Sri Mulyani Ungkap Fakta soal Dana APBN untuk Ponpes Al Khoziny

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan bahwa pihaknya belum menerima informasi terperinci terkait rencana pembangunan kembali Pondok Pesantren Al Khoziny Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, yang kabarnya akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Advertisements

Saat ini, Purbaya menyatakan akan menunggu proposal resmi mengenai pembangunan pesantren tersebut. Ia menegaskan bahwa informasi mengenai penggunaan APBN untuk proyek ini baru didengar melalui pemberitaan media massa.

Melalui konferensi pers virtual dari Bogor pada Jumat (10/10), Purbaya menyampaikan, “Saya belum tahu siapa yang propose. Seperti apa proposalnya, saya belum tahu. Kami akan tunggu seperti apa proposalnya.” Ini menunjukkan bahwa proses formalisasi masih dalam tahap awal di sisi Kementerian Keuangan.

Kementerian PU Siap Bangun Ulang Ponpes Al Khoziny

Advertisements

Berbeda dengan Kementerian Keuangan, rencana pembangunan ulang Pondok Pesantren Al Khoziny justru berasal dari inisiatif Kementerian Pekerjaan Umum atau Kementerian PU.

Menteri PU, Dody Hanggodo, sebelumnya telah menyatakan kesiapan penuh kementeriannya untuk membangun kembali pesantren yang sebelumnya ambruk dan memakan korban jiwa sebanyak 63 orang tersebut.

Menyikapi kondisi bangunan yang rusak parah, Dody menyarankan pendekatan total. “Perkiraan saya, bangunan yang warna hijau itu mesti lebih murah kalau dirobohkan. Ya dibangun baru dari nol, daripada kita tambal sulam,” ujarnya. Pernyataan ini disampaikan Dody usai bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, di Kantor Kementerian PU Jakarta, sebagaimana dikutip dari Antara pada Selasa (7/10).

Terkait kebutuhan anggaran untuk pembangunan ulang Gedung Pondok Pesantren Al Khoziny, Kementerian PU saat ini masih dalam tahap penghitungan bersama pihak-pihak terkait.

Meskipun demikian, Dody telah memastikan bahwa sumber anggaran utama akan berasal dari APBN. “Kalau soal anggaran, InshaAllah cukup. InshaAllah cuma dari APBN. Tapi, tidak menutup kemungkinan juga ada bantuan dari swasta. Cuma, sementara waktu dari APBN,” jelas Dody. Ini mengindikasikan bahwa sementara fokus pada dana pemerintah, peluang kolaborasi dengan sektor swasta tetap terbuka untuk mendukung proyek pembangunan pesantren ini.

Ringkasan

Menteri Keuangan menyatakan belum menerima proposal resmi terkait rencana pembangunan kembali Pondok Pesantren Al Khoziny menggunakan APBN, dan baru mengetahui informasi tersebut dari media. Proses formalisasi masih menunggu proposal resmi dari pihak terkait.

Sebaliknya, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menyatakan kesiapannya untuk membangun ulang pesantren tersebut, yang diinisiasi oleh Menteri PU sendiri. Meskipun anggaran utama diharapkan dari APBN, peluang bantuan dari swasta juga terbuka, dan saat ini Kementerian PU masih menghitung kebutuhan anggaran untuk pembangunan ulang.

Advertisements