Di ajang World Economic Forum yang berlangsung di Davos, Swiss, pada Kamis (22/1), Prabowo menyampaikan pidato berdurasi sekitar 45 menit yang memaparkan visi dan capaian penting Indonesia. Di hadapan para tamu undangan yang hadir, Prabowo merinci berbagai kemajuan signifikan yang telah diimplementasikan oleh pemerintah. Ini termasuk inisiatif krusial seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), upaya revitalisasi koperasi di tingkat desa, serta komitmen berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas lembaga pendidikan di seluruh negeri.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menegaskan kembali dedikasi Indonesia untuk senantiasa menjaga kepastian hukum dan menciptakan iklim bisnis yang stabil serta kondusif bagi investor. Penekanan pada stabilitas ini menjadi fundamental untuk menarik investasi asing dan domestik, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tanah air.
Sebagai salah satu sorotan utama dalam pidatonya, Prabowo memperkenalkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Lembaga ini adalah dana moneter berdaulat (sovereign wealth fund) Indonesia yang memiliki potensi besar, dengan nilai aset yang disebutkan mencapai US$ 1 triliun. Pengenalan Danantara ini menggarisbawahi ambisi Indonesia untuk memperkuat posisinya sebagai tujuan investasi global dan mengoptimalkan pengelolaan aset negara demi kemajuan ekonomi masa depan.