Saham Naik: Menkeu Bicara, Asing Malah Jual BBCA & BBRI!

Harga saham bank-bank besar menunjukkan kebangkitan signifikan pada perdagangan Kamis (9/10). Pemulihan ini terjadi pasca pernyataan tegas dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang mendesak Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menindak tegas aksi “goreng-menggoreng” saham. Kendati demikian, di balik lonjakan harga, investor asing justru tercatat melakukan aksi jual bersih atau net sell dalam skala besar pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Advertisements

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Stockbit, kedua saham perbankan raksasa tersebut menjadi sasaran utama net sell investor asing. Pada perdagangan Kamis (10/2), investor asing membukukan transaksi jual bersih fantastis di saham BBCA senilai Rp 680 miliar, diikuti oleh BBRI yang mencatatkan jual bersih sebesar Rp 554 miliar. Tren jual bersih oleh investor asing ini juga merambah saham perbankan lain; PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatatkan jual bersih Rp 90 miliar dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 74 miliar.

Menariknya, meskipun terjadi tekanan jual dari investor asing, performa saham-saham bank tersebut justru menunjukkan kekuatan. Pada penutupan perdagangan kemarin, harga saham BBNI melonjak 4,06% mencapai Rp 4.100, sementara BMRI naik 3,29% ke level Rp 4.390. Senada dengan itu, harga saham BBRI turut menguat 3,76% ke posisi Rp 3.860, dan BBCA terangkat 2,37% menjadi Rp 7.550.

Baca juga:

  • IHSG Diramal Cetak Rekor Lagi, Saham BTPS, UNTR, hingga TOWR Jadi Rekomendasi
  • Wall Street Loyo Jelang Musim Laporan Keuangan Kuartal Ketiga
Advertisements

Kenaikan harga saham-saham perbankan besar ini merupakan sebuah pembalikan arah yang dramatis. Sebelumnya, pada sesi I perdagangan kemarin, saham-saham ini sempat terperosok ke zona merah. Namun, momentum berbalik tajam pada sesi kedua, setelah pernyataan lugas Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang meminta BEI untuk segera mengambil tindakan terhadap praktik “goreng-goreng” saham. Pernyataan tersebut disampaikan usai dialognya dengan para pelaku pasar modal, sebelum pengajuan insentif fiskal.

Di tengah dinamika tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turut mencetak rekor baru pada perdagangan kemarin. IHSG ditutup menguat 1,04% dan berhasil mencapai level 8.250. Data menunjukkan bahwa optimisme pasar tercermin dari 433 saham yang berhasil menguat, berbanding dengan 229 saham yang terkoreksi, serta 135 saham yang tidak mengalami perubahan signifikan.

Secara keseluruhan, data Bursa Efek Indonesia justru menunjukkan bahwa investor asing mencatatkan transaksi beli bersih atau net buy yang masif, mencapai Rp 1 triliun pada Kamis (9/10). Fokus pembelian investor asing terlihat jelas pada emiten-emiten milik konglomerat terkemuka, Prajogo Pangestu. Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menjadi primadona dengan total nilai beli bersih mencapai Rp 206 miliar.

Berikut adalah daftar 10 saham yang diborong asing dengan nilai transaksi beli bersih terbesar pada Kamis (9/10):

  1. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN): Rp 118,86 miliar
  2. PT Timah Tbk (TINS): Rp 100,29 miliar
  3. PT Barito Pacific Tbk (BRPT): Rp 92,94 miliar
  4. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS): Rp 82,25 miliar
  5. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN): Rp 75,04 miliar
  6. PT Astra International Tbk (ASII): Rp 58,11 miliar
  7. PT Rukun Raharja Tbk (RAJA): Rp 52,56 miliar
  8. PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI): Rp 37,38 miliar
  9. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA): Rp 30,22 miliar
  10. PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL): Rp 23,92 miliar

Ringkasan

Saham-saham bank besar mengalami kenaikan signifikan setelah pernyataan Menkeu mengenai penindakan praktik “goreng-menggoreng” saham. Meskipun demikian, investor asing justru melakukan *net sell* besar pada saham BBCA dan BBRI. Kenaikan harga saham BBNI, BMRI, BBRI, dan BBCA terjadi setelah sempat terperosok di sesi I, berbalik arah usai pernyataan Menkeu.

Investor asing mencatatkan *net buy* secara keseluruhan sebesar Rp 1 triliun, dengan fokus pada saham-saham milik Prajogo Pangestu seperti CUAN, BRPT, dan BREN. Sementara itu, IHSG mencetak rekor baru dan ditutup menguat 1,04% pada level 8.250, mencerminkan optimisme pasar yang luas.

Advertisements