
Pagi ini, Senin (19/1), Tangerang Selatan mencatatkan diri sebagai wilayah dengan kualitas udara paling tidak sehat di Indonesia. Berdasarkan pantauan situs IQAir pada pukul 07.12 WIB, kualitas udara di Tangerang Selatan berada pada kategori tidak sehat, dengan Indeks Kualitas Udara (AQI) mencapai angka 174. Situasi ini tentu memicu kekhawatiran akan dampak kesehatan bagi masyarakat.
Dalam kategori kualitas udara yang tidak sehat, masyarakat umum, terutama kelompok sensitif, sangat rentan mengalami berbagai efek kesehatan. Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit jantung dan paru merupakan segmen populasi yang paling berisiko. “Ketika kualitas udara dikategorikan ‘tidak sehat’, masyarakat umum, terutama kelompok yang sensitif, mungkin mulai mengalami efek kesehatan,” demikian pernyataan yang dikutip dari laman IQAir pada Senin (19/1).
Menyikapi kondisi ini, IQAir secara tegas menyarankan agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan. Imbauan serupa juga kerap kali disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang merekomendasikan penggunaan masker, khususnya bagi mereka yang berada di lokasi dengan tingkat pencemaran udara yang tinggi.
Selain Tangerang Selatan, sejumlah wilayah lain di Indonesia juga menunjukkan kualitas udara yang memprihatinkan, meskipun beberapa di antaranya sedikit lebih baik. Berikut adalah daftar lima kota besar di Indonesia dengan kualitas udara terburuk pada pagi ini:
Baca juga:
- Riset: Skema Guna Ulang Bisa Bantu Atasi Polusi Plastik pada 2040
- Polemik Tarif TransJakarta: Peluang Reformasi Transportasi Bebas Polusi
- Tangerang Selatan, dengan poin AQI 174 atau dalam kategori tidak sehat
- Serpong, dengan poin AQI 160 atau dalam kategori tidak sehat
- Pontianak, dengan poin AQI 137 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif
- Tangerang, dengan poin AQI 137 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif
- Bekasi, dengan poin AQI 107 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif
Berbeda dengan kota-kota di atas, beberapa wilayah di Indonesia justru menunjukkan kualitas udara yang jauh lebih baik. Pagi ini, Bogor menjadi kota dengan kualitas udara paling sehat di Indonesia dengan poin AQI 37, diikuti oleh Medan yang memiliki poin AQI 39.
Jika melihat lingkup global, beberapa kota besar berhasil mencatatkan kualitas udara paling sehat dengan poin AQI 0, yaitu Kabul, Afghanistan, dan Amsterdam, Belanda. Kemudian disusul oleh Sydney di Australia dengan poin AQI 3. Ketiga kota ini memiliki kualitas udara yang tergolong baik.
Namun, di daftar kota besar dunia dengan kualitas udara terburuk, Delhi, India, memimpin pagi ini dengan kondisi yang bahkan masuk kategori berbahaya. Berikut adalah daftar kota-kota dengan kualitas udara paling buruk di dunia:
- Delhi, India, dengan poin AQI 633 atau dalam kategori berbahaya
- Lahore, Pakistan, dengan poin AQI 448 atau dalam kategori berbahaya
- Dhaka, Bangladesh, dengan poin AQI 262 atau dalam kategori sangat tidak sehat
- Kolkata, India, dengan poin AQI 225 atau dalam kategori sangat tidak sehat
- Bishkek, Kyrgyzstan, dengan poin AQI 213 atau dalam kategori sangat tidak sehat
Sebagai informasi, Indeks AQI merupakan indikator penting yang merepresentasikan konsentrasi polutan udara dan menunjukkan kategori kualitas udara. Kategori baik memiliki rentang PM 2.5 0-50, sedang pada rentang PM2.5 51-100, dan tidak sehat untuk kelompok sensitif berada pada rentang PM 2.5 101-150.
Selanjutnya, kategori tidak sehat tercatat pada rentang PM 2.5 di angka 151-200, kategori sangat tidak sehat pada 200-299, dan kategori berbahaya pada rentang PM 2.5 300-500. Kondisi kualitas udara dalam kategori sangat tidak sehat dapat menimbulkan kerugian kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Lebih lanjut, kualitas udara kategori berbahaya mengindikasikan risiko kerugian kesehatan yang serius dan dapat berdampak fatal bagi populasi manusia.