Pada perdagangan Rabu, 28 Januari, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan tetap berada dalam fase konsolidasi. Kendati demikian, sejumlah analis telah mengeluarkan rekomendasi saham menarik untuk dicermati investor, termasuk nama-nama besar seperti PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), dan PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG).
Menurut Ivan Rosanova, Analis dari BinaArtha Sekuritas, IHSG berpeluang mengalami kenaikan terbatas, dengan target untuk kembali menguji level resistance di angka 9.100. Potensi ini dapat terwujud apabila indeks mampu bertahan di atas level support Fibonacci dan garis SMA100. Sebagai informasi, support adalah level harga tertentu yang sering dianggap sebagai batas bawah, di mana pembelian cenderung meningkat sehingga harga kembali terangkat. Sebaliknya, resistance adalah level harga tertinggi di mana aksi jual biasanya terjadi secara masif, menahan kenaikan harga lebih lanjut. Ivan memproyeksikan level support IHSG hari ini berada pada 8.837, 8.773, 8.619, dan 8.525, sementara level resistance yang perlu dicermati adalah 9.100, 9.174, 9.261, dan 9.335. Ia juga menambahkan bahwa indikator MACD, atau Moving Average Convergence Divergence, yang berfungsi mengukur kekuatan dan arah tren harga saham, saat ini menunjukkan adanya momentum bearish.
Sejalan dengan analisisnya, Ivan juga membagikan beberapa rekomendasi saham bagi para investor. Untuk PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), ia menyarankan ‘tahan penjualan’ (hold) dengan target harga terdekat di 2.470. Sementara itu, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) direkomendasikan beli pada level 1.820 – 1.860, dengan target harga terdekat 1.960. Rekomendasi beli juga diberikan untuk PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) di level 56 – 58 (target 68), PT Indosat Tbk (ISAT) di level 2.300 – 2.330 (target 2.600), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) di level 1.820 – 1.920 (target 2.180).
Beralih ke pandangan lain, analis dari Phintraco Sekuritas memiliki proyeksi serupa namun dengan detail teknikal yang berbeda. Mereka memperkirakan IHSG akan bergerak sideways atau mendatar secara teknikal. Indikator Stochastic RSI saat ini menunjukkan kondisi oversold (jenuh beli) dan berpotensi membentuk golden cross, sebuah sinyal positif. Namun, perlu dicermati bahwa histogram MACD tetap negatif dan cenderung melebar. Dengan mempertimbangkan kondisi ini, Phintraco Sekuritas memprediksi pergerakan indeks akan berada dalam rentang 8.850 – 9.050.
Pergerakan IHSG tidak lepas dari pengaruh beberapa faktor makroekonomi, termasuk dinamika nilai tukar rupiah dan optimisme pemerintah terkait pertumbuhan ekonomi nasional. Pada perdagangan Selasa, 27 Januari, nilai tukar rupiah di pasar spot menunjukkan penguatan dengan ditutup pada level 16.768 per dolar AS. Fluktuasi mata uang Asia yang bervariasi saat ini juga mencerminkan antisipasi pasar terhadap hasil rapat Federal Reserve (The Fed), yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,5%–3,75%. Keputusan penting ini akan diumumkan hari ini. Di sisi lain, sentimen positif datang dari Menteri Keuangan Purbaya, yang optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 5,4% pada tahun 2026, lebih tinggi dari estimasi 5,2% pada tahun 2025. Optimisme ini didasari oleh penguatan permintaan domestik serta terus ekspansifnya sektor manufaktur.
Untuk membantu investor dalam mengambil keputusan, Phintraco Sekuritas merekomendasikan beberapa saham pilihan untuk dicermati pada perdagangan hari ini. Di antaranya adalah PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET).