YouTube luncurkan fitur blokir Shorts, orang tua bisa cegah anak doom scrolling

YouTube kini menghadirkan solusi inovatif bagi para orang tua yang khawatir akan kebiasaan anak-anak mereka terhadap video pendek. Melalui peluncuran fitur baru YouTube, platform ini memungkinkan orang tua untuk lebih ketat mengawasi dan mengelola waktu layar anak agar terhindar dari kecanduan menggulirkan (scrolling) video pendek di laman Shorts. Kebiasaan ini, yang dikenal sebagai doom scrolling, telah menjadi perhatian serius di era digital saat ini.

Advertisements

Dampak dari doom scrolling pada anak-anak tidak boleh diremehkan. Dilansir dari Halodoc, kebiasaan ini berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan mental anak, seperti kecemasan, depresi, perilaku agresif, bahkan dapat menciptakan memori buruk yang memengaruhi perkembangan mereka. Oleh karena itu, langkah YouTube ini menjadi sangat relevan dalam menjaga kesejahteraan digital anak.

Menyadari pentingnya tontonan yang bijak, YouTube secara resmi mengumumkan penambahan kontrol tambahan yang dirancang khusus untuk membantu keluarga. “Orang tua kini dapat membantu remaja lebih bijak dalam menonton,” demikian pernyataan yang disampaikan perusahaan melalui laman resminya, yang dikutip pada Senin (19/1). Pernyataan ini menegaskan komitmen YouTube terhadap lingkungan digital yang lebih sehat dan aman.

Fitur baru YouTube ini memberikan fleksibilitas penuh kepada orang tua dalam mengatur batasan waktu menonton Shorts. Pilihan yang tersedia sangat beragam, mulai dari memblokir total (nol menit), 15 menit, 30 menit, 45 menit, satu jam, dua jam, hingga membiarkannya “off” atau tidak dibatasi sama sekali. Dengan demikian, orang tua memiliki kendali penuh untuk menyesuaikan durasi tayangan Shorts sesuai kebutuhan dan usia anak.

Advertisements

Secara praktis, fitur ini memungkinkan orang tua untuk sepenuhnya memblokir akses Shorts ketika anak menggunakan aplikasi YouTube, atau mengatur batas waktu menonton secara spesifik. Ini adalah langkah proaktif yang signifikan untuk mencegah anak-anak terjebak dalam lingkaran kecanduan menggulir video pendek dan memastikan pengalaman digital yang lebih seimbang.

YouTube mengklaim bahwa ini adalah fitur pertama di industri yang memberikan kendali penuh dan fleksibilitas kepada orang tua atas jumlah konten berdurasi pendek yang ditonton oleh anak-anak mereka. Klaim ini menyoroti inovasi dan kepeloporan YouTube dalam menyediakan alat pengawasan digital yang komprehensif dan efektif.

Selain pembatasan waktu Shorts, YouTube juga memperkenalkan fitur pengawasan anak lain yang tak kalah penting. Untuk akun yang diawasi, orang tua kini dapat mengatur pengingat waktu tidur dan istirahat khusus bagi remaja. Penambahan ini semakin memperkuat alat bantu yang tersedia bagi orang tua dalam mengelola kebiasaan digital anak secara menyeluruh di platform video online ini.

Cara Membatasi hingga Blokir Shorts

Untuk memanfaatkan fitur pembatasan hingga pemblokiran Shorts ini, ada prasyarat penting: orang tua perlu memberikan akses YouTube kepada anak menggunakan akun yang sama. Idealnya, disarankan agar orang tua memiliki alamat email khusus yang aksesnya tidak diketahui oleh anak, demi menjaga privasi dan kontrol penuh atas pengaturan.

Setelah akun YouTube yang sama digunakan, langkah-langkah untuk mengatur fitur ini sangat mudah:

  • Buka profil akun YouTube Anda.
  • Masuk ke menu Pengaturan (Setting).
  • Pilih opsi Manajemen Waktu (Time Management).
  • Aktifkan fitur pengingat waktu tidur dan sesuaikan pengaturannya sesuai keinginan.
  • Aktifkan fitur pengingat istirahat khusus dan pilih durasi waktu yang dibutuhkan.
  • Aktifkan Batas Umpan Shorts (Shorts Feed Limits) dan tentukan batasan waktu sesuai preferensi Anda.

Sebagai alternatif atau pelengkap untuk kontrol orang tua yang lebih komprehensif, orang tua juga dapat mempertimbangkan penggunaan paket YouTube Family, yang memungkinkan kontrol terpusat melalui akun Google khusus. Selain itu, aplikasi Google Family Link juga bisa dimanfaatkan untuk mengelola akses YouTube dan aplikasi lainnya sesuai dengan kebutuhan pengawasan anak secara lebih luas.

Advertisements