Semangat gotong royong yang membara terpancar dari Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTSS) Yaspendi di Aceh Tamiang, ketika para siswanya bahu-membahu bersama anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) membersihkan ruang-ruang kelas yang porak-poranda akibat banjir. Berlokasi strategis di Jalan Pekan Sungai Iyu, Desa Sungai Iyu, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, upaya pemulihan ini menunjukkan sinergi kuat antara generasi muda dan aparat dalam menghadapi dampak bencana alam.
Suasana kebersamaan dan antusiasme terlihat jelas dalam aksi pembersihan ini. Sebuah video yang beredar luas bahkan menunjukkan para siswa MTSS Yaspendi begitu antusias dalam membersihkan salah satu ruang kelas, seperti dikutip dari keterangan tertulis Badan Komunikasi Pemerintah, Minggu (11/1). Dengan sigap, mereka saling bergantian memindahkan tumpukan buku pelajaran yang basah dari rak-rak yang telah lapuk akibat lama terendam banjir. Di sudut lain, dua personel TNI turut aktif mengeruk lapisan lumpur tebal yang masih menutupi lantai kelas, sementara anggota TNI lainnya sigap menyiapkan gerobak dorong roda tiga untuk mengangkut sampah dan sisa material banjir demi mempercepat proses pembersihan.
Kehadiran para siswa bukan sekadar partisipasi, melainkan wujud nyata kesukarelaan mereka untuk membantu para prajurit TNI. Tujuan utamanya jelas: mempercepat pemulihan lingkungan sekolah yang vital ini, agar kegiatan belajar mengajar (KBM) dapat segera kembali berjalan normal dan para siswa tidak lagi kehilangan waktu berharga di bangku sekolah.
Perlu diketahui, Kecamatan Bendahara di Aceh Tamiang dilanda banjir hebat pada akhir November lalu, yang meninggalkan jejak kerusakan signifikan. Sejumlah fasilitas pendidikan, termasuk MTSS Yaspendi, terdampak parah dan bahkan terendam banjir dalam waktu cukup lama. Kondisi ini secara otomatis memaksa aktivitas belajar mengajar sempat terhenti, menimbulkan kekhawatiran akan tertundanya pendidikan bagi ribuan siswa.
Namun, semangat tak menyerah. Seiring dengan surutnya genangan air, upaya pembersihan dan pemulihan sekolah pun dilakukan secara bertahap. Ini merupakan sebuah gerakan kolektif yang melibatkan berbagai pihak: mulai dari TNI, para guru, siswa itu sendiri, hingga masyarakat sekitar. Kolaborasi masif ini adalah langkah strategis yang diambil untuk mempercepat pemulihan sarana pendidikan pascabencana, memastikan masa depan generasi muda tidak terganggu lebih lama.
Menariknya, di tengah proses pembersihan dan perbaikan yang masih berlangsung di sebagian ruang kelas, para siswa dan guru MTSS Yaspendi telah menunjukkan ketangguhan luar biasa. Mereka sudah kembali ke sekolah sejak Senin (4/1) lalu, untuk memulai kegiatan belajar mengajar secara bertahap. Ini menandakan komitmen kuat mereka terhadap pendidikan, meskipun dalam kondisi yang belum sepenuhnya pulih dan ideal.
Seperti yang ditekankan dalam keterangan resmi tersebut, gotong royong luar biasa antara siswa dan TNI ini memegang peranan vital. Ini bukan hanya sekadar upaya fisik untuk membersihkan, melainkan bagian penting dari pemulihan sektor pendidikan di Aceh Tamiang. Lebih jauh lagi, aksi ini berhasil menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian yang mendalam di tengah masyarakat pascabencana, mengukir kisah inspiratif tentang resiliensi dan solidaritas yang patut dicontoh.