PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), emiten kendaraan listrik dari Grup Bakrie, secara signifikan merevisi target penambahan modal melalui skema hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Perusahaan kini berencana untuk menerbitkan hingga 25 miliar saham baru, meningkat dari target sebelumnya yang dipatok sebanyak 21,87 miliar saham baru. Langkah ini menunjukkan ambisi VKTR untuk memperkuat struktur permodalan dan memacu pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia.
Pengumuman penting ini disampaikan melalui keterbukaan informasi bursa pada Jumat (24/4) malam. VKTR menyatakan bahwa rencana rights issue yang direvisi ini akan diajukan untuk mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 19 Mei 2026. Ini menjadi momentum krusial bagi perseroan untuk mendapatkan restu pemegang saham demi mewujudkan target ekspansinya.
Manajemen VKTR menegaskan, “Perseroan bermaksud untuk menerbitkan sebanyak-banyaknya 25.000.000.000 saham baru,” seperti yang dikutip pada Sabtu (25/4). Meskipun demikian, rencana ambisius ini masih bersifat usulan dan sangat bergantung pada persetujuan dari pemegang saham serta pernyataan efektif yang akan dikeluarkan oleh otoritas pasar modal. Keterlibatan dan dukungan investor akan menjadi penentu utama kelancaran aksi korporasi ini.
Menurut keterangan manajemen, seluruh saham baru yang akan diterbitkan berasal dari portepel perusahaan dan direncanakan akan dicatatkan secara resmi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Setelah diterbitkan, saham-saham tersebut akan memiliki hak yang setara dengan saham lama, termasuk hak atas dividen, memastikan kesetaraan bagi seluruh pemegang saham yang berpartisipasi.
Pelaksanaan aksi korporasi strategis ini tunduk pada sejumlah persyaratan ketat. Di antaranya adalah persetujuan mayoritas dari pemegang saham, penyampaian pernyataan pendaftaran kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta perolehan pernyataan efektif dari lembaga tersebut. Perseroan memproyeksikan seluruh proses ini dapat tuntas pada kuartal III-2026, asalkan semua tahapan prasyarat dapat terpenuhi dengan baik.
Terkait penggunaan dana, manajemen menjelaskan bahwa “Dana yang diperoleh dari hasil PMHMETD ini, setelah dikurangi biaya-biaya terkait, akan dialokasikan untuk penambahan modal kerja perseroan dan penyertaan modal ke perusahaan anak.” Hal ini bertujuan konkret untuk mendukung dan mendorong pengembangan bisnis baik Perseroan maupun perusahaan anak di masa mendatang, terutama dalam segmen kendaraan listrik.
Selain itu, VKTR juga tidak menutup kemungkinan adanya penyesuaian dalam penggunaan dana, disesuaikan dengan dinamika kondisi pasar dan prioritas kebutuhan bisnis yang berkembang. Detail final mengenai alokasi penggunaan dana secara lebih terperinci akan diuraikan dalam prospektus resmi yang akan dipublikasikan setelah pernyataan efektif dari otoritas diperoleh, memberikan transparansi penuh kepada investor.
Dari perspektif fundamental, VKTR sangat optimistis bahwa aksi korporasi ini akan membawa dampak positif yang signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Manajemen meyakini bahwa langkah ini adalah investasi strategis untuk mendorong pertumbuhan pendapatan, meningkatkan profitabilitas, dan menjamin prospek usaha perseroan yang berkelanjutan di masa depan.
Peningkatan ekuitas yang signifikan melalui penerbitan saham baru ini diharapkan akan memperkokoh struktur permodalan VKTR, sehingga mampu menopang rencana ekspansi jangka panjang. Penguatan ini sangat krusial, terutama dalam fokus utama perseroan, yaitu pengembangan dan inovasi di industri kendaraan listrik, yang merupakan sektor dengan potensi pertumbuhan masif.
Meskipun demikian, ada potensi risiko yang perlu dicermati. Aksi korporasi ini berpotensi menimbulkan dilusi bagi pemegang saham yang memilih untuk tidak mengambil bagian dalam HMETD. VKTR memperkirakan tingkat dilusi maksimal yang mungkin terjadi dapat mencapai sekitar 36,36% bagi pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya, sebuah faktor penting bagi investor untuk dipertimbangkan.
Dengan strategi ambisius ini, VKTR berharap dapat memperkuat fundamental keuangan, sekaligus mempercepat laju ekspansi bisnis di sektor kendaraan listrik. Langkah ini selaras dengan tren global dan meningkatnya kebutuhan akan mobilitas berbasis energi bersih di Indonesia, memposisikan VKTR sebagai pemain kunci dalam transisi energi di sektor transportasi.