Indeks Bisnis-27 dibuka melemah, saham ASII, INKP, JPFA masih bertenaga

JAKARTA – Pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia pada Selasa, 3 Februari 2026, diwarnai dengan tekanan jual yang menyeret Indeks Bisnis-27 ke zona merah. Indeks, yang merupakan hasil kolaborasi antara BEI dan Harian Bisnis Indonesia, dibuka terkoreksi. Namun, di tengah sentimen negatif pasar, sejumlah saham unggulan seperti PT Astra International Tbk. (ASII), PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP), dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) justru menunjukkan performa yang tangguh.

Advertisements

Data resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa Indeks Bisnis-27 mengalami koreksi sebesar 1,44%, menetap di posisi 517,23 pada pembukaan. Fenomena ini mengindikasikan bahwa mayoritas konstituen indeks kesulitan menghadapi tekanan pasar, dengan 21 dari 27 saham terpantau melemah, sementara hanya 6 saham yang berhasil mencatatkan penguatan.

Di antara sedikit saham yang mampu bersinar, PT Astra International Tbk. (ASII) memimpin pergerakan positif dengan kenaikan impresif 2,39%, mencapai harga Rp6.425 per saham. Disusul ketangguhan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) yang menguat 1,83% ke Rp8.350, serta PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) yang naik 0,80% ke Rp1.255. Kinerja positif juga ditorehkan oleh PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) dengan kenaikan 0,75% menuju Rp2.690, PT United Tractors Tbk. (UNTR) yang menguat 0,31% ke Rp24.525, dan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) yang naik tipis 0,26% ke level Rp3.820.

Berbanding terbalik, sejumlah saham harus menghadapi tekanan jual yang cukup dalam. PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) mencatatkan koreksi paling tajam, anjlok 9,09% ke posisi Rp200. Diikuti oleh pelemahan signifikan pada saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) yang terkoreksi 4,67% ke Rp2.040, dan PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) yang turun 4,32% ke Rp1.770. Emiten lain yang juga terpukul adalah PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) dengan koreksi 4,02% menjadi Rp1.075, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang melemah 3,38% ke Rp5.725, serta PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang terkoreksi 3,26% menuju Rp1.780.

Advertisements

Sektor perbankan juga tak luput dari koreksi. Saham-saham bank besar, yang sering menjadi penopang pasar, turut mengalami pelemahan. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) terkoreksi 2,30%, melorot ke Rp7.425. Disusul oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) yang melemah 2,00% menjadi Rp4.410, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang turun 1,83% ke level Rp3.760 per saham.

Melihat kondisi pasar yang fluktuatif, BRI Danareksa Sekuritas sebelumnya memproyeksikan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan cenderung terbatas pada perdagangan Selasa, 3 Februari 2026. Analis dari BRI Danareksa Sekuritas menyoroti sikap wait and see investor yang tengah menantikan perkembangan komunikasi antara Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan MSCI terkait transparansi pasar. Selain itu, pasar juga akan mencermati langkah-langkah kebijakan awal dari kepemimpinan regulator yang baru.

Secara teknikal, IHSG diperkirakan akan bergerak dalam rentang terbatas, dengan level support di 7.858 dan resistance di 8.089. Investor diimbau untuk tetap mewaspadai potensi tekanan jual lanjutan yang bisa saja terjadi di tengah penantian berbagai sentimen penting tersebut.

Disclaimer: Informasi yang disajikan dalam artikel ini murni bersifat edukasi dan tidak bertujuan untuk memberikan ajakan atau rekomendasi jual-beli saham. Setiap keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab dan pertimbangan pribadi pembaca. Pihak kami tidak bertanggung jawab atas potensi kerugian atau keuntungan yang mungkin timbul dari keputusan investasi yang diambil berdasarkan informasi ini.

Advertisements