Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan Selasa (31/3) dengan koreksi signifikan, setelah terpantau bergerak di zona merah sepanjang hari. Berdasarkan data dari Stockbit, IHSG ditutup anjlok 43,45 poin atau setara 0,61%, memposisikan indeks di level 7.048,22. Senada dengan IHSG, indeks saham unggulan LQ45 juga mencatatkan pelemahan sebesar 0,23%, bertengger di posisi 715,81.
Aktivitas transaksi di pasar modal pada hari tersebut cukup ramai, dengan nilai transaksi mencapai Rp 14,56 triliun. Total volume perdagangan saham tercatat sebanyak 26,44 miliar lembar saham, yang diperdagangkan dalam 1,73 juta kali frekuensi transaksi. Angka ini mencerminkan dinamika pasar yang tetap tinggi meskipun indeks mengalami tekanan.
Di tengah sentimen negatif yang melanda indeks, beberapa saham berhasil mencatatkan kinerja cemerlang dan menjadi motor penggerak positif. Berikut adalah deretan saham dengan kenaikan harga tertinggi (Top Gainers) pada penutupan perdagangan:
-
WEHA (WEHA Transportasi Indonesia) naik 40 poin (34,78%) ke 155
-
POLA (Pool Advista Finance) naik 20 poin (34,48%) ke 78

-
CHEM (Chemstar Indonesia) naik 28 poin (33,73%) ke 111
-
YPAS (Yanaprima Hastapersada) naik 185 poin (25,00%) ke 925
-
BANK (Bank Aladin Syariah) naik 104 poin (24,41%) ke 530
Namun, tidak sedikit pula saham yang harus menelan pil pahit dan tergelincir cukup dalam. Saham-saham ini masuk dalam daftar (Top Losers) pada penutupan perdagangan:
-
MDIY (Daya Intiguna Yasa) turun 135 poin (14,92%) ke 770
-
GSMF (Equity Development Investment) turun 18 poin (14,88%) ke 103
-
DATA (Remala Abadi) turun 520 poin (14,73%) ke 3.010
-
PPRE (PP Presisi) turun 23 poin (14,65%) ke 134
-
NZIA (Nusantara Almazia) turun 38 poin (14,62%) ke 222
Dari sisi nilai transaksi, saham-saham perbankan big caps masih mendominasi pergerakan pasar, menunjukkan kekuatan fundamentalnya di tengah gejolak. Berikut adalah saham-saham dengan Nilai Transaksi Tertinggi (Top Value):
-
BBCA (Bank Central Asia) senilai Rp966,14 miliar
-
BBRI (Bank Rakyat Indonesia (Persero)) senilai Rp939,21 miliar
-
BMRI (Bank Mandiri (Persero)) senilai Rp865,54 miliar
-
BUMI (Bumi Resources) senilai Rp693,21 miliar
-
CUAN (Petrindo Jaya Kreasi) senilai Rp495,26 miliar
Selain itu, beberapa saham juga menarik perhatian investor dari segi volume perdagangan, mencatatkan aktivitas jual beli yang sangat tinggi. Berikut adalah saham-saham dengan Volume Perdagangan Tertinggi (Top Volume):
-
BUMI (Bumi Resources) sebanyak 30,96 juta lembar
-
GMFI (Garuda Maintenance Facility Aero Asia) sebanyak 17,86 juta lembar
-
GOTO (GoTo Gojek Tokopedia) sebanyak 16,05 juta lembar
-
BIPI (Astrindo Nusantara Infrastruktur) sebanyak 9,56 juta lembar
-
BRMS (Bumi Resources Minerals) sebanyak 6,35 juta lembar
Tidak hanya pasar saham, pergerakan mata uang rupiah juga menunjukkan tren pelemahan. Pada penutupan sore ini, kurs rupiah ditransaksikan pada level Rp 16.995 per dolar AS. Posisi ini melemah dibandingkan harga pembukaan pagi yang berada di level Rp 16.952 per dolar AS. Secara keseluruhan, rupiah tercatat melemah 43 poin atau setara dengan 0,254% terhadap dolar AS.
Di kancah regional, bursa-bursa utama di kawasan Asia menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Berdasarkan data yang dihimpun dari Stockbit dan Yahoo Finance, terdapat sentimen campuran di pasar Asia:
-
Indeks Nikkei 225 di Jepang turun 1,60% ke 51.063,72
-
Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 0,15% ke 24.788,14
-
Indeks SSE Composite di China turun 0,80% ke 3.891,86
-
Indeks Straits Times di Singapura turun 0,07% ke 4.893,99