Sumut tak lagi berstatus tanggap darurat bencana, masuk tahap transisi

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan bahwa sejumlah wilayah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat kini telah memasuki fase transisi darurat bencana. Perkembangan signifikan ini menandai langkah maju dalam pemulihan pascabencana, terutama bagi Sumatra Utara yang kini dilaporkan tidak lagi memiliki kabupaten atau kota berstatus tanggap darurat.

Advertisements

Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa total 14 kabupaten dan kota di ketiga provinsi tersebut telah beralih ke masa transisi darurat. Hal ini menyusul berakhirnya masa tanggap darurat bencana di dua daerah. “Provinsi Sumatra Utara saat ini sudah dalam status transisi darurat,” tegas Muhari dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, Minggu (4/1), sebagaimana dikutip dari Antara.

Sementara itu, situasi di Aceh menunjukkan adanya dinamika yang berbeda; sepuluh daerah masih harus memperpanjang status tanggap darurat mereka. Di sisi lain, delapan daerah lainnya di Aceh sudah memulai tahapan transisi darurat, menunjukkan progres pemulihan di beberapa wilayah.

Untuk wilayah Sumatra Barat, status tanggap darurat masih diberlakukan dan diperpanjang di Kabupaten Agam. Keputusan ini diambil mengingat hingga tiga hari sebelum pengumuman, masih terjadi bencana longsor susulan di kabupaten tersebut. Muhari juga menambahkan, “Selain Kabupaten Agam, sudah tidak ada kabupaten/kota yang dalam status tanggap darurat di Sumatra Barat.”

Advertisements

Dalam kesempatan yang sama, BNPB juga memperbarui data terbaru mengenai jumlah korban bencana banjir di Sumatra. Menurut Abdul Muhari, jumlah korban meninggal dunia bertambah sepuluh orang pada hari ini, sehingga total keseluruhan mencapai 1.177 jiwa.

Penambahan korban jiwa tersebut berasal dari beberapa daerah: lima orang dari Kabupaten Tapanuli Selatan, tiga orang dari Kabupaten Aceh Utara, serta dua orang dilaporkan meninggal dunia di Sumatra Barat. Selain itu, BNPB melaporkan bahwa 148 orang masih dinyatakan hilang akibat bencana alam ini, dengan adanya pengurangan data korban hilang sebanyak 17 orang pada hari ini. Adapun total jumlah pengungsi yang terdampak oleh bencana ini mencapai 242.174 orang.

Advertisements