Mahkamah Agung Venezuela pada hari Sabtu mengeluarkan putusan krusial, menunjuk Wakil Presiden Delcy Rodríguez sebagai presiden sementara negara itu. Keputusan penting ini diambil menyusul ketidakhadiran Presiden Nicolás Maduro, yang dilaporkan ditangkap oleh Amerika Serikat, memastikan kelangsungan kepemimpinan di tengah gejolak politik.
Menurut putusan Mahkamah Agung Venezuela yang dikutip dari Reuters pada Minggu (4/1), penunjukan ini bertujuan utama untuk “menjamin kesinambungan administrasi dan pertahanan komprehensif negara.” Langkah ini menggarisbawahi upaya pemerintah untuk mempertahankan stabilitas di tengah kondisi yang tidak menentu.
Lebih lanjut, putusan tersebut juga menekankan bahwa pengadilan akan secara mendalam membahas kerangka hukum yang berlaku. Tujuannya adalah untuk secara teguh menjamin kesinambungan fungsi negara dan mempertahankan kedaulatan nasional Venezuela dari setiap potensi ancaman.
Di tengah perkembangan ini, sejumlah sumber internal pemerintahan Venezuela mengindikasikan bahwa Delcy Rodríguez saat ini berada di Moskow, diduga untuk pertemuan penting dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Namun, informasi tersebut langsung dibantah oleh Kementerian Luar Negeri Rusia, menambah lapisan misteri pada keberadaan sang wakil presiden.
Profil Delcy Rodriguez
Delcy Rodríguez, seorang politikus berpengalaman yang lahir di Caracas pada 18 Mei 1969, menempuh pendidikan hukum di Universitas Pusat Venezuela. Karirnya yang panjang dalam kancah politik Venezuela tak lepas dari afiliasinya dengan gerakan Chavismo. Dikutip dari CNN, ia telah menjadi pendukung setia ideologi ini selama lebih dari dua dekade. Chavismo sendiri adalah sebuah gerakan politik yang berakar pada pemikiran mendiang pemimpin Venezuela, Hugo Chavez, dan diteruskan oleh Nicolás Maduro setelah wafatnya Chavez pada tahun 2013.
Selama era kepemimpinan Chavez dan kemudian Maduro, Delcy Rodríguez telah memegang sejumlah jabatan penting dalam pemerintahan. Ia sempat menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informasi dari tahun 2013 hingga 2014, sebelum kemudian ditunjuk sebagai Menteri Luar Negeri yang bertugas hingga tahun 2017.
Puncak karir politiknya di tahun-tahun tersebut adalah saat Rodríguez dipercaya memimpin Majelis Konstituen Nasional pada tahun 2017. Lembaga ini memainkan peran krusial dalam memperluas kekuasaan pemerintahan Maduro, sebuah langkah strategis yang diambil meskipun oposisi berhasil memenangkan pemilihan legislatif pada tahun 2015.
Setahun berselang, tepatnya pada tahun 2018, Nicolás Maduro menunjuk Delcy Rodríguez sebagai wakil presidennya. Hingga momen penangkapan Maduro, Rodríguez juga mengemban tanggung jawab ganda, yaitu sebagai Wakil Presiden sekaligus Menteri Perminyakan Venezuela, sebuah posisi strategis yang sangat vital bagi perekonomian negara.