PNM mau diambil alih Kemenkeu, BRI buka suara soal arah pembiayaan UMKM

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keberlanjutan pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), menyusul rencana pemerintah mengambil alih PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Perseroan memahami vitalnya sektor UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional.

Advertisements

Menurut Corporate Secretary BRI, Dhanny, dukungan terhadap sektor UMKM akan semakin diperkuat sejalan dengan langkah pemerintah dalam membangun ekosistem pembiayaan yang lebih terarah. “UMKM memainkan peranan yang sangat penting dalam perjalanan ekonomi di negeri ini. Kami optimistis pemerintah akan terus mendorong UMKM agar tumbuh berkelanjutan,” ungkap Dhanny kepada wartawan, Sabtu (11/4/2026).

Pada prinsipnya, BRI menyatakan dukungan penuh terhadap setiap kebijakan dan langkah strategis pemerintah yang bertujuan memperkuat pembiayaan UMKM. Penguatan ini dinilai krusial untuk mendorong ekonomi kerakyatan sekaligus memperluas inklusi keuangan di seluruh lapisan masyarakat. Selama ini, BRI bersama PNM, yang tergabung dalam Holding Ultra Mikro (UMi), telah menunjukkan sinergi yang kuat dalam memperluas akses pembiayaan hingga ke segmen ultramikro, bahkan turut meningkatkan literasi keuangan masyarakat.

Kolaborasi ini telah membuahkan hasil signifikan, terlihat dari capaian sepanjang tahun 2025. Sebanyak 1,4 juta nasabah berhasil naik kelas dari segmen ultra mikro, mencatat pertumbuhan sebesar 11,82 persen secara tahunan. Angka ini secara jelas merefleksikan penguatan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.

Advertisements

Di tengah dinamika kebijakan yang terus berkembang, Dhanny menegaskan bahwa BRI akan senantiasa mencermati arahan dari regulator dan pemegang saham pengendali. Perseroan juga memastikan operasional tetap berjalan dengan prinsip kehati-hatian (prudent), mengedepankan tata kelola yang baik, serta menerapkan manajemen risiko yang kuat. “Kami akan mengikuti arahan regulator serta memastikan operasional tetap prudent sesuai prinsip tata kelola yang baik,” tegasnya.

Sementara itu, pemerintah sendiri sedang menyiapkan strategi baru guna memperkokoh pembiayaan UMKM. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, tengah mengkaji rencana untuk mengambil alih PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dari holding Danantara. Langkah ini diambil dengan tujuan utama agar penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dapat lebih terarah dan efektif. Bahkan, PNM dipersiapkan untuk bertransformasi menjadi bank khusus UMKM dalam beberapa tahun mendatang.

Purbaya mengungkapkan, opsi pertukaran aset sempat dibahas, yaitu dengan PT Geo Dipa Energi yang kini berada di bawah naungan Kementerian Keuangan. Namun, skema ini masih dalam tahap awal pembahasan. “Tadi sudah sempat diskusi bagaimana kalau tukar dengan Geo Dipa, tapi itu masih kita bicarakan lagi. Yang jelas fokusnya bagaimana Kementerian Keuangan bisa mengambil alih PNM,” jelas Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Bagi para pelaku UMKM, rencana ambisius ini diharapkan mampu membuka akses pembiayaan yang lebih terjangkau. Purbaya menegaskan bahwa bank UMKM yang akan dibentuk tidak akan berorientasi pada keuntungan semata. “Ini bukan profit oriented. Tidak rugi, tapi tidak gila-gilaan bunganya. Yang penting pembiayaannya berkesinambungan dan betul-betul membantu UMKM,” paparnya lebih lanjut.

Ia juga menambahkan, bank tersebut akan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian agar dapat berkelanjutan dalam jangka panjang. Pemerintah bercita-cita membangun ekosistem pembiayaan yang menyeluruh, melampaui sekadar penyaluran kredit. Meskipun demikian, rencana pertukaran aset masih menunggu perhitungan lebih lanjut, termasuk kesepakatan nilai yang akan ditetapkan. “Nanti dilihat nilainya. Kalau barter mungkin lebih kecil, kita lihat nanti masih diskusi,” ujarnya.

Sebagai informasi tambahan, Geo Dipa merupakan entitas yang bergerak di sektor energi panas bumi dan memegang peranan penting dalam pengembangan energi bersih nasional. Jika rencana pengambilalihan ini terealisasi, pemerintah memberikan sinyal kuat mengenai penguatan peran negara dalam pembiayaan UMKM, sebuah sektor yang tidak hanya menjadi penopang utama perekonomian, tetapi juga kunci dalam penyerapan tenaga kerja.

Petani beraktivitas di sekitar sumur produksi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) PT Geo Dipa Energi di kawasan dataran tinggi Dieng Desa Kepakisan, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (6/9/2022). – (ANTARA/Anis Efizudin)

Advertisements