IHSG waspada bearish: Saham PSAB, INDY hingga BUKA jadi jagoan analis

Babaumma – , JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi masih belum cukup bertenaga pada perdagangan hari ini, Senin (16/3/2026). Meskipun begitu, sejumlah saham seperti PSAB, INDY, hingga BUKA diramal mampu menguat sebelum pekan libur panjang Bursa Efek Indonesia (BEI).

Advertisements

Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda, menilai bahwa secara teknikal IHSG masih bergerak dalam tren bearish selepas menembus area support pada level 7.200 dan membentuk pola lower low. Pasalnya pada perdagangan terakhir, indeks ditutup melemah 3,05% ke posisi 7.137 dan net foreign sell senilai Rp221,84 miliar.

Reza menilai tekanan pasar pada perdagangan terakhir dipengaruhi oleh sentimen eskternal, terutama eskalasi konflik di Iran yang mendorong kenaikan harga energi dan meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi inflasi global. Di dalam negeri, kondisi ini turut mendorong kekhawatiran pasar terhadap defisit APBN.

: IHSG Risiko Hilang Arah, Rights Issue Jadi Bukti Emiten Ogah Pasrah

Advertisements

”Dalam jangka pendek, indeks berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area psikologis 7.100 hingga 7.000. Selain itu, potensi peningkatan sikap wait and see dari investor juga diperkirakan terjadi menjelang periode libur panjang Idul Fitri, di tengah ketidakpastian sentimen global,” katanya dalam riset hariannya, Senin (16/3/2026).

Meskipun begitu, sejumlah saham diprediksi masih bertenaga pada perdagangan hari ini. Saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB) misalnya, direkomendasikan buy pada level Rp480—Rp490, target harga Rp520—Rp540, dan stop loss pada area kurang dari Rp465.

: : Analis Ramal IHSG Ambles Tinggalkan Level 7.000, Ini Penyebabnya

Menurutnya, PSAB tengah bergerak rebound dari area support Rp468—Rp480 dan berpotensi melanjutkan penguatan menuju target harga.

”Harga minyak yang menembus US$100 per barel meningkatkan risiko inflasi global. Emas sering dipandang sebagai hedging terhadap inflasi, sehingga potensi permintaan bisa meningkat,” katanya.

: : IHSG Sepekan Turun 5,91% ke Level 7.137, Kapitalisasi Pasar Ikut Ambles

Selain itu, BRIDS juga merekomendasikan saham PT Indika Energy Tbk. (INDY) pada level beli Rp3.500—Rp3.600, target harga Rp3.800—Rp3.990, dan stop loss pada area kurang dari Rp3.400. Salah satu sentimen terhadap INDY adalah investor asing yang telah mengakumulasi saham ini selama sepekan terakhir dengan nilai mencapai Rp15,12 miliar.

Secara teknikal, INDY dinilai tengah bergerak terkonsolidasi di atas area support Rp3.380—Rp3.520 dan berpotensi melanjutkan rebound menuju target harga.

Terakhir, analis merekomendasikan buy saham PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) pada level Rp130—Rp135, target harga Rp141—Rp146, dan stop loss pada area kurang dari Rp128. Salah satu sentimen tambahan dari rekomendasi terhadap BUKA adalah laba yang berhasil dicetak emiten ini senilai Rp3,14 triliun sepanjang 2025.

“BUKA berpotensi mengalami technical rebound setelah bertahan di area support Rp129–Rp134. Selama support tersebut terjaga, harga berpeluang menguat menuju resistance Rp141 hingga Rp146,” katanya.

Sebaliknya, analis merekomendasikan sell saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) lantaran pergerakan sahamnya menunjukkan tekanan setelah menembus support pada level Rp73.225, sehingga membuka ruang pelemahan lanjutan menuju Rp63.200 sebagai support berikutnya.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Advertisements