
Kabar mengejutkan datang dari jurnalis Republika, Bambang Noroyono, yang akrab disapa Abeng. Ia dikabarkan ditangkap dan kini berada dalam penahanan tentara Israel. Informasi ini terungkap melalui sebuah rekaman video singkat yang memperlihatkan Abeng tengah meminta bantuan darurat kepada Pemerintah Republik Indonesia.
Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram resmi Republika Online, Abeng terlihat mengenakan pakaian berwarna hitam sambil menunjukkan paspor Indonesia miliknya sebagai bukti identitas. Dengan intonasi yang tenang namun tegas, ia mengonfirmasi kondisinya yang kini berada dalam penguasaan otoritas militer Israel.
“Saya Bambang Noroyono alias Abeng. Saya Warga Negara Indonesia dan saya adalah partisipan pelayaran misi kemanusiaan Global Sumud Flotila 2026,” ungkapnya dalam rekaman tersebut.
Abeng menjelaskan bahwa keterlibatannya dalam pelayaran ini merupakan bagian dari misi internasional untuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza yang hingga saat ini masih dalam kondisi terblokade. Namun, di tengah perjalanan, rombongan kapal yang ia tumpangi diduga dicegat oleh militer Israel.
Baca juga:
- Survei KIC: Mayoritas Anak Muda Anggap Nadiem dan Ibam Alami Kriminalisasi
- Kapitalisasi Pasar BREN Tergerus Rp 650 T dalam 3 Bulan, Bakal Melapor ke BEI?
- Biaya Admin TikTok Shop Naik, Menteri UMKM Bakal Diskusi dengan Komdigi
Dalam pesan videonya, Abeng memohon agar pesannya segera diteruskan kepada Pemerintah Indonesia guna mengambil langkah diplomatik yang diperlukan. “Jika Anda menemukan video ini, mohon disampaikan kepada Pemerintah Republik Indonesia bahwa saya saat ini dalam penculikan tentara Zionis Israel,” tegasnya.
Selain meminta upaya pembebasan, Abeng juga menyampaikan pesan moral agar insiden yang menimpanya tidak menggoyahkan sikap politik luar negeri Indonesia. Ia berharap Indonesia tetap konsisten menjadi pendukung utama dalam memperjuangkan hak-hak warga Palestina.
“Saya mohon agar Pemerintah Republik Indonesia membebaskan saya dari penculikan tentara penjajahan zionis Israel. Dan meminta kepada Pemerintah Republik Indonesia untuk tetap terus selalu mendukung kemerdekaan Palestina,” tambahnya.
Perlu diketahui, misi yang diikuti Abeng bertajuk “Menembus Blokade Gaza 2.0” dan merupakan bagian dari gerakan Global Sumud Flotila. Ini adalah sebuah koalisi sipil internasional yang memiliki tujuan mulia untuk menerobos blokade laut ilegal di Gaza, guna menyalurkan bantuan medis serta kebutuhan pokok bagi warga sipil yang terjebak dalam konflik berkepanjangan.
Hingga saat ini, komunikasi dengan Abeng terputus total dan nomor ponselnya tidak dapat dihubungi. Jejak terakhir yang tercatat adalah unggahan status WhatsApp pada pukul 01.46 WIB, yang menampilkan titik lokasi di Google Maps di perairan Laut Mediterania, tepatnya di antara wilayah Turki dan Siprus.
Ringkasan
Jurnalis Republika, Bambang Noroyono, dikabarkan ditahan oleh militer Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotila untuk menyalurkan bantuan ke Jalur Gaza. Melalui rekaman video singkat, ia mengonfirmasi identitasnya sebagai WNI dan memohon bantuan Pemerintah Indonesia untuk upaya diplomatik pembebasannya. Komunikasi dengan Abeng saat ini terputus total setelah lokasi terakhirnya terdeteksi di perairan Laut Mediterania antara Turki dan Siprus.
Dalam pesannya, Abeng menegaskan bahwa insiden penahanan ini tidak boleh memengaruhi sikap politik luar negeri Indonesia terhadap Palestina. Ia berharap pemerintah tetap konsisten mendukung kemerdekaan Palestina meski dirinya sedang dalam penguasaan otoritas militer Israel. Misi “Menembus Blokade Gaza 2.0” yang diikutinya bertujuan menyalurkan bantuan medis dan kebutuhan pokok bagi warga sipil di wilayah yang terblokade tersebut.