Afganistan dan Pakistan Sepakat Hentikan Serangan Jelang Idul Fitri

Dalam sebuah langkah signifikan yang menawarkan secercah harapan di tengah ketegangan yang membara, Afghanistan dan Pakistan telah mencapai kesepakatan untuk mengimplementasikan gencatan senjata sementara. Inisiatif ini, yang dijadwalkan berlaku mulai Rabu malam (18/3), diambil untuk menghormati perayaan Hari Raya Idul Fitri, menandai jeda sementara dalam konflik berkepanjangan di perbatasan kedua negara.

Advertisements

Dari pihak Afghanistan, juru bicara pemerintah, Zabiullah Mujahid, mengumumkan penangguhan operasional militer melalui platform X. Ia menyatakan bahwa “Pasukan keamanan dan pertahanan Emirat Islam Afghanistan dengan ini mengumumkan penangguhan sementara ‘Operasi Pertahanan (Rad-ul Zulm)’ menjelang hari raya Idul Fitri,” seperti yang dikutip pada Kamis (19/3). Pernyataan ini menegaskan komitmen mereka untuk menghormati momen sakral tersebut.

Di sisi lain, Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar, turut mengonfirmasi bahwa Pakistan juga akan menghentikan serangan terhadap negara tetangganya. Tarar menekankan bahwa “Pakistan menawarkan isyarat ini dengan itikad baik dan sesuai dengan norma-norma Islam,” menunjukkan niat untuk meredakan situasi menjelang akhir bulan suci Ramadan. Namun, sebuah peringatan tegas disertakan: jika terjadi “serangan lintas batas, serangan drone, atau insiden teroris apa pun di dalam Pakistan,” maka “Operasi Ghazab-lil-Haq” akan segera dilanjutkan dengan intensitas yang diperbarui, menggarisbawahi kondisi ketat dari kesepakatan tersebut.

Keputusan vital untuk menghentikan sementara pertempuran ini bukanlah hasil dari inisiatif unilateral semata, melainkan buah dari upaya mediasi internasional yang gigih. Negara-negara Asia Selatan yang kerap berkonflik ini mengungkapkan bahwa kesepakatan tercapai sebagai respons terhadap permintaan para mediator dari Arab Saudi, Turki, dan Qatar, yang secara aktif berusaha mencari solusi damai bagi ketegangan regional.

Advertisements

Mengapresiasi peran penting mediator, juru bicara pemerintah Afghanistan juga menyampaikan terima kasih atas niat baik dan upaya konstruktif mereka dalam meredakan situasi. Meskipun demikian, seperti halnya Pakistan, Afghanistan juga memberikan penegasan: mereka akan “merespons dengan tegas” setiap ancaman yang muncul, sebuah pernyataan yang menggarisbawahi bahwa gencatan senjata ini, meski disambut baik, tetap bersifat sementara dan rapuh di tengah dinamika keamanan yang kompleks.

Advertisements