Dapat masukan dari Bahlil, Prabowo akan setop impor solar tahun depan


Presiden Prabowo Subianto mengumumkan target ambisius untuk kemandirian energi Indonesia. Mulai tahun depan, Indonesia dipastikan tidak akan lagi mengimpor solar dari luar negeri. Tak hanya itu, dalam kurun waktu empat tahun ke depan, negara ini juga diharapkan mampu menghentikan impor bensin, menandai langkah besar menuju swasembada energi nasional.

Advertisements

Pernyataan penting ini disampaikan oleh Prabowo setelah menerima laporan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahalia. Dalam pengarahannya kepada para Kepala Daerah se-Papua dan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua di Istana Merdeka Jakarta pada Selasa (16/12), Prabowo menegaskan komitmennya. “Mulai tahun depan, Menteri ESDM melaporkan kepada saya bahwa kita tidak akan mengimpor solar lagi dari luar negeri. Kita berharap dalam empat tahun kita juga bisa tidak mengimpor bensin dari luar,” ujar Presiden Prabowo, menggarisbawahi urgensi target tersebut.

Untuk merealisasikan visi swasembada energi ini, Prabowo juga memberikan instruksi khusus. Ia memerintahkan penanaman kelapa sawit secara masif di Papua guna mendorong produksi bahan bakar minyak (BBM) berbasis nabati atau biodiesel. Lebih lanjut, pengembangan tebu dan singkong juga menjadi prioritas sebagai bahan baku utama untuk etanol. Langkah strategis ini diharapkan menjadi katalisator bagi tercapainya kemandirian energi nasional dalam lima tahun mendatang. “Kita berharap di daerah Papua harus ditanam kelapa sawit supaya bisa menghasilkan BBM dari kelapa sawit. Juga tebu dan singkong untuk menghasilkan etanol,” jelasnya.

Strategi penanaman kelapa sawit, tebu, dan singkong di Papua ini dinilai Prabowo akan memberikan dampak ekonomi signifikan, terutama dalam menghemat anggaran negara. Anggaran yang selama ini terkuras untuk belanja subsidi maupun impor BBM yang saat ini ditaksir mencapai Rp 520 triliun per tahun, dapat dialihkan untuk sektor pembangunan lain. Pengurangan ketergantungan pada impor energi akan memperkuat stabilitas fiskal negara.

Advertisements

Menteri Pertahanan periode 2019-2024 itu meyakini bahwa Papua memiliki potensi sumber energi yang sangat besar dan belum tergarap optimal. Ia menginformasikan bahwa Kementerian ESDM telah merancang kebijakan komprehensif agar daerah-daerah di Papua dapat menikmati manfaat penuh dari energi yang diproduksi di wilayahnya. Selain itu, pemerintah juga akan memprioritaskan pemanfaatan energi terbarukan, seperti tenaga surya dan tenaga air, khususnya untuk wilayah-wilayah sulit dan terpencil. “Ini semua agar ada kemandirian di setiap daerah. Kalau ada tenaga surya dan tenaga air, tidak perlu mengirim BBM mahal-mahal dari daerah lain,” tutup Prabowo, menyoroti pentingnya kemandirian energi berbasis kearifan lokal.

Baca juga:

  • Prabowo Perintahkan Penanaman Sawit, Tebu, Singkong di Papua untuk BBM Nabati
  • Pelonggaran Syarat Pembelian BBM Subsidi di Aceh Diperpanjang hingga Natal
  • Konsumsi LPG, Avtur, dan BBM Diproyeksi Melonjak Selama Nataru

Advertisements