Inilah daftar emiten cum dividen 11–15 Mei 2026

Musim pembagian dividen kembali berlangsung di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang Mei 2026. Sejumlah emiten dari sektor perbankan, energi, telekomunikasi, pelayaran, hingga perkebunan memasuki jadwal cum date pada periode 11–15 Mei 2026. Informasi ini sangat berguna untuk investor karena menentukan siapa yang berhak memperoleh pembagian dividen tunai dari perusahaan tercatat.

Advertisements

Dilansir dari Saham IDX, sejumlah emiten besar seperti BMRI, ISAT, BRIS, hingga SHIP masuk dalam daftar pembagian dividen pekan kedua dan ketiga Mei 2026. Momentum ini juga dimanfaatkan investor untuk menjalankan strategi berburu yield dividen di tengah fluktuasi pasar saham global.

Apa Itu Cum Date dalam Investasi Saham?

Cum date atau cum dividend date merupakan tanggal terakhir investor membeli saham agar tetap tercatat sebagai pemegang saham yang berhak menerima dividen. Di Bursa Efek Indonesia, transaksi saham menggunakan sistem penyelesaian T+2, sehingga investor yang membeli saham pada hari cum date masih dianggap berhak menerima pembagian dividen.

Advertisements

Setelah cum date, saham akan memasuki periode ex date. Pada tahap ini, saham diperdagangkan tanpa hak dividen. Artinya, investor yang membeli saham setelah ex date tidak lagi memperoleh hak atas pembagian laba perusahaan tersebut.

Baca juga:

  • Saham Prajogo TPIA, CUAN, BREN Ambruk saat IHSG Melorot ke Rp 6.905
  • IHSG Sesi I Longsor 1,14%, Saham LQ45 BMRI, ADMR, CUAN hingga AADI Melorot
  • Jelang Rebalancing MSCI: Saham CPIN, CUAN, dan AMRT Disebut Berisiko Tersingkir

Konsep ini penting karena sering memengaruhi pergerakan harga saham menjelang dan setelah pembagian dividen berlangsung.

Mengapa Daftar Emiten Cum Dividen Penting untuk Diketahui?

Daftar emiten cum dividen selalu menjadi perhatian pelaku pasar karena mencerminkan kondisi fundamental perusahaan.

Emiten yang mampu membagikan dividen rutin umumnya memiliki laba bersih stabil, arus kas sehat, dan profitabilitas yang baik. Karena itu, saham pembagi dividen sering dianggap lebih defensif dibanding saham spekulatif.

Selain itu, sebagian investor memanfaatkan momentum cum date untuk menjalankan strategi dividend capture, yakni membeli saham sebelum cum date lalu menjualnya setelah memasuki ex date.

Namun, strategi tersebut tidak selalu menghasilkan keuntungan instan karena harga saham biasanya mengalami penyesuaian setelah hak dividen berakhir.

Daftar Emiten Cum Dividen 11–15 Mei 2026

Berikut daftar emiten cum dividen berdasarkan jadwal perdagangan Bursa Efek Indonesia periode 11–15 Mei 2026 yang dilansir dari Saham IDX.

1. Emiten Cum Dividen 11 Mei 2026

Pada awal pekan, beberapa emiten sektor perkebunan dan pendidikan memasuki periode cum date.

PT Multisarana Intan Eduka Tbk (MSJA) membagikan dividen sebesar Rp15 per saham dengan jadwal cum date pada 11 Mei 2026 dan pembayaran dividen pada 13 Mei 2026.

Sementara itu, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) menetapkan dividen tunai sebesar Rp83,99 per saham. Emiten perkebunan sawit tersebut menjadwalkan pembayaran dividen pada 13 Mei 2026.

2. Emiten Cum Dividen 12 Mei 2026

Pada 12 Mei 2026, PT PAM Mineral Tbk (NICL) tercatat memasuki jadwal cum date dividen tunai.

Perusahaan tambang nikel tersebut membagikan dividen sebesar Rp6 per saham dengan jadwal pembayaran dividen pada 18 Mei 2026.

3. Emiten Cum Dividen 13 Mei 2026

Sektor perbankan syariah dan telekomunikasi mendominasi daftar emiten cum dividen pada 13 Mei 2026. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) membagikan dividen sebesar Rp32,81 per saham dengan jadwal pembayaran pada 19 Mei 2026.

Selain itu, PT Indosat Tbk (ISAT) menjadi salah satu emiten dengan nominal dividen terbesar pada periode ini, yakni Rp111 per saham. Emiten telekomunikasi tersebut menjadwalkan pembayaran dividen pada 19 Mei 2026.

Emiten Cum Dividen Setelah Tanggal 15 Mei 2026

Setelah jadwal cum dividen 11-15 Mei 2026, terdapat tanggal yang tidak kalah penting yaitu 18 dan 19 Mei 2026. Kedua tanggal  ini menjadi salah satu periode tersibuk dalam daftar emiten cum dividen.

  • PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) membagikan dividen sebesar Rp56,62 per saham dengan pembayaran dividen pada 20 Mei 2026.
  • PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP), emiten sektor pelayaran energi lepas pantai, juga membagikan dividen tunai sebesar Rp35 per saham dengan payment date pada 20 Mei 2026.
  • PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) membagikan dividen Rp110 per saham. Emiten konstruksi tersebut dikenal cukup konsisten membagikan laba kepada pemegang saham.
  • Selain itu, PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) menetapkan dividen sebesar Rp16,57 per saham dengan pembayaran dividen pada 20 Mei 2026.
  • PT Ace Oldfields Tbk (KUAS) membagikan dividen sebesar Rp1,5 per saham dengan pembayaran dividen pada 21 Mei 2026.
  • PT Lautan Luas Tbk (LTLS) juga masuk daftar emiten cum dividen dengan nilai dividen sebesar Rp31 per saham dan jadwal pembayaran pada 21 Mei 2026.

Emiten yang Lebih Dulu Masuk Jadwal Cum Dividen Sebelum 11 Mei 2026

Selain daftar emiten cum dividen 11–19 Mei 2026, sejumlah saham besar sebelumnya telah memasuki jadwal cum date pada 8 Mei 2026.

  • PT ABM Investama Tbk (ABMM) membagikan dividen Rp97 per saham.
  • PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadi salah satu emiten dengan nominal dividen terbesar, yakni Rp376,95 per saham.
  • PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) juga membagikan dividen Rp140 per saham, sedangkan PT Lippo General Insurance Tbk (LPGI) membagikan Rp10 per saham.

Momentum daftar emiten cum dividen biasanya dimanfaatkan investor dengan langkah yang berbeda.

Investor jangka pendek cenderung menggunakan strategi dividend capture. Strategi ini dilakukan dengan membeli saham menjelang cum date untuk memperoleh dividen, lalu menjual saham setelah memasuki ex date. Namun, strategi tersebut tetap memiliki risiko karena harga saham umumnya mengalami penurunan setelah hak dividen berakhir.

Sementara itu, investor jangka panjang lebih fokus pada kualitas fundamental perusahaan. Emiten yang rutin membagikan dividen biasanya memiliki bisnis stabil serta arus kas sehat. Karena itu, saham dividen sering dijadikan pilihan untuk membangun sumber pendapatan pasif dalam jangka panjang.

Advertisements