
Pemerintah Republik Indonesia secara sigap memulai realisasi pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak bencana di wilayah Tapanuli, Sumatera Utara. Langkah progresif ini menunjukkan komitmen nyata negara dalam memberikan solusi permanen bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal dan membutuhkan dukungan di masa sulit.
Inisiatif cepat ini merupakan tindak lanjut dari arahan tegas Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan negara hadir secara nyata dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat pascabencana. Melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), pemerintah berupaya memastikan setiap warga mendapatkan kembali tempat tinggal yang layak dan aman.
Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan informasi penting ini saat menghadiri acara Akad Massal 50.030 KPR FLPP dan Serah Terima Kunci yang turut dihadiri Presiden Prabowo di Serang, Banten, pada Sabtu (20/12). Dalam kesempatan tersebut, Maruarar menegaskan keseriusan kementeriannya dalam menindaklanjuti instruksi Presiden.
Dalam sambutannya, Menteri Maruarar secara lugas mengutarakan rencana bahwa jajaran Kementerian PKP akan segera bergerak ke Sumatera Utara keesokan harinya untuk memulai pembangunan. “Izin, Pak, besok pagi kami akan berangkat ke Tapanuli Tengah, kemudian Sibolga, dan Tapanuli Utara. Negara hadir, Pak,” tegasnya di hadapan Presiden, menunjukkan urgensi dan kesiapan timnya untuk memulai pembangunan hunian tetap.
Pembangunan hunian tetap ini akan dilaksanakan melalui pendekatan terpadu, melibatkan sinergi antara pemerintah daerah dan lintas kementerian. Kementerian PKP akan berkolaborasi erat dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, pemerintah kabupaten setempat, serta menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum, Kepolisian, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memastikan pelaksanaan yang efektif dan efisien di lapangan.
“Bersama Pemerintah Sumatera Utara, pemerintah kabupaten Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Tapanuli Utara, serta Kementerian PU, Kepolisian, dan BNPB, mulai besok kami langsung membangun hunian tetap bagi saudara-saudara kita yang sedang berduka di sana,” ucap Maruarar, mengulang kembali komitmen percepatan tersebut dengan penekanan pada solidaritas dan bantuan langsung.
Ia lebih lanjut menekankan bahwa percepatan dalam pembangunan hunian tetap ini bukan sekadar proyek, melainkan manifestasi nyata dari kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat yang tengah dilanda musibah. Menurut Maruarar, Presiden Prabowo secara konsisten mendorong seluruh jajaran pemerintahan untuk bekerja dengan cepat dan langsung terjun ke lapangan, memastikan bantuan sampai tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya.
“Karena saya tahu Bapak ingin bekerja cepat, bahkan sangat cepat, demi kepentingan rakyat Indonesia yang kita cintai,” ujarnya, menggarisbawahi semangat dan dedikasi Presiden Prabowo terhadap kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas utama.
Menteri Maruarar juga memastikan bahwa jajaran Kementerian PKP tidak akan menunda sedikit pun penanganan pascabencana, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan tempat tinggal yang layak bagi warga terdampak. “Izin, Pak, besok pagi kami langsung ke lokasi bersama seluruh jajaran,” pungkasnya, menunjukkan kesiapan penuh tim untuk beraksi tanpa jeda.
Secara keseluruhan, pembangunan hunian tetap ini adalah bagian krusial dari upaya pemulihan pascabencana yang dijalankan pemerintah. Langkah ini sejalan dengan komitmen kuat Presiden Prabowo untuk memastikan bahwa negara hadir, berpihak, dan senantiasa mendampingi masyarakat yang tengah menghadapi masa-masa sulit, menegaskan prioritas utama pada kemanusiaan dan kesejahteraan rakyat.