Saham Tesla melonjak usai kabar robotaxi tanpa pengemudi

Optimisme investor terhadap Tesla melambung tinggi di awal pekan ini, didorong oleh kemajuan signifikan perusahaan menuju realisasi penuh armada kendaraan otonomnya. Harapan untuk segera menjadi bagian dari jaringan robotaxi tanpa pengemudi kini terasa semakin nyata dan menjanjikan.

Advertisements

Konfirmasi Elon Musk Jadi Katalis Utama Lonjakan Saham

Saham Tesla mencatat lonjakan impresif, mencapai level tertinggi sepanjang tahun dan menyamai harga yang terakhir kali terlihat pada Desember lalu. Kenaikan drastis ini dipicu langsung oleh konfirmasi dari CEO Elon Musk, yang menyatakan bahwa uji coba Robotaxi telah berhasil dilakukan tanpa adanya pengemudi cadangan di kursi penumpang depan. Kabar terobosan ini sontak menjadi pendorong sentimen positif di pasar.

Respons pasar tidak butuh waktu lama; saham berkode TSLA melonjak sekitar 4 persen pada Senin dan melanjutkan penguatan sebesar 3 persen pada Selasa. Performa ini bahkan melampaui rekor yang dicapai hampir setahun lalu, ketika optimisme terhadap Tesla sempat melonjak pascaterpilihnya kembali Donald Trump. Lonjakan signifikan ini secara jelas mencerminkan peningkatan kepercayaan investor terhadap kapasitas Tesla untuk mewujudkan teknologi kendaraan otonom secara komersial dalam waktu dekat.

Advertisements

Ambisi Tesla Melampaui Sekadar Mobil Listrik

Meskipun mayoritas pendapatan Tesla saat ini masih bersumber dari penjualan kendaraan listrik, visi jangka panjang perusahaan jauh melampaui sektor otomotif konvensional. Tesla memiliki target ambisius untuk menguasai armada robotaxi berbasis permintaan global, sekaligus mengembangkan robot humanoid cerdas untuk berbagai kebutuhan rumah tangga. Kemajuan pesat dalam pengujian Robotaxi kini menjadi bukti konkret bahwa ambisi raksasa tersebut bukan lagi sekadar janji jangka panjang, melainkan mulai terealisasi secara nyata.

Peluang AI dan Otonomi Dinilai Bernilai Triliunan Dolar

Peluang bisnis di sektor Kecerdasan Buatan (AI) dan kendaraan otonom yang digarap Tesla dinilai oleh Analis Wedbush, Dan Ives, memiliki nilai fantastis, setidaknya US$1 triliun. Ives memperkirakan bahwa dalam tiga hingga enam bulan ke depan, berbagai inisiatif strategis Tesla di bidang ini akan semakin dipercepat. Percepatan ini didukung oleh berkurangnya hambatan regulasi yang selama ini menghalangi adopsi teknologi Full Self-Driving (FSD). Menurutnya, perubahan lanskap regulasi dapat membuka jalan bagi percepatan adopsi massal kendaraan otonom besutan Tesla.

Perluasan Uji Coba Robotaxi Jadi Fokus Investor

Kecepatan Tesla dalam memasuki era Robotaxi sepenuhnya menjadi perhatian utama di Wall Street. Sebelumnya, Elon Musk pernah menyebut bahwa layanan robotaxi tanpa pengawasan hanya tinggal hitungan minggu. Kini, Tesla berencana untuk melipatgandakan armada uji coba dan memperluas pengujian ke wilayah-wilayah strategis seperti Phoenix dan Nevada. Selain itu, para investor juga menanti dengan antusias produksi massal kendaraan Cybercab, yang diproyeksikan akan dimulai pada tahun depan.

Persaingan Robotaxi dan Potensi Dominasi Tesla

Dalam arena persaingan Robotaxi, Waymo milik Alphabet telah lebih dulu mengoperasikan ribuan robotaxi di Amerika Serikat. Namun, Tesla dinilai memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan dari sisi skala produksi masif dan integrasi teknologi yang lebih mendalam, meskipun bukan pemain pertama. Dan Ives bahkan memperkirakan bahwa Tesla berpotensi menguasai hingga 70 persen pasar kendaraan otonom global dalam satu dekade mendatang. Ia menegaskan bahwa tidak ada perusahaan lain yang mampu menandingi kombinasi unik antara skala produksi, ekosistem kendaraan yang terintegrasi, dan kekuatan teknologi AI yang terus-menerus dikembangkan oleh Tesla.

Lonjakan saham Tesla adalah cerminan kuat dari meningkatnya keyakinan pasar bahwa visi Elon Musk mengenai kendaraan otonom dan kecerdasan buatan semakin mendekati kenyataan. Meskipun tantangan regulasi dan persaingan ketat masih membayangi, kemajuan teranyar dalam uji coba Robotaxi menjadi sinyal tegas bahwa Tesla tengah memasuki fase pertumbuhan baru yang berpotensi mengubah lanskap industri transportasi global secara fundamental.

Advertisements