Indeks Bisnis-27 ditutup melemah, saham MEDC hingga BUMI ke zona merah

Babaumma – JAKARTA – Indeks Bisnis-27 harus puas menutup perdagangan pada Selasa, 31 Maret 2026, di zona merah. Indeks acuan hasil kerja sama Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan harian Bisnis Indonesia ini terperosok 0,01% ke level 483,09, utamanya tertekan oleh kinerja kurang memuaskan dari saham-saham seperti MEDC, BUMI, dan JPFA.

Advertisements

Sepanjang sesi perdagangan hari itu, Indeks Bisnis-27 bergerak dalam rentang 481,64 hingga 488,70. Dari total 27 konstituen yang membentuk indeks ini, terlihat adanya disparitas kinerja: 11 saham berhasil ditutup di zona hijau, sementara 5 saham stagnan, dan 11 saham lainnya justru harus rela berakhir di zona merah.

Baca Juga: Indeks Bisnis-27 Dibuka Menguat, Saham INDF hingga TLKM Paling Moncer

Penurunan indeks sebagian besar dipicu oleh pelemahan signifikan beberapa saham unggulan. Saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) memimpin daftar saham yang tergelincir, dengan penurunan mencapai 5,44% atau 105 poin, sehingga harganya berakhir di Rp1.825. Menyusul di belakangnya, saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) juga ikut melemah 4,42% menjadi Rp216 per saham pada penutupan sore.

Advertisements

Selain MEDC dan BUMI, beberapa saham lain yang turut memberikan tekanan pada Indeks Bisnis-27 adalah JPFA yang terkoreksi 3,69% ke level Rp2.350, saham NCKL yang turun 2,69% menjadi Rp1.085, serta saham BBNI yang melemah 2,34% ke level Rp3.760 per saham.

Baca Juga: Indeks Bisnis-27 Ditutup Melemah: Saham DSNG hingga BUMI Mampu Melaju

Kendati demikian, di tengah sentimen negatif yang melingkupi pasar, beberapa saham konstituen justru mampu mencatatkan kinerja positif. Saham INDF tampil perkasa dengan kenaikan 6,72% ke level Rp6.350. Kemudian, saham AMRT juga menunjukkan penguatan sebesar 5,34% ke level Rp1.480, diikuti oleh saham INCO yang melonjak 4,90% dan ditutup pada harga Rp5.350 per saham.

Sementara itu, gambaran pasar yang lebih luas juga menunjukkan tren pelemahan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang menjadi barometer pasar saham Indonesia, turut ditutup melemah 0,61% pada Kamis, 31 Maret 2026, mencapai level 7.048,22. Perlu dicatat perbedaan hari antara laporan Indeks Bisnis-27 (Selasa) dan IHSG (Kamis) yang sama-sama jatuh pada tanggal 31 Maret 2026.

Sepanjang sesi perdagangan IHSG hari itu, indeks bergerak dalam kisaran 7.031 hingga 7.155. Kondisi pasar mencerminkan dominasi sentimen negatif, di mana 406 saham tercatat melemah, jauh lebih banyak dibandingkan 262 saham yang menguat. Sementara itu, 151 saham lainnya bergerak stagnan. Kapitalisasi pasar IHSG pada penutupan berada di posisi Rp12.447 triliun.

Baca Juga: Indeks Bisnis-27 Dibuka Melemah, Tertekan Jebloknya Saham BBCA hingga AMRT

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Advertisements