Netflix kembali melakukan penyesuaian harga langganan secara signifikan di Amerika Serikat (AS). Dilansir dari Business Insider, raksasa layanan streaming tersebut telah menaikkan biaya untuk semua paket berlangganannya pada akhir Maret lalu.
Kenaikan harga ini mencakup tiga jenis paket yang ditawarkan Netflix di AS: paket Standar dengan iklan, Standar tanpa iklan, dan Premium. Untuk paket Standar dengan iklan, biaya langganan naik sebesar US$ 1 per bulan, setara dengan sekitar Rp 17.002 (dengan kurs Rp 17.002 per dolar AS). Sementara itu, paket Standar (tanpa iklan) mengalami kenaikan yang lebih besar, mencapai US$ 2 per bulan, atau sekitar Rp 34.004. Dengan penyesuaian ini, harga bulanan Netflix di AS kini berkisar antara US$ 9 hingga US$ 27, yang setara dengan Rp 153.018 hingga Rp 259.054.
Mengutip TechCrunch, Netflix menjelaskan bahwa kenaikan harga ini merupakan bagian dari penyesuaian untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memperkaya ragam hiburan yang ditawarkan. Dalam setahun terakhir, platform ini memang telah secara agresif mengembangkan kontennya, mulai dari ekspansi ke siaran langsung hingga peluncuran format baru seperti podcast video, demi memberikan nilai lebih kepada penggunanya.
Penting untuk dicatat bahwa kenaikan harga ini langsung berlaku bagi pelanggan baru. Sedangkan untuk pelanggan lama, penyesuaian akan diterapkan secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan, dengan pemberitahuan melalui email yang dikirimkan setidaknya satu bulan sebelumnya.
Kenaikan harga ini merupakan yang pertama kalinya sejak Januari 2023. Sejak saat itu, Netflix terus berinovasi dan melakukan berbagai pembaruan pada platformnya, termasuk rencana perombakan aplikasi seluler dan pengembangan fitur video pendek. Langkah-langkah ini diambil untuk meningkatkan keterlibatan dan kepuasan pengguna di tengah persaingan industri streaming yang ketat.
Keputusan untuk menaikkan harga ini muncul tak lama setelah Netflix menarik diri dari upaya akuisisi studio milik Warner Bros. Discovery. Dalam proses penawaran tersebut, proposal dari Paramount Skydance dinilai lebih unggul, sehingga Netflix memilih untuk tidak melanjutkan tawarannya yang diperkirakan bernilai US$ 82,7 miliar atau setara Rp 1.405,07 triliun.
Dalam komunikasi sebelumnya kepada para investor, Netflix juga telah menekankan bahwa kenaikan harga dilakukan secara berkala. Hal ini merupakan strategi penting untuk mendukung pengembangan program-program baru dan memperluas katalog hiburan yang tersedia bagi jutaan pelanggan mereka di seluruh dunia.
Di sisi lain, langkah ini juga ditafsirkan sebagai upaya untuk mengkompensasi potensi kehilangan pelanggan akibat pembatalan langganan. Seperti yang diungkapkan Netflix kepada investor dan dikutip dari Decider, “Kami sesekali akan meminta anggota kami untuk membayar sedikit lebih banyak sehingga kami dapat berinvestasi kembali untuk lebih meningkatkan Netflix.” Ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk terus berinvestasi demi pengalaman pengguna yang lebih baik, meskipun harus dengan penyesuaian harga.