Menanti RDG BI, IHSG diramal lanjut menguat hari ini, cek saham AMRT hingga SMDR

Babaumma – , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan berpotensi melanjutkan penguatan, menawarkan peluang menarik bagi para investor. Sejumlah saham seperti AMRT, BRPT, APEX, UNVR, dan SMDR menjadi pilihan utama yang patut dicermati.

Advertisements

Tim Riset Phintraco Sekuritas menjelaskan bahwa saat ini investor cenderung bersikap hati-hati menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang dijadwalkan hari ini. BI diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) pada level 4,75% di tengah kondisi pelemahan nilai tukar rupiah yang masih berlangsung. Keputusan ini akan menjadi sentimen penting bagi pergerakan pasar.

Secara teknikal, meskipun indikator MACD menunjukkan kemiringan negatif yang semakin melebar, Stochastic RSI berada di area oversold dan berpotensi membentuk Golden Cross, menandakan peluang pembalikan arah. IHSG berhasil ditutup di atas level Moving Average 5 (MA5). Dengan demikian, jika IHSG mampu bertahan di atas level 8.750, terbuka potensi kuat untuk melanjutkan penguatan. Namun, apabila gagal, IHSG diperkirakan masih akan berkonsolidasi dalam rentang 8.600-8.750.

Dari sisi domestik, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah. Menteri Keuangan RI telah memastikan pemberlakuan tarif bea keluar untuk komoditas batu bara mulai 1 Januari 2026, dengan perkiraan tarif berkisar antara 1% hingga 5%. Kebijakan ini diprediksi akan berdampak pada penurunan margin laba bagi emiten batu bara yang memiliki orientasi ekspor besar. Di sisi lain, langkah ini berpotensi signifikan meningkatkan penerimaan negara.

Advertisements

Sebelumnya, bea keluar untuk komoditas emas juga telah ditetapkan melalui Peraturan Menteri Keuangan, yang juga mulai berlaku pada 1 Januari 2026, dengan besaran tarif antara 7,5% hingga 15%. Kebijakan ini menegaskan fokus pemerintah pada peningkatan penerimaan dari sektor komoditas.

Dari arena global, data-data ekonomi Amerika Serikat menjadi sorotan utama. Data nonfarm payrolls pada bulan November menunjukkan peningkatan 64.000, melampaui ekspektasi 50.000 dan berbalik dari penurunan 105.000 pada bulan Oktober. Namun, tingkat pengangguran pada bulan November naik menjadi 4,6%, sedikit di atas perkiraan 4,5%. Angka ini merupakan level tertinggi dalam lebih dari empat tahun terakhir, menggarisbawahi kekhawatiran baru mengenai perlambatan di pasar tenaga kerja AS.

Data-data ini dirilis beberapa hari sebelum pengumuman data Indeks Harga Konsumen (CPI) untuk bulan November, yang juga akan dicermati investor dengan seksama. Data pasar tenaga kerja dan inflasi adalah dua pertimbangan krusial bagi Federal Reserve (The Fed) dalam menentukan arah kebijakan suku bunga. Sebelumnya, The Fed telah mengisyaratkan pendekatan berbasis data untuk pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut. Penjualan ritel AS juga secara tak terduga mendatar pada bulan Oktober, setelah kenaikan yang direvisi ke bawah sebesar 0,1% pada bulan September.

Selain itu, penurunan harga minyak mentah AS ke level terendah sejak tahun 2021 turut mendorong koreksi pada saham-saham di sektor energi. Kombinasi faktor global ini menciptakan dinamika yang kompleks di pasar modal.

Mengamati berbagai indikator dan sentimen yang ada, Tim Riset Phintraco Sekuritas tetap mempertahankan sejumlah saham sebagai pilihan utama (top picks), yaitu AMRT, BRPT, APEX, UNVR, dan SMDR. Saham-saham ini diharapkan mampu memberikan kinerja positif di tengah fluktuasi pasar.

Advertisements