11 jembatan Bailey di Aceh rampung 100%, 15 titik lain dikebut

Provinsi Aceh kini bisa bernapas lega. Sebanyak 11 unit jembatan bailey strategis telah berhasil dirampungkan sepenuhnya, memulihkan konektivitas vital antar wilayah yang sebelumnya terputus akibat dampak parah banjir bandang dan longsor. Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan penuh dan kerja keras personel Kodam Iskandar Muda (IM), yang sigap membantu dalam proses pembangunan kembali infrastruktur penting ini.

Advertisements

Berdasarkan keterangan tertulis dari Badan Komunikasi Pemerintah yang dirilis pada Minggu (11/1), hingga Sabtu (10/1) tercatat bahwa lima dari sebelas jembatan bailey yang selesai tersebut berlokasi di Kabupaten Bireuen. Kelimanya meliputi Jembatan Teupin Mane, Jembatan Teupin Reudeup, Jembatan Jeumpa/Cot Bada, Jembatan Matang Bangka, dan Jembatan Kutablang. Masing-masing jembatan ini memiliki peran krusial dalam menghubungkan kembali jalur-jalur utama.

Secara spesifik, Jembatan Teupin Mane kini kembali membuka akses pada ruas Bireuen–Bener Meriah–Takengon, jalur penting yang menghubungkan tiga kabupaten. Sementara itu, Jembatan Teupin Reudeup berfungsi sebagai penghubung utama antara Bireuen dan Lhokseumawe, memfasilitasi pergerakan warga dan distribusi logistik. Kemudian, Jembatan Jeumpa/Cot Bada memperkuat jalur Peudada–Bireuen, sedangkan Jembatan Matang Bangka secara spesifik menghubungkan Gampong Matang Bangka dengan Matang Teungoh. Tak ketinggalan, Jembatan Kutablang turut berperan vital dalam menjaga konektivitas antara Bireuen dan Lhokseumawe.

Selain di Bireuen, enam jembatan bailey lainnya yang telah tuntas dibangun tersebar di dua kabupaten lainnya, yakni Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Utara. Di Kabupaten Bener Meriah, tiga jembatan yang berhasil diselesaikan adalah Jembatan Weh Pase, yang menjadi penghubung penting antara Aceh Utara dan Bener Meriah, serta Jembatan Timang Gajah dan Jembatan Jamur Ujung 1 yang keduanya terletak pada jalur strategis Bireuen–Bener Meriah–Takengon. Kehadiran jembatan-jembatan ini sangat vital untuk mobilitas dan perekonomian lokal.

Advertisements

Bergeser ke Kabupaten Aceh Utara, tiga jembatan bailey yang kini sudah beroperasi penuh adalah Jembatan Panton Nisam di Jalan Aceh Utara, Jembatan Bukit Dara Bhaktya yang mengintegrasikan Kecamatan Bhaktya dan Lhoksukon, serta Jembatan Beutong Ateuh yang menghubungkan jalur Takengon–Nagan Raya. Penyelesaian jembatan-jembatan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memulihkan dan meningkatkan infrastruktur pasca-bencana di seluruh penjuru Provinsi Aceh.

Meskipun sebelas jembatan telah rampung, upaya rehabilitasi dan pembangunan infrastruktur masih terus berlanjut. Pemerintah, dengan dukungan tak henti dari personel TNI, tengah mempercepat penyelesaian 15 jembatan bailey tambahan di berbagai titik. Progres signifikan telah ditunjukkan oleh beberapa proyek, di antaranya Jembatan Jamur Ujung 2 yang sudah mencapai 70 persen penyelesaian, Jembatan Bener Kelipah dengan kemajuan 89 persen, serta Jembatan Wehni Rongka yang kini berada pada tahap 65 persen rampung. Pembangunan ini menjadi prioritas untuk memastikan pemulihan total aksesibilitas dan keamanan bagi masyarakat Aceh.

Advertisements