20 Ribu Pasukan Indonesia: Kunci Perdamaian di Gaza?

Indonesia siap mengerahkan sebanyak 20.000 personel pasukan perdamaian ke Palestina, sebuah angka yang signifikan dan disebut sebanding dengan jumlah personel militer aktif Israel di wilayah tersebut. Meskipun pemerintah belum mengungkap alasan strategis di balik pemilihan angka 20.000 personel ini, jika direalisasikan, jumlah pasukan dari RI tersebut berpotensi menyaingi kekuatan militer aktif Israel yang berada di Palestina.

Advertisements

Menurut data yang pernah dibagikan oleh Gaza War Unit Tracker, sebuah akun Twitter yang rutin mengungkap informasi invasi Israel di Palestina, dan dikutip dari France 24, pasukan Israel di wilayah pendudukan Palestina pada tahun 2024 terdiri dari dua jenis. Pertama, prajurit tempur aktif Israel yang mencapai hampir 15.000 orang. Mereka tersebar di beberapa lokasi penting: 10.000 personel di sekitar Gaza, 2.500 personel di wilayah perbatasan utara, dan 2.500 orang di Tepi Barat.

Kategori kedua adalah pasukan cadangan Israel yang berjumlah sekitar 26.000 personel. Saat itu, sebagian besar dari mereka dimobilisasi dalam peran tempur aktif dan dikerahkan di Tepi Barat. Pihak Israel sendiri menolak berkomentar mengenai jumlah spesifik pasukannya di Palestina. Estimasi angka personel Israel ini diduga melampaui jumlah pejuang Hamas di Gaza saat ini. Mengutip BBC, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) memperkirakan jumlah pejuang Hamas mencapai 3.000 orang, sementara Hamas mengklaim memiliki 5.000 pejuang.

Baca juga:

  • Prabowo: Indonesia Siap Kirimkan Pasukan Perdamaian ke Gaza
  • Baret Biru Indonesia Jaga Perdamaian Timur Tengah
  • Sejarah Pasukan Perdamaian RI, Diusulkan Prabowo Dikirim ke Ukraina
Advertisements

Partisipasi di UNIFIL

Kesiapan Indonesia untuk mengirimkan pasukan perdamaian dalam skala besar ke Palestina bukanlah tanpa pengalaman. Sejak tahun 2006, Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah secara rutin mengirimkan Kontingen Garuda (KONGA) sebagai bagian dari Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL), yang berlokasi dekat dengan perbatasan dengan Palestina.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menegaskan hal ini saat melepas 1.090 personel Satuan Tugas (Satgas) KONGA untuk misi perdamaian UNIFIL di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta, pada Rabu (9/4/2025). “Keterlibatan Indonesia dalam misi UNIFIL dimulai dengan pengiriman Kontingen Garuda XXIII-A ke Lebanon tahun 2006 dan sejak saat itu Kontingen Garuda TNI telah membangun tradisi sebagai kontingen perdamaian berprestasi di misi UNIFIL,” ujar beliau.

Tradisi prestasi tersebut juga dilengkapi dengan kontribusi personel terbesar. Per Agustus 2025, kontingen perdamaian Indonesia di UNIFIL menjadi yang terbanyak dengan total 1.256 personel. Personel TNI di UNIFIL tahun 2025 ini terbagi dalam 6 Satgas KONGA, yaitu:

– Satgas Batalyon Mekanis (Yonmek) TNI Konga XXIII-S

– Satgas Force Headquarters Support Unit (FHQSU) TNI Konga XXVI-Q

– Satgas Military Police Unit (MPU) TNI Konga XXV-Q

– Satgas Military Community Outreach Unit (MCOU) Konga XXX-O

– Satgas Civil Military Coordination (CIMIC) TNI Konga XXXI-O

– Satgas Tim Kesehatan TNI Konga XXIX-P Level 1+ Hospital UNIFIL TA 2025, serta personel Militer Observers/Military Staff UNIFIL

Lebih jauh lagi, Indonesia juga tercatat berkontribusi signifikan dalam hal personel pada pasukan perdamaian PBB secara keseluruhan. Data per Maret 2025 menunjukkan bahwa Indonesia menduduki peringkat kelima global dengan 2.747 personel. Angka ini menegaskan posisi RI sebagai salah satu kontributor utama, meskipun Nepal masih menjadi kontributor terbesar dengan 6.124 personel.

Ringkasan

Indonesia menyatakan kesiapannya untuk mengirimkan 20.000 personel pasukan perdamaian ke Palestina, jumlah yang signifikan dan berpotensi menyaingi kekuatan militer aktif Israel di wilayah tersebut. Data menunjukkan bahwa pasukan tempur aktif Israel di wilayah pendudukan Palestina diperkirakan berjumlah sekitar 15.000 personel, sementara pasukan cadangan berjumlah sekitar 26.000 personel.

Indonesia memiliki pengalaman dalam misi perdamaian, terutama melalui partisipasi rutin dalam UNIFIL di Lebanon sejak tahun 2006, dengan mengirimkan Kontingen Garuda (KONGA). Bahkan, pada Agustus 2025, kontingen perdamaian Indonesia di UNIFIL menjadi yang terbesar dengan 1.256 personel. Secara global, Indonesia juga merupakan salah satu kontributor utama pasukan perdamaian PBB.

Advertisements