IHSG turun tinggalkan level 8.600, harga saham INET dan WIFI justru bergairah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan hari ini, Rabu (23/12), dengan penurunan 0,71% atau 61,06 poin, menutup hari di level 8.584. Namun, di tengah pelemahan indeks, pasar saham justru menyaksikan geliat positif yang signifikan dari sektor telekomunikasi, menunjukkan performa yang kontras dengan tren pasar secara keseluruhan.

Advertisements

Saham-saham di sektor telekomunikasi tampil memukau, menjadi sorotan utama di tengah koreksi pasar. PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) bahkan berhasil menembus level auto reject atas (ARA) setelah melonjak drastis sebesar 24,82% atau 170 poin, mengunci harga pada 855. Tidak kalah impresif, saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) juga ikut melesat kuat, melonjak 9,40% atau 300 poin, mencapai level 3.490.

Data perdagangan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini mencatat aktivitas yang cukup masif. Sepanjang hari, total volume transaksi mencapai 40,82 miliar saham dengan frekuensi perdagangan sebanyak 2,75 juta kali. Kapitalisasi pasar tercatat stabil di angka Rp 15.717 triliun, didukung oleh nilai transaksi harian yang mencapai Rp 24,19 triliun. Meskipun demikian, dinamika pasar menunjukkan bahwa sebanyak 275 saham berhasil menguat, 373 saham terkoreksi, sementara 157 saham lainnya tidak mengalami pergerakan berarti.

Sejalan dengan penurunan indeks, mayoritas sektor di BEI turut berakhir di zona merah, dengan tujuh dari sebelas sektor menunjukkan pelemahan. Kendati demikian, sektor industri berhasil mencuri perhatian dengan kenaikan sektoral sebesar 2,58%. Kinerja positif ini salah satunya ditopang oleh melonjaknya saham PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) yang melesat 8,54% atau 310 poin ke level 3.940, serta PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) yang bahkan meroket 25% atau 56 poin, mencapai level 280.

Advertisements

Berbeda halnya dengan sektor industri, sektor properti justru mengalami koreksi sektoral sebesar 1,24%. Beberapa emiten properti yang terdampak antara lain PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) yang terkoreksi 3,68% atau 450 poin ke level 11.775, dan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) yang turun 1,96% atau 175 poin ke level 8.750. Menariknya, di tengah tekanan ini, saham PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) justru berhasil melawan arus dengan kenaikan 11,32% atau 90 poin, mengukuhkan posisinya di level 885.

Dari sisi aktivitas transaksi, beberapa saham menjadi primadona bagi investor dengan nilai perdagangan yang fantastis. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memimpin daftar saham paling banyak ditransaksikan, mencapai nilai Rp 3,23 triliun. Diikuti oleh PT Sinergi Inti Andalan Tbk (INET) dengan total perdagangan Rp 1,18 triliun, PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) sebesar Rp 963,52 miliar, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sebesar Rp 873,34 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang ditransaksikan senilai Rp 683,93 miliar.

Berikut adalah daftar saham top gainer pada penutupan perdagangan hari ini:

  • PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) naik 25% ke level 280
  • PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) naik 24,82% ke level 855
  • PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) naik 13,42% ke level 845

Sementara itu, saham-saham berikut tercatat sebagai top loser hari ini:

  • PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) turun 14,76% ke level 895
  • PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) turun 14,57% ke level 258
  • PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) turun 9,80% ke level 184

Advertisements