Selama beberapa dekade, nama Warren Buffett identik dengan investasi di sektor keuangan. Berkshire Hathaway, konglomerasi yang dipimpinnya, secara konsisten menempatkan bank-bank besar sebagai pilar utama portofolio sahamnya, dengan beberapa di antaranya bahkan dipertahankan hingga puluhan tahun.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, “Oracle of Omaha” ini menunjukkan pergeseran strategi yang cukup mengejutkan. Indikasi paling jelas terlihat dari keputusan Berkshire untuk secara bertahap melepas sebagian besar kepemilikannya di Bank of America, salah satu posisi saham bank terbesar yang pernah ada dalam portofolionya.
Menariknya, di tengah langkah divestasi tersebut, dari sedikit investasi baru yang dilakukan Berkshire, muncul sebuah nama yang jauh lebih sederhana namun memiliki daya tarik kuat: Lamar Advertising. Perusahaan periklanan luar ruang yang juga berstatus Real Estate Investment Trust (REIT) dengan dividen yang menggiurkan ini berhasil menarik perhatian Buffett. Mengapa sang investor legendaris memilih Lamar? Mari kita selami lebih dalam.
1. Berkshire Hathaway Terus Mengurangi Kepemilikan Saham Bank of America

Kisah investasi Warren Buffett di Bank of America bermula pada tahun 2011. Kala itu, Berkshire Hathaway mengamankan kesepakatan besar yang mencakup saham preferen dan opsi beli (warrants) dalam jumlah yang sangat substansial. Opsi-opsi ini kemudian dikonversi menjadi saham biasa, menjadikannya salah satu posisi investasi paling signifikan dalam portofolio Berkshire selama bertahun-tahun.
Namun, sejak tahun 2024, narasi investasi tersebut mulai bergeser.
Pada penutupan kuartal II 2024, Berkshire masih memegang lebih dari 1,03 miliar saham Bank of America. Angka ini secara konsisten menyusut setiap kuartal, hingga pada akhir kuartal III 2025, kepemilikannya hanya tersisa sekitar 568 juta saham.
Penjualan bertahap dalam skala besar seperti ini oleh Berkshire bukanlah peristiwa biasa. Hal ini sering kali mengisyaratkan adanya perubahan pandangan jangka panjang terhadap prospek suatu perusahaan atau sektor, yang membuat langkah divestasi dari Bank of America menjadi sangat patut diperhatikan.
Hal yang menjadikannya semakin menarik adalah minimnya akuisisi saham baru yang dilakukan Berkshire selama periode ini, kecuali satu perusahaan yang mungkin tidak setenar bank-bank raksasa, namun menawarkan potensi stabilitas yang kuat: Lamar Advertising (LAMR).
2. Mengapa Warren Buffett Berpaling pada Lamar Advertising?

1. Pemain Dominan di Industri Periklanan Luar Ruang (OOH)
Lamar Advertising merupakan perusahaan terdepan di sektor periklanan luar ruang (Out-of-Home/OOH), dengan fokus utama pada billboard tradisional, papan reklame digital, serta iklan di transportasi umum dan fasilitas publik. Dengan kepemilikan sekitar 363.000 ruang iklan di seluruh Amerika Serikat dan Kanada, Lamar berhasil menguasai sekitar 25% pangsa pasar. Ini bukan sekadar perusahaan periklanan biasa, melainkan pemain terbesar di industrinya – sebuah keunggulan pasar (moat) yang selalu menjadi daya tarik utama bagi Warren Buffett.
2. Status REIT dan Dividen Tinggi yang Menguntungkan
Lamar beroperasi sebagai Real Estate Investment Trust (REIT). Struktur ini mengharuskan perusahaan untuk mendistribusikan minimal 90% dari pendapatan kena pajaknya kepada pemegang saham dalam bentuk dividen. Ketentuan ini menjelaskan mengapa Lamar mampu menawarkan dividen yang menarik.
Tidak mengherankan jika hal ini menarik perhatian Buffett. Lamar saat ini memberikan imbal hasil dividen sekitar 4,7%, angka yang jauh lebih tinggi dibandingkan banyak saham blue-chip lainnya di pasar.
Yang menjadikan investasi ini semakin unik adalah fakta bahwa Lamar merupakan satu-satunya perusahaan periklanan dan sekaligus satu-satunya REIT yang ada dalam portofolio Berkshire Hathaway.
3. Industri yang Stabil dengan Pertumbuhan Berkelanjutan
Meskipun konsumsi konten digital semakin masif, industri periklanan luar ruang tetap mempertahankan daya tariknya yang kuat. Billboard di jalan raya, halte bus, dan stasiun kereta api tetap menjadi lokasi strategis yang tak tergantikan untuk menempatkan iklan, dan diperkirakan tidak akan kehilangan relevansinya dalam waktu dekat.
Faktanya, menurut Out of Home Advertising Association of America, industri OOH bahkan mencatat pendapatan rekor lebih dari $9,1 miliar pada tahun 2024, menunjukkan ketahanan dan potensi pertumbuhannya.
4. Fundamental Kokoh dan Pendapatan yang Konsisten Meningkat
Pendapatan Lamar telah menunjukkan tren peningkatan yang stabil sejak tahun 2020:
-
2020: $1.57 miliar
-
2024: $2.21 miliar
Pada kuartal terakhir, kinerja finansial Lamar tetap solid:
-
Pendapatan naik hampir 4% Year-over-Year (YoY)
-
AFFO (Adjusted Funds From Operations), indikator profitabilitas kunci bagi REIT, meningkat sekitar 3%
Meskipun angka-angka ini mungkin bukan cerminan pertumbuhan agresif, stabilitas dan konsistensinya sangat sesuai dengan filosofi investasi Buffett: bisnis yang solid, tidak rumit, dan mampu menghasilkan arus kas yang kuat.
3. Lamar Advertising: Pilihan Menarik bagi Investor Biasa?

Meskipun bukan kategori saham pertumbuhan (growth stock), Lamar Advertising menawarkan kombinasi daya tarik yang kuat bagi investor:
-
Pangsa pasar yang dominan
-
Model bisnis yang stabil dan tahan banting
-
Aliran dividen yang konsisten dan menguntungkan
-
Posisi finansial yang kokoh
-
Rekam jejak operasional yang terbukti selama lebih dari 120 tahun
Dengan semua keunggulan ini, tidak mengherankan jika Warren Buffett mengambil posisi di perusahaan yang fundamentalnya kuat ini. Bagi investor yang mencari pendapatan pasif melalui dividen dan mengharapkan stabilitas jangka panjang, Lamar bisa menjadi pilihan yang sangat menarik untuk dipertimbangkan.
Bagi para investor, langkah berani Buffett ini berfungsi sebagai pengingat krusial: terkadang, meninggalkan saham-saham raksasa yang sudah dikenal luas dan memilih perusahaan yang tampak lebih sederhana dapat menjadi strategi yang jauh lebih bijaksana. Kuncinya terletak pada fundamental yang kokoh, arus kas yang stabil, dan prospek jangka panjang yang menjanjikan.
Ditanya Soal Investasi di Masa Sulit, Ini Jawaban Warren Buffett
Cara Warren Buffett Mengubah Turbulensi Pasar Menjadi Peluang Besar
Warren Buffett Resmi Beli Saham Google untuk Pertama Kalinya
Ringkasan
Warren Buffett melalui Berkshire Hathaway secara bertahap mengurangi kepemilikannya di Bank of America sejak tahun 2024, sebuah langkah yang mengindikasikan perubahan pandangan terhadap sektor keuangan. Sebagai gantinya, Berkshire Hathaway berinvestasi pada Lamar Advertising, perusahaan periklanan luar ruang (OOH) yang juga berstatus Real Estate Investment Trust (REIT) dengan dividen yang menggiurkan.
Lamar Advertising menarik perhatian Buffett karena posisinya sebagai pemain dominan di industri periklanan luar ruang, status REIT yang mengharuskan pembagian dividen tinggi, stabilitas industri OOH meskipun ada perkembangan digital, dan fundamental keuangan yang kokoh. Dengan pangsa pasar yang dominan dan pendapatan yang konsisten meningkat, Lamar menawarkan stabilitas jangka panjang dan aliran dividen yang menarik bagi investor.