70% hingga Minggu, 14 Desember 2025. Data terbaru dari Logam Mulia pada tanggal tersebut menunjukkan bahwa harga buyback emas Antam saat ini stabil di angka Rp2.322.000 per gram, mempertahankan posisinya tanpa perubahan signifikan dari hari sebelumnya. Kenaikan substansial ini merefleksikan peningkatan sebesar 70,10% sepanjang periode berjalan 2025.

Advertisements

Harga buyback emas Antam sendiri adalah patokan harga yang digunakan oleh PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) untuk membeli kembali emas dari masyarakat, dihitung per gram. Pergerakan harga ini sangat erat kaitannya dengan dinamika mahar logam mulia di pasar global. Secara umum, buyback emas merujuk pada proses menjual kembali emas — baik dalam bentuk batangan, perhiasan, maupun logam mulia lainnya — kepada pihak penjual atau pedagang. Meskipun harga buyback seringkali sedikit lebih rendah dari harga jual saat ini, potensi keuntungannya tetap menarik.

Peluang meraih keuntungan dari buyback emas tetap terbuka lebar, terutama jika terdapat selisih signifikan antara harga jual awal dan harga beli kembali. Namun, penting bagi investor untuk memahami regulasi pajak terkait transaksi ini. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas batangan kepada Antam dengan nilai di atas Rp10 juta akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22. Besarannya adalah 1,5% bagi wajib pajak yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3% bagi yang tidak memiliki NPWP. PPh 22 ini akan langsung dipotong dari total nilai buyback.

Kenaikan fantastis pada harga buyback emas Antam ini tidak lepas dari sentimen positif di pasar global. Pada akhir pekan lalu, harga emas global melonjak mencapai level tertinggi dalam lebih dari sebulan. Pemicunya adalah keputusan Federal Reserve (The Fed) untuk memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin, sebuah langkah yang secara signifikan menekan nilai tukar dolar AS. Fenomena serupa juga terjadi pada harga perak, yang mencatat lonjakan drastis hingga menembus rekor baru.

Advertisements

Melansir laporan Reuters pada Jumat, 12 Desember 2025, harga emas di pasar spot terpantau naik 1,2% menjadi US$4.280,08 per troy ounce. Ini merupakan level tertinggi yang dicapai sejak 21 Oktober. Sejalan dengan itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Februari juga menguat 2,1%, mencapai posisi US$4.313 per ounce. Tidak hanya emas, harga perak spot juga mengalami lonjakan hampir 4%, berada di angka US$64,22 per ounce, sangat mendekati rekor tertingginya sebesar US$64,31 yang sempat tercatat pada sesi sebelumnya.

Menanggapi tren pasar yang bullish ini, analis Marex, Edward Meir, menyatakan, “Perak tampaknya menjadi penarik bagi emas untuk ikut melonjak, bahkan turut mendorong harga platinum dan paladium. Jelas terlihat bahwa saat ini momentum pasar sangatlah kuat.” Sentimen ini memperkuat optimisme terhadap prospek investasi logam mulia di masa mendatang.

Advertisements