
Tapanuli Selatan — Sebuah momen tak terduga terjadi saat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghentikan mendadak laju kendaraan kepresidenan dalam perjalanannya menuju Jembatan Bailey Sungai Garoga, Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan pada hari Rabu, 31 Desember. Tindakan spontan ini menunjukkan perhatian langsung Presiden terhadap upaya penanganan bencana di daerah tersebut.
Presiden Prabowo memutuskan untuk turun dari kendaraannya dan menghampiri sejumlah personel kepolisian yang tengah gigih bertugas melakukan pencarian korban hilang. Para petugas ini, didukung anjing pelacak unit K-9, masih berjuang di lokasi bencana.
Dari rekaman video yang beredar luas, terlihat jelas momen ketika Presiden berinteraksi langsung dengan para personel. Dalam perbincangan tersebut, salah seorang anggota kepolisian melaporkan durasi penugasan mereka yang telah cukup lama di wilayah terdampak bencana, menunjukkan dedikasi luar biasa yang telah mereka berikan.
“Yang satu sudah 22 hari di Matauli, yang satu lagi 24 hari di Sibolga,” ungkap petugas tersebut, menggambarkan lamanya waktu mereka bertugas tanpa henti.
Mendengar laporan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi tulus. “Terima kasih semuanya,” ucapnya kepada jajaran polisi yang telah berkorban demi misi kemanusiaan ini.
Para personel merespons dengan sigap dan kompak, “Siap!” menegaskan kesiapan mereka untuk terus bertugas.
Prabowo kemudian menyalami satu per satu anggota kepolisian, tak lupa menanyakan daerah asal mereka. Terungkap bahwa para personel berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, seperti Flores (Nusa Tenggara Timur), Kabupaten Kepulauan Talaud (Sulawesi Utara), serta Manado, menunjukkan representasi kekuatan bangsa dalam setiap operasi.
Dengan penuh perhatian, Presiden juga tampak menepuk pundak salah satu personel sambil memastikan kondisi mereka tetap prima di tengah tugas berat. “Masih kuat?” tanya Prabowo, menunjukkan kepeduliannya terhadap kesejahteraan tim.
“Siap, masih kuat!” jawab para personel serentak, memancarkan semangat dan ketahanan mereka.
Pada kesempatan yang sama, warga setempat yang berkumpul di sekitar lokasi tampak begitu antusias menyambut kehadiran Presiden. Prabowo dengan ramah melayani permintaan warga untuk bersalaman, meraih tangan mereka satu per satu, sebelum kembali melanjutkan perjalanan agenda peninjauannya.
Setelah menyapa para petugas heroik dan masyarakat, Prabowo kembali menaiki kendaraan untuk melanjutkan kunjungan pentingnya menuju Jembatan Bailey yang vital di Sungai Garoga, Batang Toru.
Kunjungan ini merupakan bagian integral dari agenda Presiden untuk meninjau langsung wilayah terdampak bencana di Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. Peninjauan ini sekaligus menjadi penutup akhir tahun yang bermakna, memastikan bahwa seluruh proses pemulihan berjalan sesuai rencana, termasuk pembangunan jembatan darurat Bailey yang sangat dibutuhkan warga.
Sebelumnya, Presiden Prabowo bersama sejumlah menteri tiba di Bandar Udara Raja Sisingamangaraja XII atau Bandara Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara, sekitar pukul 11.40 WIB. Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan udara menggunakan helikopter Caracal menuju area PTPN IV di Tapanuli Selatan, sebelum akhirnya menempuh jalur darat yang menantang menuju lokasi jembatan.
Dalam kunjungan strategis ini, Presiden didampingi oleh beberapa pejabat negara penting, antara lain Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia.
Selain itu, turut hadir Kepala Staf TNI Angkatan Darat Maruli Simanjuntak, yang telah ditunjuk sebagai Komandan Satgas Jembatan Penanganan Dampak Bencana di Sumatra. Turut mendampingi pula Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, menegaskan keseriusan pemerintah dalam penanganan pascabencana.