IPO RLCO Ditutup Lebih Awal? Ini Jawaban Resmi Bursa Efek!

Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan sigap memberikan klarifikasi terhadap informasi yang beredar luas di kalangan investor pasar modal mengenai jadwal penawaran umum perdana saham (IPO) PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO). Spekulasi yang sempat menyebar menyebutkan bahwa masa pemesanan saham IPO RLCO dipercepat, dengan batas akhir pada Rabu (3/12) pukul 23.59 WIB.

Advertisements

Menepis isu tersebut, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menegaskan bahwa masa pemesanan saham perdana emiten yang berfokus pada industri sarang burung walet ini tetap berlangsung sesuai jadwal yang tercantum dalam prospektus. Berdasarkan dokumen resmi prospektus IPO, periode pemesanan akan ditutup pada Kamis (4/12) pukul 12.00 WIB. Sementara itu, pencatatan saham atau listing RLCO di Bursa Efek Indonesia dijadwalkan pada Senin (8/12). Nyoman menambahkan, “Sehubungan dengan informasi yang disampaikan oleh salah satu sekuritas terkait dengan perubahan batas waktu IPO RLCO, dapat kami sampaikan bahwa IDX tetap menerima pesanan sampai waktu yang terdapat pada prospektus.”

Kekisruhan informasi ini disinyalir bermula dari tangkapan layar yang beredar, dibagikan oleh pengguna Stocbit Sekuritas, yang mengindikasikan adanya penyesuaian jadwal pemesanan IPO akibat kendala teknis dari IDX. Penelusuran Katadata.co.id memperkuat dugaan ini, melaporkan bahwa situs e-IPO, platform daring untuk penawaran umum berbasis web bagi investor, sempat tidak dapat diakses. Pada Rabu (3/12) sekitar pukul 20.00 WIB, sistem pemesanan saham IPO tersebut dilaporkan “tumbang” atau mengalami gangguan, dengan pesan di layar yang menyatakan bahwa sistem sedang dalam masa perbaikan.

Tangkapan layar laman e-IPO saat diakses pada Rabu (3/12) pukul 20.00 WIB (Website e-IPO)

Advertisements

Dengan jadwal yang telah dikonfirmasi, PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) siap melantai di Bursa Efek Indonesia pada 8 Desember 2025. Melalui IPO ini, perusahaan menargetkan perolehan dana segar hingga Rp 105 miliar. Berdasarkan prospektus tambahan IPO yang dirilis pada Senin (1/12), RLCO akan menawarkan sebanyak 625.000.000 saham biasa atas nama, yang merupakan saham baru, dengan nilai nominal Rp50 per saham. Jumlah saham yang dilepas ini setara dengan 20% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Dalam proses krusial ini, Samuel Sekuritas Indonesia dipercaya sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Dana yang berhasil dihimpun dari IPO, setelah dikurangi biaya emisi, akan dialokasikan secara strategis untuk dua pilar utama. Mayoritas, yakni sekitar 56,33%, akan digunakan sebagai modal kerja. Fokus utama alokasi ini adalah untuk pengadaan bahan baku sarang burung walet, yang menjadi inti bisnis perseroan.

Sementara itu, sisa 43,67% dana IPO akan disalurkan kepada entitas anak, PT Realfood Winta Asia, dalam bentuk penyertaan modal. Dana ini juga bertujuan untuk pembelian bahan baku sarang burung walet yang serupa. Manajemen RLCO menilai penambahan modal kerja ini krusial untuk mengoptimalkan kapasitas pabrik yang saat ini belum termanfaatkan secara maksimal. Melalui dukungan pendanaan segar ini, Abadi Lestari optimis dapat meningkatkan kapasitas operasional dan produktivitas, yang pada gilirannya akan mendorong pertumbuhan pendapatan yang signifikan. Meskipun demikian, hingga prospektus diterbitkan, perseroan belum menandatangani perjanjian baru dengan pemasok, baik yang sudah ada maupun yang baru.

Ringkasan

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengklarifikasi isu mengenai percepatan jadwal IPO PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO). Direktur Penilaian Perusahaan BEI menegaskan bahwa masa pemesanan saham perdana RLCO tetap sesuai jadwal dalam prospektus, yaitu ditutup pada 4 Desember pukul 12.00 WIB, dan pencatatan saham dijadwalkan pada 8 Desember. Klarifikasi ini membantah informasi yang beredar tentang perubahan batas waktu IPO akibat kendala teknis di platform e-IPO.

RLCO menargetkan perolehan dana segar hingga Rp 105 miliar melalui IPO dengan menawarkan 625.000.000 saham biasa. Dana tersebut akan dialokasikan untuk modal kerja, terutama pengadaan bahan baku sarang burung walet, dan penyertaan modal ke entitas anak, PT Realfood Winta Asia, juga untuk pembelian bahan baku. Manajemen RLCO berharap penambahan modal kerja ini dapat mengoptimalkan kapasitas pabrik dan mendorong pertumbuhan pendapatan.

Advertisements