
PT Sompo Insurance Indonesia (Sompo Indonesia) mencatatkan kinerja keuangan yang impresif sepanjang tahun lalu dengan membukukan laba bersih sebesar Rp 135,3 miliar. Capaian ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 10% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Peningkatan laba tersebut didorong oleh pertumbuhan premi bersih perusahaan yang naik 12% hingga mencapai Rp 1,87 triliun.
President Director & CEO Sompo Indonesia, Eric Nemitz, menyatakan bahwa perusahaan berhasil menavigasi berbagai tantangan industri dengan hasil yang positif. Menurutnya, Sompo Indonesia tetap konsisten memprioritaskan kebutuhan perlindungan aset serta kesehatan nasabah melalui penerapan strategi bisnis yang adaptif, penguatan struktur permodalan, serta manajemen risiko yang disiplin.
Kontribusi terbesar terhadap total premi bruto yang menyentuh angka Rp 2,7 triliun berasal dari lini bisnis kendaraan, properti, dan kesehatan, yang mencakup 79% dari portofolio perusahaan. Sejalan dengan peningkatan aktivitas bisnis, Sompo juga mencatatkan kenaikan pembayaran klaim sebesar 25% menjadi Rp 853 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.
Fundamental Keuangan yang Kokoh
Dari sisi kesehatan finansial, Sompo Indonesia menunjukkan fundamental yang sangat kuat dengan tingkat solvabilitas asuransi konvensional mencapai 240%. Angka ini jauh melampaui ketentuan minimum yang ditetapkan regulator sebesar 120%. Selain itu, total aset perusahaan tercatat tumbuh 13%, sehingga posisi aset kini mencapai Rp 4 triliun.
Baca juga:
- Sompo Catat Premi Asuransi Kesehatan Tumbuh 24% di Tengah Lonjakan Inflasi Medis
- Inflasi Kesehatan Diprediksi 19,4%, Sompo Insurance Sasar UMKM dengan Skema Baru
Terkait prospek masa depan, Eric menegaskan optimisme perusahaan untuk terus menjaga momentum pertumbuhan. “Dengan fundamental keuangan yang solid, kami optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Eric dalam siaran pers, Jumat (15/3).
Pengembangan Bisnis Syariah
Kinerja positif juga terlihat dari lini usaha syariah, di mana Sompo Indonesia mencatat surplus underwriting dana tabarru’ sebesar Rp 31,9 miliar. Ketahanan finansial unit ini pun terjaga dengan baik, terlihat dari angka Risk Based Capital (RBC) yang mencapai 572% untuk tabarru’ dan 10.768% untuk ujrah, yang semuanya berada jauh di atas ambang batas minimum regulator.
Saat ini, Sompo Indonesia tengah dalam tahap menyelesaikan proses spin-off guna memastikan kepatuhan penuh terhadap regulasi Otoritas Jasa Keuangan terkait pemisahan Unit Usaha Syariah (UUS). Langkah strategis ini dinilai penting untuk memperkuat diferensiasi perusahaan di tengah persaingan industri asuransi umum yang semakin ketat.
“Sompo berkomitmen kuat untuk menghadirkan solusi perlindungan yang inovatif dan relevan melalui pengembangan produk dan layanan, termasuk penawaran berbasis syariah,” pungkas Eric. Ke depannya, perusahaan berjanji akan terus responsif terhadap dinamika kebutuhan dan preferensi pelanggan yang terus berkembang.
Ringkasan
PT Sompo Insurance Indonesia mencatatkan laba bersih sebesar Rp 135,3 miliar, meningkat 10% berkat pertumbuhan premi bersih sebesar 12% menjadi Rp 1,87 triliun. Kinerja positif ini ditopang oleh lini bisnis kendaraan, properti, dan kesehatan yang mendominasi 79% portofolio perusahaan. Selain itu, Sompo memiliki fundamental keuangan yang kuat dengan tingkat solvabilitas 240% dan total aset yang mencapai Rp 4 triliun.
Perusahaan juga menunjukkan performa solid pada lini usaha syariah dengan surplus underwriting dana tabarru’ sebesar Rp 31,9 miliar serta rasio solvabilitas yang melampaui ketentuan regulator. Saat ini, Sompo sedang dalam proses pemisahan unit usaha syariah (spin-off) untuk mematuhi regulasi OJK sekaligus memperkuat daya saing. Manajemen menyatakan optimisme untuk terus menjaga momentum pertumbuhan dan memberikan solusi perlindungan yang inovatif bagi nasabah.