IHSG hari ini (5/3) berpotensi tertekan ke level 7.481, simak rekomendasi Sinarmas Sekuritas

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan kembali berada di bawah bayang-bayang tekanan pada perdagangan hari ini, Kamis, 5 Maret 2026. Proyeksi ini datang seiring dengan eskalasi konflik geopolitik antara Israel dan Iran, ditambah ketidakpastian kebijakan moneter dari bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve.

Advertisements

Tim riset Sinarmas Sekuritas menyoroti kondisi teknikal IHSG yang telah menunjukkan sinyal breakdown dari level support krusial 7.619. Kondisi ini membuka peluang koreksi lebih lanjut, berpotensi menuju ke area 7.408, bahkan hingga dynamic support di level 7.306. Oleh karena itu, IHSG diproyeksikan akan menguji level support 7.481 dalam perdagangan hari ini.

Dari ranah domestik, sentimen negatif turut mempengaruhi pasar setelah Fitch Ratings menurunkan prospek (outlook) peringkat utang Indonesia menjadi negatif. Menanggapi hal ini, pemerintah menyatakan kesiapannya untuk melakukan penyesuaian belanja negara guna menjaga stabilitas defisit fiskal, terutama di tengah potensi kenaikan harga minyak global. Situasi ini mendorong para pelaku pasar untuk mengambil posisi defensif, terutama pada saham-saham sektor konsumsi dan perbankan, sambil terus mencermati pergerakan rupiah dan arus dana asing.

Meski demikian, ada beberapa kabar positif dari kancah global yang sedikit meredakan ketegangan. Menteri Keuangan Amerika Serikat memberikan sinyal untuk menjaga kelancaran pasokan minyak dari Teluk Persia, sebuah langkah yang berpotensi meredakan kekhawatiran akan lonjakan harga energi. Selain itu, data tenaga kerja AS juga menunjukkan pertumbuhan sektor swasta yang solid, diikuti oleh tanda-tanda meredanya inflasi di sektor jasa, memberikan sedikit optimisme terhadap kondisi ekonomi terbesar dunia tersebut.

Advertisements

Namun, dari kawasan Asia, tekanan masih membayangi. Indeks Manufaktur Purchasing Managers’ Index (PMI) China tercatat turun ke level 49,9, yang mengindikasikan masih berada di zona kontraksi. Di sisi lain, ketegangan geopolitik antara Israel dan Iran terus menopang harga emas untuk bertahan di atas US$5.160 per ounce, mencerminkan adanya pencarian aset aman oleh investor di tengah gejolak global.

Melihat dinamika pasar yang kompleks ini, Sinarmas Sekuritas merekomendasikan beberapa saham pilihan bagi investor:

  • PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG)speculative buy
    • Target Price: 2.200 – 2.27
    • Entry Price: 2.050 – 2.150
    • Stop Loss: 1.970
  • PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL)speculative buy
    • Target Price: 1.360 – 1.400
    • Entry Price: 1.270 – 1.330
    • Stop Loss: 1.220
  • PT Harum Energy Tbk. (HRUM)hold
    • Target Price: 1.250 – 1.315
    • Entry Price: 1.140
    • Stop Loss: 1.055
  • PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC)buy on weakness
    • Target Price: 1.960 – 2.050
    • Entry Price: 1.690 – 1.765
    • Stop Loss: 1.600
  • PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS)buy On Weakness
    • Target Price: 8.325 – 8.675
    • Entry Price: 7.600 – 7.850
    • Stop Loss: 7.300

Advertisements