Eastspring Indonesia ungkap strategi reksa dana saham pada 2026

Di tengah berbagai prediksi yang menyelimuti laju pasar saham Tanah Air, para manajer investasi profesional senantiasa berinovasi. Mereka meracik strategi jitu demi menghadirkan reksa dana saham yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga mampu melampaui kinerja indeks acuan. Upaya ini menjadi krusial dalam menarik minat investor yang mencari peluang pertumbuhan optimal.

Advertisements

Optimisme pasar turut diperkuat oleh pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat menyentuh angka 10.000 pada tahun ini. Proyeksi ambisius tersebut kembali digaungkan Purbaya dalam momen pembukaan perdagangan perdana pada Jumat, 2 Januari 2026, memberikan harapan baru bagi dinamika pasar saham domestik.

Salah satu entitas yang siap mengarungi tantangan ini adalah Eastspring Investments Indonesia. Sebagai salah satu manajer investasi terkemuka, Eastspring membagikan strategi kunci mereka dalam meracik reksa dana saham untuk tahun 2026. Fokus utama manajemen adalah mengalokasikan aset secara strategis pada sektor-sektor yang diyakini akan menuai keuntungan signifikan dari berbagai kebijakan pemerintah terbaru.

Meskipun tidak merinci sektor-sektor spesifik secara gamblang, Eastspring mengisyaratkan preferensinya. Mereka akan lebih banyak mengalokasikan aset pada segmen yang diuntungkan dari perbaikan likuiditas sektor keuangan, gelombang investasi hilir di sektor komoditas yang tengah menggeliat, serta potensi pemulihan kuat pada permintaan rumah tangga. Pendekatan ini menunjukkan kejelian dalam melihat peluang di tengah perubahan lanskap ekonomi.

Advertisements

Selain itu, peracikan reksa dana saham juga secara cermat memperhitungkan total keuntungan yang dapat diperoleh pemegang saham dari suatu emiten. Analisis mendalam terhadap potensi ini memungkinkan prediksi tingkat return yang lebih akurat, memberikan dasar yang kuat bagi keputusan investasi.

Liew Kong Qian, Head of Investment PT Eastspring Investments Indonesia, menegaskan pentingnya sinergi strategi ini. Beliau menyampaikan kepada Bisnis, “Kombinasi fokus strategi tersebut, didukung dengan pengelolaan portofolio yang aktif dan disiplin, menjadi kunci dalam mengupayakan kinerja yang kompetitif dan berpotensi melampaui indeks acuan.” Pernyataan yang dikutip pada Minggu, 4 Januari 2026 ini, menyoroti komitmen Eastspring terhadap kinerja unggul.

Lebih lanjut, strategi peracikan reksa dana saham Eastspring juga bersifat dinamis. Proses ini secara berkelanjutan mempertimbangkan kondisi pasar saham terkini, valuasi aset yang relevan, serta ketersediaan peluang investasi yang menjanjikan. Pendekatan fleksibel ini dirancang untuk memaksimalkan potensi investor dalam meraih return yang signifikan.

Melirik pada kinerja produknya, laporan Fund Fact Reksa Dana Saham Eastspring Investments Alpha Navigator Kelas C menunjukkan komposisi portofolio yang kuat. Setidaknya terdapat sepuluh saham dengan kepemilikan terbesar, antara lain ASII, BBCA, BMRI, BBNI, dan BBRI. Namun, sepanjang Januari hingga November 2025, kinerja reksa dana saham Alpha Navigator mencatatkan pertumbuhan moderat sebesar 1,46%.

Di sisi lain, Eastspring juga menawarkan pilihan reksa dana saham syariah. Produk ini memberikan eksposur kepada investor terhadap efek syariah yang diterbitkan oleh korporasi-korporasi terkemuka di China, Hong Kong, atau Taiwan. Menariknya, pada periode yang sama, kinerja reksa dana syariah ini menunjukkan penguatan yang impresif, mencapai 18,93%.

Lebih jauh lagi, ada juga reksa dana saham syariah yang berfokus pada investasi di bursa efek wilayah Asia Pasifik. Produk bernama Syariah Equity Islamic Asia Pacific USD ini berhasil mencatatkan penguatan luar biasa sebesar 60,81% dalam kurun waktu yang sama. Portofolio reksa dana ini diperkuat oleh saham-saham perusahaan raksasa seperti Alibaba Group Holding Ltd., Delta Electronics Inc., Xiaomi Corp, dan Samsung Electronics Co.

Secara keseluruhan, sepanjang tahun 2025, Eastspring telah menunjukkan pertumbuhan yang solid. Dana kelolaan (AUM) perusahaan meningkat signifikan sebesar 22,3%, mencapai total Rp72,7 triliun. Angka ini sejalan dengan pertumbuhan jumlah investor yang mencapai 9%, menandakan kepercayaan pasar yang terus meningkat terhadap Eastspring.

Kontribusi signifikan terhadap total dana kelolaan ini salah satunya datang dari reksa dana pendapatan tetap. Produk Reksa Dana IDR High Grade menyumbang sekitar Rp10 triliun, menunjukkan diversifikasi dan kekuatan Eastspring tidak hanya di segmen saham, tetapi juga di instrumen pendapatan tetap.

Menutup pernyataan, manajemen Eastspring menyatakan harapan besar. “Kami terus berharap bahwa dana kelolaan Eastspring Investments Indonesia akan terus bertambah,” ujarnya, merefleksikan optimisme perusahaan terhadap potensi pertumbuhan di masa mendatang.

Advertisements