Tujuh Perusahaan Jumbo Akan IPO, Neo Energy dan Titan Infra Susul Superbank?

Membuka gerbang pasar modal Indonesia, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan bahwa tujuh calon emiten berskala besar, dengan aset di atas Rp250 miliar, kini sedang dalam antrean untuk melaksanakan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO). Pertanyaan besar pun mencuat: akankah nama-nama seperti Neo Energy dan Titan Infra segera mengikuti jejak Superbank yang telah siap melantai di bursa?

Advertisements

I Gede Nyoman Yetna, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, menjelaskan bahwa secara keseluruhan terdapat 13 perusahaan dalam pipeline IPO saham. Klasifikasi aset perusahaan ini merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017. Dari jumlah tersebut, empat perusahaan tergolong menengah dengan aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar, dan dua lainnya memiliki aset di bawah Rp50 miliar. “Per 28 November, ada 13 perusahaan dalam pipeline IPO saham,” kata Nyoman dalam laporannya, dikutip pada Senin (1/12).

Menariknya, tujuh dari 13 calon emiten tersebut menggunakan laporan keuangan per Juni 2025. Nyoman mengungkapkan harapannya agar perusahaan-perusahaan ini dapat segera melantai di BEI sebelum pergantian tahun. “Apabila tidak terdapat concern terkait penawaran umum dan pencatatan oleh OJK dan BEI, maka kami berharap perusahaan-perusahaan itu dapat melaksanakan IPO pada sisa tahun ini,” ujarnya, menunjukkan optimisme terhadap dinamika pasar modal.

Melihat lebih dekat pada laman e-IPO, sorotan tertuju pada satu lighthouse company, yaitu Superbank Indonesia. Istilah lighthouse company sendiri merujuk pada perusahaan mercusuar yang memenuhi dua kriteria utama: memiliki kapitalisasi pasar minimal Rp3 triliun dan porsi saham publik atau free float minimal 15%. Ini menandakan bahwa Superbank adalah entitas yang siap menjadi pionir di pasar.

Advertisements

Bank digital yang berada di bawah naungan grup PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) ini dijadwalkan akan resmi melantai di bursa pada 17 Desember. Dalam gelaran IPO-nya, Superbank (SUPA) berencana melepas hingga 4,40 miliar saham baru, yang setara dengan 13% dari modal ditempatkan dan disetor penuh pasca-IPO. Dengan nilai nominal Rp100 per saham dan harga penawaran berkisar antara Rp525 hingga Rp695 per lembar, perusahaan berpotensi menghimpun dana segar mencapai Rp3,06 triliun. Untuk kelancaran proses ini, Superbank telah menggandeng empat sekuritas terkemuka: PT Mandiri Sekuritas, PT CLSA Sekuritas Indonesia, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, dan PT Sucor Sekuritas.

Sinyal Kuat IPO: Neo Energy dan Titan Infra Siap Menyusul?

Sebelumnya, Nyoman memang telah membocorkan adanya tiga lighthouse company yang akan meramaikan BEI, dengan representasi dari sektor finansial, pertambangan, dan infrastruktur. Setelah Superbank Indonesia dari sektor finansial, kini perhatian beralih ke dua calon kuat dari sektor non-keuangan. Salah satunya adalah PT Anugrah Neo Energy Materials, sebuah entitas yang bergerak di sektor pertambangan nikel dan pengembangan rantai pasok baterai kendaraan listrik. Sinyal IPO juga datang dari PT Titan Infra Sejahtera, pemain raksasa di bidang logistik energi dan batu bara yang berbasis di Sumatera Selatan.

PT Anugrah Neo Energy Materials, yang akrab disebut Neo Energy, dikabarkan bersiap untuk melantai di BEI pada akhir tahun ini. Lebih jauh, rumor pasar mengindikasikan bahwa Neo Energy sedang aktif melaksanakan proses Pre-Deal Investor Education (PDIE), sebuah langkah krusial menuju IPO. Desas-desus yang beredar juga menyebutkan adanya potensi bergabungnya raksasa baterai global, Gotion High-Tech—mitra strategis Volkswagen Group asal Tiongkok—sebagai mitra strategis. Skemanya, Gotion dikabarkan akan mengakuisisi porsi saham dalam proyek High-Pressure Acid Leaching (HPAL) milik ANEM, menyediakan transfer teknologi, dan menjamin pembelian (offtake) produk Mixed Hydroxide Precipitate (MHP). Bahkan, Gotion disebut-sebut akan berperan sebagai standby buyer dalam rencana IPO ANEM. Meski demikian, detail mengenai besaran porsi saham, nilai investasi, jadwal resmi, maupun jumlah saham yang akan dilepas saat IPO masih belum diumumkan secara resmi oleh perusahaan.

Sementara itu, PT Titan Infra Sejahtera, induk usaha dari Titan Infra Energy Group, juga tak kalah agresif dengan memperkuat ekspansi infrastruktur energi. Berdiri sejak tahun 2005, perusahaan ini mengelola kompleks bisnis yang meliputi tambang batu bara, pelabuhan, dan jasa logistik energi di Sumatera Selatan. Sinyal kuat rencana IPO Titan Infra tahun ini telah tersampaikan melalui pemberitaan di laman resmi perusahaan, bahkan rencana pelepasan 10% saham sudah diungkap sejak tahun 2024. Suryo Suwignjo, Presiden Komisaris Titan Infra, menegaskan bahwa meski harga batu bara global cenderung melandai, perusahaan tetap berkomitmen melanjutkan ekspansi yang terukur. Ia juga menyoroti kinerja positif Titan Infra selama lima bulan pertama tahun 2025. “Reputasi dan brand awareness perusahaan yang semakin kuat di industri batu bara menjadi modal besar dalam menghadapi rencana IPO pada 2025,” tutur Suryo, sebagaimana dikutip dari laman resmi perusahaan, Senin (1/12).

Pihak Babaumma telah berupaya keras untuk mendapatkan konfirmasi resmi dari manajemen Neo Energy dan Titan Infra Sejahtera terkait kabar IPO yang beredar. Namun, hingga berita ini ditayangkan, belum ada informasi resmi maupun pernyataan dari kedua perusahaan tersebut.

Ringkasan

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan bahwa tujuh perusahaan besar dengan aset di atas Rp250 miliar sedang antre untuk melaksanakan IPO. Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menyebutkan bahwa ada 13 perusahaan dalam pipeline IPO, dengan klasifikasi aset yang berbeda. Diharapkan perusahaan-perusahaan ini dapat segera melantai di BEI sebelum akhir tahun, asalkan tidak ada kendala dari OJK dan BEI.

Salah satu lighthouse company yang menjadi sorotan adalah Superbank Indonesia yang dijadwalkan IPO pada 17 Desember. Selain Superbank, Neo Energy, perusahaan pertambangan nikel, dan Titan Infra Sejahtera, perusahaan logistik energi dan batu bara, juga dikabarkan akan menyusul IPO. Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari Neo Energy dan Titan Infra Sejahtera terkait rencana IPO tersebut.

Advertisements