
Sebuah insiden mengerikan mengguncang Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, pada Jumat (2/1), ketika pipa gas milik PT Trans Gas Indonesia (TGI) dilaporkan meledak. Ledakan dahsyat ini memicu kobaran api setinggi 15 meter, menciptakan pemandangan yang mengkhawatirkan dan mengundang perhatian luas dari masyarakat sekitar.
Kepala Polres Indragiri Hilir, AKBP Farouk Oktora, merinci kronologi kejadian nahas tersebut. Sekitar pukul 16.00 WIB, warga setempat dikejutkan oleh suara ledakan keras yang diduga kuat berasal dari pipa gas tanam milik TGI. Tak berselang lama, lidah api raksasa segera membumbung tinggi dari lokasi pipa, menyulut kebakaran hebat yang mengancam keselamatan sekitar.
Merespons cepat kejadian darurat ini, Kepala Kepolisian Sektor Kemuning beserta jajarannya segera bergerak ke lokasi. Mereka tidak hanya mengamankan area kejadian, tetapi juga melakukan langkah-langkah antisipasi strategis. Pihak kepolisian tak lupa mengimbau masyarakat agar menjaga jarak dan tidak mendekati lokasi, demi menghindari potensi bahaya dari semburan api dan gas yang mematikan.
Untuk mengendalikan situasi, petugas berwenang segera melakukan penutupan atau penyekatan arus gas di pipa yang terdampak. Langkah krusial ini diambil guna mencegah eskalasi kebakaran lebih lanjut. Meskipun demikian, petugas memperkirakan bahwa api baru dapat dipadamkan sepenuhnya sekitar tiga jam setelah insiden awal.
Baca juga:
- Pasokan Air Bersih Aceh Tamiang Mulai Normal Usai SPAM Rantau Kembali Beroperasi
- Pipa Gas Cisem Tahap 2 Ditargetkan Rampung Maret 2026, Progres Sudah 86%
Emil Ismail, Corporate Secretary TGI, mengungkapkan bahwa respons darurat perusahaan dilakukan secara sigap. Pihaknya segera mematikan kompresor dan menutup seluruh katup terdekat untuk menghentikan kebocoran gas. Upaya pemadaman intensif membuahkan hasil; kobaran api baru berhasil dikuasai sepenuhnya pada Sabtu (3/1) dini hari, tepatnya pukul 05.35 WIB.
Dalam musibah ledakan pipa gas ini, TGI memastikan tidak ada korban jiwa yang jatuh. Meskipun demikian, delapan warga sekitar mengalami luka bakar ringan. Berkat penanganan medis yang cepat, mereka semua telah mendapatkan perawatan yang diperlukan dan kini telah kembali ke rumah masing-masing, memulihkan diri.
Sebagai bentuk tanggung jawab penuh, TGI menegaskan komitmennya untuk menanggung seluruh dampak yang ditimbulkan akibat insiden ini. Tidak hanya luka fisik, perusahaan juga berjanji akan bertanggung jawab atas kerusakan aset milik warga sekitar yang turut terdampak.
Saat ini, prioritas utama perusahaan adalah fokus pada upaya perbaikan pipa yang rusak. Proses perbaikan diperkirakan memakan waktu maksimal lima hari ke depan. Bersamaan dengan itu, TGI juga gencar melakukan monitoring tekanan gas kepada shipper dan buyer di Grissik-Duri. Komitmen TGI juga meluas pada upaya meminimalkan dampak lingkungan dan berkoordinasi erat dengan seluruh pihak terkait demi kelancaran penanganan pasca-insiden.
“Kami sangat mohon maaf atas ketidaknyamanan yang timbul akibat insiden ini dan berkomitmen penuh untuk memastikan keselamatan semua pihak,” tutur Emil. Ia menambahkan, TGI akan terus memantau tekanan jaringan dan menyiagakan tim secara proaktif untuk menjamin kondisi di lapangan tetap aman dan terkendali.