Perdagangan perdana 2026: Investor asing net buy Rp 1,06 T, borong BUMI dan BRMS

Awal tahun 2026 dibuka dengan sentimen positif dari pasar modal Indonesia, ditandai oleh lonjakan aktivitas investor asing. Pada perdagangan hari perdana, Jumat (2/1), investor asing mencatatkan beli bersih (net buy) yang signifikan, mencapai Rp 1,06 triliun. Fokus utama pembelian mereka tertuju pada dua saham komoditas raksasa, yakni PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BMRS), yang menjadi incaran teratas.

Advertisements

Minat kuat terhadap sektor pertambangan terlihat jelas dari data Stockbit. Saham BUMI memimpin dengan volume beli bersih dari asing yang mencapai Rp 889,3 miliar, sementara BRMS juga tak kalah menarik perhatian dengan Rp 252,49 miliar. Respons pasar terhadap aksi borong ini pun instan; harga saham BUMI melonjak 14,75%, menutup perdagangan pada level Rp 420, dan BRMS ikut menguat 7,27% menjadi Rp 1.180 pada perdagangan kemarin.

Namun, euforia beli bersih pada saham komoditas diimbangi dengan strategi jual bersih pada sektor perbankan. Investor asing justru terpantau melepas sejumlah besar kepemilikan mereka di saham-saham bank raksasa. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi yang paling banyak dilego dengan nilai jual bersih Rp 366,69 miliar, diikuti oleh PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar Rp 83,79 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang mencatatkan jual bersih Rp 39,98 miliar.

Aksi jual bersih ini berdampak langsung pada pergerakan harga saham perbankan. Pada penutupan perdagangan kemarin, BBRI terkoreksi 0,55% ke level Rp 3.640, BBNI merosot lebih dalam sebesar 2,52% hingga mencapai Rp 4.260, sementara BBCA juga bergerak melemah 0,62% ke posisi Rp 8.025.

Advertisements

Terlepas dari tekanan pada saham perbankan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat signifikan, melaju 1,17% atau setara 101,19 poin, mencapai level 8.748 pada akhir perdagangan kemarin. Kinerja impresif IHSG ini sebagian besar didorong oleh performa cemerlang saham-saham di sektor teknologi yang secara kolektif melesat rata-rata 4,47%.

Beberapa emiten teknologi menjadi bintang di hari pertama perdagangan saham. Harga saham PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) melonjak tajam 7,81%, naik 5 poin ke level Rp 69. Tak kalah spektakuler, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) terbang 10% atau 20.000 poin, menyentuh Rp 220.000, dan PT WIR Asia Tbk (WIRG) juga menguat 4,26% menjadi Rp 98. Secara keseluruhan, optimisme pasar tercermin dari sembilan dari sebelas sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berhasil ditutup di zona hijau.

Aktivitas pasar modal secara keseluruhan sangat ramai. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, volume transaksi perdagangan sepanjang hari mencapai 51,04 miliar saham dengan frekuensi 3,12 juta kali. Kapitalisasi pasar tercatat melesat hingga Rp 16.043 triliun, didukung oleh total nilai transaksi yang mencapai Rp 22,21 triliun. Kondisi pasar yang positif juga terlihat dari jumlah saham yang menguat mencapai 479, mengungguli saham yang terkoreksi sebanyak 200, dan 131 saham lainnya stagnan.

Meskipun investor asing menunjukkan geliat beli bersih yang kuat, dominasi perdagangan saham pada hari tersebut tetap berada di tangan investor domestik, yang berkontribusi hingga 75% dari total transaksi. Adapun investor asing secara spesifik melakukan pembelian senilai Rp 6,14 triliun dan penjualan sebesar Rp 5,07 triliun, menegaskan peran mereka dalam pembentukan pasar.

Untuk memberikan gambaran lebih rinci, berikut adalah daftar 10 saham yang paling banyak diminati dan diborong oleh investor asing pada perdagangan saham hari perdana 2026:

  1. PT Bumi Resources Tbk (BUMI): Rp 889,3 miliar
  2. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BMRS): Rp 252,49 miliar
  3. PT Darma Henwa Tbk (DEWA): Rp 204,07 miliar
  4. PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI): Rp 99,6 miliar
  5. PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL): Rp 58,72 miliar
  6. PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO): Rp 51,08 miliar
  7. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA): Rp 49,66 miliar
  8. PT Panin Financial Tbk (PNLF): Rp 46,01 miliar
  9. PT Astra International Tbk (ASII): Rp 43,86 miliar
  10. PT Amman Mineral International Tbk (AMMN): Rp 36,84 miliar

Advertisements