Apa itu saham preferen? Ini 8 hal penting yang wajib investor tahu

Dalam lanskap investasi pasar modal yang dinamis, investor mengenal tidak hanya saham biasa, tetapi juga saham preferen yang hadir dengan karakteristik uniknya. Instrumen ini sering menjadi pilihan menarik bagi mereka yang mencari pendapatan lebih stabil disertai risiko yang relatif terkendali. Keistimewaan utama saham preferen terletak pada prioritas pembagian dividen dan hak klaim aset yang lebih tinggi dibanding saham biasa.

Advertisements

Perusahaan umumnya menerbitkan saham preferen untuk menarik investor dengan profil konservatif. Lantas, apa sebenarnya saham preferen itu, bagaimana ciri-cirinya, serta strategi investasi terbaiknya? Artikel ini akan mengupas tuntas instrumen ini secara ringkas dan mudah dipahami, memberikan panduan lengkap bagi Anda.

1. Definisi Saham Preferen dan Cara Kerjanya

Apa itu saham preferen? Saham preferen merupakan jenis saham istimewa yang memberikan hak khusus kepada pemiliknya, terutama dalam aspek pembagian dividen dan klaim atas aset perusahaan. Pemegang saham preferen menikmati posisi yang lebih aman dalam struktur permodalan karena mendapatkan prioritas pembayaran dividen, mendahului pemegang saham biasa.

Advertisements

Selain itu, saham preferen sering dijuluki sebagai instrumen hibrida. Hal ini karena ia secara unik memadukan karakteristik saham dan obligasi. Investor saham preferen tetap memiliki status sebagai pemilik perusahaan, namun sekaligus memperoleh dividen dengan jumlah tetap, layaknya bunga obligasi. Karakteristik ganda ini menjadikan saham preferen sangat menarik bagi investor yang memprioritaskan stabilitas pendapatan dan manajemen risiko yang ketat.

2. Ciri Utama Saham Preferen yang Perlu Dipahami Investor

Untuk memahami potensi penuh dari saham preferen, investor wajib mencermati karakteristik dasarnya. Ciri-ciri inilah yang menjadi fondasi pembeda antara saham preferen dan saham biasa, baik dari sisi hak yang melekat maupun potensi keuntungan yang ditawarkan. Dengan pemahaman mendalam ini, investor dapat menentukan apakah saham preferen selaras dengan kebutuhan dan tujuan investasi jangka panjang mereka.

Berikut adalah beberapa karakteristik utama saham preferen:

a. Dividen Tetap yang Telah Ditentukan Sejak Awal

Salah satu daya tarik utama saham preferen adalah pembayaran dividen dengan jumlah yang sudah ditetapkan sejak saham diterbitkan. Skema ini memungkinkan investor memiliki gambaran yang jelas dan terprediksi mengenai aliran pendapatan yang akan diterima secara berkala. Bagi investor yang mengutamakan kepastian arus kas, fitur ini menjadi keunggulan yang tidak bisa diabaikan.

b. Prioritas Pembagian Dividen Dibandingkan Saham Biasa

Pemegang saham preferen memiliki hak istimewa untuk menerima dividen lebih dahulu sebelum perusahaan membagikan laba kepada pemegang saham biasa. Prioritas ini memberikan lapisan perlindungan finansial tambahan, terutama saat kondisi keuangan perusahaan sedang tidak optimal atau laba terbatas. Dengan demikian, risiko tidak mendapatkan dividen menjadi jauh lebih kecil.

c. Hak Suara Terbatas atau Tidak Ada dalam RUPS

Kebanyakan saham preferen tidak menyertakan hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Ini berarti investor tidak memiliki peran langsung dalam pengambilan keputusan strategis perusahaan, seperti pemilihan direksi atau kebijakan operasional. Keterbatasan ini merupakan konsekuensi dari hak istimewa yang diperoleh, yaitu prioritas dividen dan klaim aset.

d. Posisi Klaim Aset Lebih Tinggi Saat Likuidasi

Apabila perusahaan mengalami likuidasi, pemegang saham preferen memiliki hak klaim aset yang lebih tinggi dibandingkan pemegang saham biasa. Meskipun demikian, perlu diingat bahwa posisi mereka masih berada di bawah kreditur dan pemegang obligasi. Struktur ini menempatkan saham preferen pada tingkat keamanan yang relatif lebih baik dalam skenario terburuk.

e. Fitur Konversi pada Jenis Saham Tertentu

Beberapa jenis saham preferen menawarkan fitur konversi, yang memungkinkan pemegangnya untuk menukar saham preferen menjadi saham biasa. Fitur ini membuka peluang bagi investor untuk berpartisipasi dalam potensi kenaikan harga saham biasa jika kinerja perusahaan membaik di masa depan. Namun, pelaksanaan konversi ini tunduk pada syarat dan rasio yang telah ditentukan sejak awal penerbitan.

Dengan semua karakteristik tersebut, saham preferen secara efektif menawarkan keseimbangan yang menarik antara stabilitas pendapatan dan perlindungan modal. Instrumen ini bukan dirancang untuk spekulasi jangka pendek, melainkan untuk investasi yang lebih terukur. Oleh karena itu, pemahaman yang komprehensif terhadap karakteristik ini adalah langkah awal yang krusial sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

3. Ragam Saham Preferen Beserta Skema Keuntungannya

Selain memahami karakteristik dasar, investor juga perlu mengenal berbagai jenis saham preferen yang beredar di pasar. Setiap jenis saham preferen memiliki ketentuan dividen dan hak yang berbeda, yang secara langsung memengaruhi tingkat risiko dan potensi imbal hasil yang dapat diterima oleh investor. Pemilihan jenis yang tepat sangat penting untuk mengoptimalkan strategi investasi Anda.

Berikut adalah jenis-jenis saham preferen yang umum ditemukan:

a. Saham Preferen Kumulatif

Saham preferen kumulatif menawarkan perlindungan pendapatan yang kuat. Apabila dividen tidak dibayarkan pada suatu periode karena alasan tertentu, dividen yang tertunda tersebut akan diakumulasikan. Dividen yang terakumulasi ini kemudian wajib dibayarkan di periode berikutnya, sebelum perusahaan dapat membagikan dividen kepada pemegang saham biasa. Skema ini memastikan investor memiliki kepastian pendapatan yang lebih tinggi.

b. Saham Preferen Non-Kumulatif

Berbeda dengan kumulatif, pada saham preferen non-kumulatif, dividen yang tidak dibayarkan pada suatu periode tidak akan diakumulasikan ke periode berikutnya. Ini berarti investor tidak memiliki hak untuk menuntut dividen yang terlewatkan tersebut. Oleh karena itu, jenis ini memiliki tingkat risiko yang sedikit lebih tinggi dalam hal kepastian pendapatan dibandingkan saham preferen kumulatif.

c. Saham Preferen Konvertibel

Saham preferen konvertibel memberikan pemegangnya opsi untuk mengubah saham preferen menjadi saham biasa. Proses konversi ini dilakukan sesuai dengan rasio dan jangka waktu yang telah disepakati pada awal penerbitan. Jenis saham ini sangat menarik bagi investor yang ingin mengamankan pendapatan tetap dari saham preferen, namun tetap memiliki potensi untuk meraih capital gain dari kenaikan harga saham biasa di masa depan.

d. Saham Preferen Partisipatif

Pemegang saham preferen partisipatif tidak hanya berhak menerima dividen tetap, tetapi juga berkesempatan mendapatkan tambahan dividen jika perusahaan mencapai tingkat laba tertentu. Lebih jauh lagi, investor juga dapat memperoleh bagian keuntungan ekstra saat pemegang saham biasa menerima dividen di atas batas yang telah ditentukan. Skema ini menawarkan potensi imbal hasil yang lebih besar dan lebih dinamis dibandingkan saham preferen biasa.

Mengenali beragam jenis saham preferen ini sangat krusial agar investor dapat memilih instrumen yang paling sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasi mereka. Setiap jenis memiliki keunggulan dan keterbatasannya masing-masing, sehingga penyesuaian yang cermat dengan strategi investasi pribadi adalah kunci keberhasilan.

4. Perbandingan Saham Preferen dan Saham Biasa dalam Investasi

Dalam dunia investasi, saham preferen dan saham biasa seringkali menjadi topik perbandingan karena keduanya merepresentasikan kepemilikan dalam suatu perusahaan. Namun, di balik kesamaan tersebut, terdapat perbedaan fundamental yang mencakup hak, tingkat risiko, dan potensi keuntungan. Memahami perbedaan mendasar ini adalah langkah vital bagi investor untuk menentukan strategi investasi yang paling tepat dan selaras dengan tujuan mereka.

Perbedaan utama antara saham preferen dan saham biasa meliputi aspek-aspek berikut:

a. Hak Dividen yang Diterima Investor

Pemegang saham preferen menikmati prioritas dalam pembayaran dividen dengan jumlah yang umumnya tetap. Sebaliknya, dividen saham biasa bersifat variabel, sangat bergantung pada kinerja laba perusahaan, dan tidak ada jaminan pembayaran. Dalam kondisi tertentu, pemegang saham biasa bahkan mungkin tidak menerima dividen sama sekali jika laba perusahaan terbatas.

b. Hak Suara dalam Pengambilan Keputusan

Saham biasa memberikan hak suara kepada pemiliknya dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), memungkinkan mereka untuk berpartisipasi dalam menentukan arah dan kebijakan perusahaan. Di sisi lain, saham preferen umumnya tidak memberikan hak suara tersebut, menempatkan investor pada posisi pasif dalam keputusan manajemen.

c. Potensi Capital Gain Jangka Panjang

Harga saham biasa memiliki potensi untuk meningkat secara signifikan seiring dengan pertumbuhan dan kesuksesan kinerja perusahaan, menawarkan peluang capital gain yang substansial. Sementara itu, saham preferen cenderung memiliki pergerakan harga yang lebih stabil dan kurang volatil, sehingga potensi capital gain-nya relatif lebih terbatas.

d. Tingkat Risiko yang Ditanggung Investor

Saham preferen dianggap memiliki tingkat risiko yang lebih rendah berkat prioritas dividen dan klaim aset saat likuidasi. Saham biasa, meskipun menawarkan potensi keuntungan lebih besar, menanggung risiko yang lebih tinggi karena berada di posisi terakhir dalam urutan klaim aset jika perusahaan bangkrut. Risiko ini sebanding dengan potensi imbal hasil yang lebih agresif.

e. Posisi Klaim Aset Saat Perusahaan Dilikuidasi

Dalam skenario likuidasi perusahaan, pemegang saham preferen menempati urutan klaim aset di atas pemegang saham biasa. Pemegang saham biasa hanya akan menerima sisa aset setelah seluruh kewajiban, termasuk klaim dari saham preferen, telah dipenuhi. Struktur hierarki ini secara signifikan memengaruhi tingkat keamanan investasi masing-masing jenis saham.

Perbedaan-perbedaan ini dengan jelas menunjukkan bahwa saham preferen dan saham biasa memiliki fungsi yang berbeda dalam portofolio investasi. Investor konservatif cenderung memilih saham preferen untuk stabilitas, sementara investor agresif lebih tertarik pada saham biasa untuk pertumbuhan. Kombinasi keduanya dapat menjadi strategi diversifikasi yang efektif untuk menciptakan portofolio yang seimbang dan resilient.

5. Alasan Saham Preferen Cocok untuk Investor Berprofil Konservatif

Saham preferen sering dipandang sebagai pilihan ideal bagi investor dengan profil risiko konservatif. Keunggulan yang ditawarkannya secara khusus berfokus pada stabilitas pendapatan dan perlindungan modal, menjadikannya aset defensif yang berharga dalam portofolio investasi. Inilah mengapa saham preferen kerap dimanfaatkan sebagai jangkar keamanan dalam strategi investasi.

Berikut adalah beberapa keunggulan utama saham preferen yang membuatnya sangat menarik bagi investor konservatif:

a. Pendapatan Dividen yang Stabil dan Terprediksi

Saham preferen menawarkan dividen dengan jumlah tetap yang dibayarkan secara rutin. Pola pembayaran yang konsisten ini sangat memudahkan investor dalam merencanakan arus kas dan kebutuhan keuangan mereka, terutama untuk jangka menengah. Dibandingkan saham biasa, ketidakpastian pendapatan pada saham preferen jauh lebih rendah, memberikan ketenangan finansial.

b. Prioritas Pembagian Dividen dari Perusahaan

Pemegang saham preferen memiliki hak yang tak tergoyahkan untuk menerima dividen lebih dahulu dibandingkan pemegang saham biasa. Prioritas ini menjadi sangat menguntungkan ketika perusahaan menghadapi keterbatasan laba, memastikan peluang investor untuk tetap memperoleh pendapatan jauh lebih besar. Ini adalah lapisan keamanan krusial yang tidak dimiliki saham biasa.

c. Risiko Fluktuasi Harga yang Relatif Lebih Rendah

Harga saham preferen cenderung lebih stabil di pasar dan tidak terlalu dipengaruhi oleh sentimen pasar yang fluktuatif. Pergerakannya tidak seagresif saham biasa, yang sering kali rentan terhadap gejolak. Stabilitas harga ini memberikan perlindungan lebih baik bagi investor dari volatilitas ekstrem, menjaga nilai investasi tetap pada jalurnya.

d. Karakter Hibrida antara Saham dan Obligasi

Saham preferen secara cerdik menggabungkan elemen kepemilikan saham dengan karakteristik pendapatan tetap layaknya obligasi. Investor tetap memiliki klaim kepemilikan terhadap perusahaan, namun yang paling utama adalah stabilitas pendapatan yang diperoleh. Ini menawarkan kombinasi unik antara potensi apresiasi moderat dan jaminan arus kas.

e. Efektif sebagai Penyeimbang Portofolio Investasi

Saham preferen dapat berperan sebagai elemen penyeimbang yang kuat dalam portofolio yang didominasi oleh saham biasa yang lebih volatil. Dengan memasukkannya, instrumen ini membantu menurunkan risiko keseluruhan portofolio, menciptakan stabilitas yang dibutuhkan. Strategi ini sangat efektif diterapkan terutama saat kondisi pasar sedang tidak menentu dan membutuhkan aset yang lebih defensif.

Dengan berbagai keunggulan ini, saham preferen membuktikan dirinya sebagai pilihan yang rasional dan kuat bagi investor konservatif. Instrumen ini tidak mengejar keuntungan agresif, melainkan mengedepankan kestabilan dan keamanan modal. Oleh karena itu, saham preferen sangat cocok untuk mendukung strategi investasi jangka menengah hingga panjang, terutama bagi mereka yang mengutamakan ketenangan dan pendapatan rutin.

6. Sejumlah Risiko Saham Preferen yang Perlu Diantisipasi

Meskipun saham preferen menawarkan stabilitas yang menggiurkan, penting untuk diingat bahwa tidak ada investasi yang sepenuhnya bebas risiko. Investor wajib memahami potensi risiko yang melekat pada saham preferen agar dapat mengelola ekspektasi dengan lebih realistis dan membuat keputusan investasi yang optimal. Tanpa pemahaman risiko yang memadai, keputusan investasi berpotensi kurang bijaksana.

Beberapa risiko utama saham preferen yang perlu diperhatikan secara seksama antara lain:

a. Risiko Likuiditas di Pasar Sekunder

Tidak semua saham preferen diperdagangkan secara aktif di pasar sekunder. Kondisi ini bisa menyulitkan investor yang ingin menjual saham mereka dalam waktu singkat. Akibatnya, proses pencairan dana dapat memakan waktu lebih lama atau bahkan memaksa investor menjual pada harga yang kurang menguntungkan jika likuiditas pasar sedang rendah.

b. Keterbatasan Hak Suara dalam Perusahaan

Seperti yang telah disebutkan, pemegang saham preferen umumnya tidak memiliki hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Ini berarti investor tidak dapat terlibat atau memengaruhi kebijakan strategis perusahaan. Keterbatasan ini adalah kompromi yang harus diterima sebagai gantinya prioritas dividen dan klaim aset yang mereka nikmati.

c. Sensitivitas Terhadap Perubahan Suku Bunga

Saham preferen memiliki sensitivitas terhadap pergerakan suku bunga. Kenaikan suku bunga pasar dapat mengurangi daya tarik saham preferen, terutama yang menawarkan dividen tetap. Investor mungkin cenderung beralih ke instrumen berbunga tetap lainnya yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi. Dampaknya, harga saham preferen di pasar bisa mengalami tekanan penurunan.

d. Risiko Penundaan atau Penghentian Dividen

Dalam kondisi keuangan yang sangat menantang, perusahaan masih memiliki kemungkinan untuk menunda atau bahkan menghentikan pembayaran dividen. Terutama pada saham preferen non-kumulatif, dividen yang terlewatkan tidak dapat ditagih kembali di masa depan. Risiko ini secara langsung memengaruhi pendapatan yang diandalkan oleh investor.

e. Potensi Capital Gain yang Terbatas

Berbeda dengan saham biasa yang bisa mengalami lonjakan harga signifikan seiring pertumbuhan perusahaan, harga saham preferen jarang sekali mengalami apresiasi yang agresif. Instrumen ini kurang cocok bagi investor yang secara utama mengejar pertumbuhan modal cepat (capital gain) agresif. Fokus utamanya tetap pada perolehan pendapatan dividen yang stabil.

Meskipun memiliki kelemahan, risiko-risiko tersebut harus dipertimbangkan secara matang sebelum berinvestasi. Saham preferen bukanlah instrumen tanpa celah, namun risiko-risikonya tergolong terukur dan umumnya lebih rendah jika dibandingkan dengan saham biasa, asalkan investor memahami profilnya dengan baik.

7. Berbagai Cara Memperoleh Saham Preferen Secara Resmi

Untuk berinvestasi secara aman dan sesuai regulasi, saham preferen dapat diperoleh melalui beberapa jalur resmi yang diatur dalam pasar modal. Investor perlu memahami setiap metode ini agar proses investasi berjalan lancar, mematuhi hukum, dan meminimalkan risiko administratif maupun finansial. Pemilihan cara yang tepat juga esensial untuk keselarasan dengan profil investor.

Berikut adalah beberapa cara umum untuk mendapatkan saham preferen:

a. Melalui Perusahaan Sekuritas

Cara paling umum adalah dengan membuka rekening efek pada perusahaan sekuritas yang telah terdaftar dan diawasi ketat oleh otoritas pasar modal, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Setelah rekening aktif, investor dapat dengan mudah membeli saham preferen yang diperdagangkan di pasar. Proses ini menjamin perlindungan hukum karena setiap transaksi tercatat secara resmi dan transparan.

b. Penawaran Umum Perdana (IPO)

Beberapa perusahaan besar menawarkan saham preferen sebagai bagian dari Penawaran Umum Perdana (IPO) mereka saat pertama kali melantai di bursa. Kesempatan ini umumnya bersifat terbatas dan hanya tersedia pada periode tertentu. Investor yang berminat harus mempelajari prospektus secara menyeluruh untuk memahami detail penawaran sebelum memutuskan untuk berpartisipasi.

c. Pembelian di Pasar Sekunder

Saham preferen yang telah tercatat dan diperdagangkan dapat dibeli melalui pasar sekunder, yaitu bursa saham. Harga saham di pasar sekunder ditentukan oleh mekanisme permintaan dan penawaran dari para pelaku pasar. Tingkat likuiditas saham preferen di pasar sekunder sangat bergantung pada minat investor dan volume perdagangan yang terjadi.

d. Program Konversi Saham

Beberapa perusahaan mungkin menawarkan program konversi yang memungkinkan pemegang saham biasa untuk menukar sahamnya menjadi saham preferen, atau sebaliknya. Skema ini biasanya disertai dengan syarat dan rasio konversi yang spesifik dan telah ditentukan. Investor perlu memahami ketentuan tersebut secara detail untuk menghindari kesalahpahaman atau kerugian.

e. Melalui Reksa Dana

Bagi investor pemula atau yang menginginkan pendekatan lebih praktis, memiliki eksposur terhadap saham preferen bisa dilakukan melalui produk reksa dana. Manajer investasi yang profesional akan mengelola pemilihan instrumen, termasuk saham preferen, dalam portofolio reksa dana. Cara ini cocok bagi mereka yang ingin berinvestasi tanpa harus melakukan analisis pasar secara mandiri.

Dengan memahami berbagai jalur perolehan ini, investor dapat memilih metode yang paling sesuai dengan preferensi, pengalaman, dan tingkat kenyamanan risiko mereka. Setiap cara memiliki karakteristik dan implikasi yang berbeda, sehingga penyesuaian yang cermat dengan profil investor adalah kunci untuk memulai investasi saham preferen yang efektif.

8. Pendekatan Investasi Saham Preferen Agar Lebih Optimal

Investasi pada saham preferen memerlukan strategi yang matang untuk dapat memberikan hasil yang optimal. Mengingat instrumen ini lebih cocok untuk tujuan pendapatan stabil daripada pertumbuhan agresif, perencanaan yang cermat menjadi kunci utama dalam memaksimalkan potensi saham preferen di portofolio Anda.

Berikut adalah beberapa strategi investasi saham preferen yang dapat Anda terapkan:

a. Menyesuaikan dengan Tujuan Keuangan

Saham preferen adalah pilihan ideal bagi investor yang secara khusus menargetkan pendapatan rutin dan stabil dari investasi mereka. Penting bagi investor untuk menetapkan tujuan keuangan sejak awal agar alokasi dana dapat dilakukan dengan lebih tepat sasaran. Strategi ini membantu menjaga konsistensi hasil investasi dan mencapai target pendapatan yang diinginkan.

b. Menganalisis Struktur dan Ketentuan Dividen

Sebelum berinvestasi, investor harus memahami secara mendalam jenis saham preferen yang akan dipilih, termasuk skema pembayaran dividennya (kumulatif atau non-kumulatif). Ketentuan ini memiliki pengaruh langsung terhadap pendapatan yang akan diterima. Analisis yang cermat sejak awal dapat secara signifikan mengurangi risiko ketidakpastian pendapatan di masa depan.

c. Melakukan Diversifikasi Portofolio

Saham preferen sebaiknya tidak menjadi satu-satunya instrumen dalam portofolio investasi Anda. Mengombinasikannya dengan aset lain seperti saham biasa atau obligasi akan sangat membantu dalam menurunkan risiko keseluruhan portofolio. Diversifikasi yang efektif juga meningkatkan ketahanan investasi Anda terhadap gejolak pasar dan volatilitas yang tidak terduga.

d. Memantau Perubahan Suku Bunga

Perubahan suku bunga acuan sangat memengaruhi nilai dan daya tarik saham preferen. Investor perlu secara aktif mengikuti kebijakan moneter yang berlaku, karena informasi ini krusial dalam menentukan waktu yang tepat untuk masuk atau keluar dari investasi saham preferen. Kenaikan suku bunga dapat menekan harga saham preferen di pasar.

e. Memilih Emiten dengan Fundamental Kuat

Investasi pada perusahaan dengan kondisi keuangan yang sehat dan fundamental yang kuat adalah esensial. Emiten semacam ini lebih mampu membayar dividen secara konsisten dan sesuai jadwal, serta memiliki risiko gagal bayar yang lebih kecil. Faktor kualitas emiten ini sangat krusial dalam menjaga stabilitas dan keamanan investasi saham preferen Anda.

Dengan menerapkan strategi yang tepat, saham preferen dapat memberikan manfaat maksimal sebagai penyeimbang portofolio. Instrumen ini sangat efektif dalam menjaga stabilitas investasi, terutama bagi investor yang memprioritaskan keamanan modal dan pendapatan rutin dalam jangka menengah hingga panjang, di tengah kondisi pasar yang seringkali fluktuatif.

Memahami secara menyeluruh apa itu saham preferen, dari definisi hingga strategi investasinya, adalah kunci bagi investor untuk menyusun portofolio yang selaras dengan profil risiko dan tujuan keuangan mereka. Dengan karakteristiknya yang menawarkan stabilitas dan pendapatan dividen yang relatif terprediksi, saham preferen dapat menjadi pilihan strategis yang menarik untuk menjaga keseimbangan dan kekuatan portofolio investasi Anda. Instrumen ini ideal untuk dimanfaatkan sebagai penopang investasi jangka menengah hingga panjang, terutama saat menghadapi dinamika pasar yang tidak menentu.

6 Perbedaan Saham Biasa dan Saham Preferen, Pelajari yuk! 10 Aplikasi Saham Terbaik di Indonesia untuk Pemula dan Aman Apa Itu Free float Saham? Ini Pengertian, Dampak, dan Rumusnya

Advertisements