
Babaumma, JAKARTA – PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), emiten terkemuka dari Grup Sinar Mas, berhasil mengukuhkan dominasinya sebagai pemimpin utama atau top leaders IHSG sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan performa impresif dengan kenaikan signifikan sebesar 22,13% sepanjang tahun 2025. Pada penutupan perdagangan terakhir tahun tersebut, tepatnya Selasa, 30 Desember 2025, IHSG berada di level 8.646,93.
Perjalanan IHSG sepanjang 2025 tidak selalu mulus, meski berhasil mencetak rekor. Indeks ini sempat mencapai level tertinggi sepanjang sejarah atau all time high (ATH) di angka 8.711 pada 8 Desember 2025. Namun, di sisi lain, IHSG juga menghadapi tantangan, dengan sempat terperosok ke level terendah 5.996 pada 8 April 2025, sebelum akhirnya kembali menguat di akhir tahun.
Pencapaian positif IHSG tersebut tak lepas dari kontribusi vital sejumlah saham top leaders yang menjadi pendorong utama pada tahun 2025. Deretan emiten ini termasuk PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), PT DCI Indonesia Tbk. (DCII), PT Barito Pacific Tbk. (BRPT), PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS), PT MD Entertainment Tbk. (FILM), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), PT Astra International Tbk. (ASII), PT Mora Telekomunikasi Indonesia Tbk. (MORA), PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), dan PT Petrosea Tbk. (PTRO).
Secara lebih spesifik, saham DSSA menjadi bintang utama dengan membukukan kenaikan fantastis sebesar 172,97% sepanjang tahun 2025, menempatkan harganya di level Rp101.000 per saham. Kontribusi signifikan ini terlihat dari sumbangsih DSSA sebesar 246,67 poin terhadap total kenaikan IHSG.
: Buana Lintas (BULL) Buka Suara Soal Rumor Akuisisi oleh Grup Sinarmas
Keberhasilan DSSA di tahun 2025 bukanlah pencapaian sesaat. Emiten ini juga telah mengukuhkan posisinya sebagai top leaders IHSG pada tahun sebelumnya, 2024. Data BEI menunjukkan, saham DSSA melonjak hingga 362,50% pada 2024, memberikan kontribusi sebesar 102,59 poin terhadap kinerja IHSG.
Konsistensi performa yang luar biasa ini menjadikan saham DSSA, bagian dari Grup Sinar Mas, sebagai top leaders IHSG selama dua tahun berturut-turut, sebuah capaian yang patut diperhitungkan di pasar modal.
Dian Swastatika Sentosa Tbk – TradingView
Menjelang akhir tahun, DSSA kembali menjadi sorotan dengan rencana strategis terbarunya. Perseroan akan melangsungkan merger antara PT Eka Mas Republik (EMR) atau MyRepublic Indonesia dengan PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA). Nantinya, Moratelindo akan menjadi entitas yang bertahan dan secara resmi berganti nama menjadi PT Ekamas Mora Republik Tbk.
Krisnan Cahya, selaku Presiden Direktur PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), menjelaskan bahwa merger ini adalah langkah strategis penting dalam mendorong agenda transformasi digital di Indonesia.
“Saya yakin merger ini akan menjadi pilar penting untuk mendukung agenda digital Indonesia dalam mempercepat dan memeratakan ekosistem digital di tanah air. Dengan memperkuat jangkauan jaringan serta peluncuran berkelanjutan, kita dapat memajukan ekosistem digital lokal yang inklusif dan berkelanjutan,” tegas Krisnan dalam pernyataan resminya, Kamis, 18 Desember 2025.
Di luar aksi korporasi tersebut, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) juga memperluas jejaknya di sektor operasional dengan resmi memasuki bisnis panas bumi. Langkah strategis ini diwujudkan melalui kemitraan dengan First Gen, sebuah perusahaan energi terkemuka dari Filipina.
Kolaborasi ini berfokus pada pengembangan dan pengelolaan sumber daya panas bumi dengan total potensi gabungan mencapai sekitar 440 Megawatt (MW).
Potensi panas bumi DSSA ini tersebar di enam wilayah strategis, meliputi Jawa Barat, Flores, Jambi, Sumatra Barat, dan Sulawesi Tengah.
Ekspansi DSSA ke bisnis EBT merupakan bagian dari strategi diversifikasi yang lebih luas, guna memperbesar kontribusi pendapatan dari segmen non-batu bara. Meskipun saat ini kinerja DSSA masih sangat didukung oleh segmen batu bara, perseroan berupaya keras untuk meningkatkan peran bisnis lain seperti EBT dan teknologi, yang kontribusinya masih relatif minim.
Saham DCII hingga ASII
Di luar performa cemerlang DSSA, posisi kedua dalam daftar top leaders IHSG berhasil direbut oleh saham DCII, yang melesat impresif hingga 375,06%. Mengikuti jejak emiten data center milik Toto Sugiri ini, terdapat saham BRPT yang juga melejit 255,43%, disusul oleh BRMS yang melambung 217,92%. Tidak ketinggalan, TLKM menunjukkan penguatan sebesar 28,41% dan ASII terapresiasi 36,73%.
Namun, di tengah euforia kenaikan, perjalanan IHSG menuju level yang lebih tinggi juga dihadapkan pada tekanan dari sejumlah saham top laggards pada tahun 2025. Emiten-emiten ini mencatatkan koreksi harga yang signifikan, di antaranya BBCA dengan penurunan -16,54%, BYAN -22,47%, AMMN -24,19%, BBRI -10,29%, BMRI -10,53%, hingga ICBP yang merosot 27,91% dan ADRO yang turun 25,51% sepanjang tahun 2025.
Berikut 10 Top Leaders IHSG pada 2025:
| Kode Saham | Kenaikan harga pada 2025 | Kontribusi terhadap IHSG |
|---|---|---|
| DSSA | 172.97% | 246.67 |
| DCII | 375.06% | 200.49 |
| BRPT | 255.43% | 147.1 |
| BRMS | 217.92% | 88.86 |
| FILM | 297.74% | 86.82 |
| TLKM | 28.41% | 85.18 |
| ASII | 36.73% | 77.99 |
| MORA | 2463.83% | 68.14 |
| BUMI | 210.17% | 62.08 |
| PTRO | 296.20% | 50.55 |
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.