Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah mengumumkan kabar penting terkait proyek yang telah lama terbengkalai. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan dana sebesar Rp 100 miliar untuk menuntaskan masalah tiang-tiang monorel yang mangkrak di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan. Dana fantastis ini, menurut Pramono, tidak hanya dialokasikan untuk pembongkaran, melainkan juga mencakup perbaikan dan penataan jalan secara menyeluruh, termasuk merapikan trotoar di area tersebut.
Pramono Anung menegaskan bahwa angka tersebut menunjukkan komitmen serius dalam mempercantik kota. “Jadi bukan hanya bongkar, kalau bongkar kecil bangetlah,” ujarnya saat ditemui di TPU Karet Bivak, Jakarta, Minggu (11/1). Pernyataan ini sekaligus menandakan bahwa proyek ini memiliki cakupan yang lebih luas demi kenyamanan dan estetika Ibu Kota.
Proses pembongkaran tiang-tiang beton monorel tersebut dijadwalkan akan dimulai pada Rabu (14/1) mendatang. Kegiatan ini menjadi salah satu prioritas utama, sesuai dengan permintaan dari gubernur terdahulu, Sutiyoso, yang akrab disapa Bang Yos. Keinginan Bang Yos agar proyek mangkrak ini diselesaikan menunjukkan adanya beban moral yang ingin diangkat.
Bahkan, Pramono berencana secara khusus mengundang Bang Yos untuk hadir menyaksikan langsung proses pembongkaran tersebut. Hal ini bukan tanpa alasan, mengingat pembangunan tiang-tiang monorel ikonik itu dimulai pada masa kepemimpinan Bang Yos di Jakarta. Dengan demikian, diharapkan kehadiran Bang Yos dapat menjadi penanda berakhirnya saga monorel yang berlarut-larut.
“Saya berharap Bang Yos bisa lebih nyenyak tidurnya karena monorel menjadi beban pribadi beliau. Maka, nanti minggu depan ini saya akan undang Bang Yos untuk hadir supaya monorel itu kita bersihkan jalannya, kita rapikan,” tutur Pramono, menunjukkan empati dan keinginan untuk menuntaskan warisan masa lalu demi Bang Yos dan juga warga Jakarta.
Sebagai kilas balik, pembangunan fondasi beton monorel di Rasuna Said, Jakarta, sebenarnya telah dimulai sejak tahun 2004, di era Gubernur DKI Sutiyoso. Proyek ambisius ini diresmikan langsung oleh Presiden Megawati Soekarnoputri, dengan harapan besar akan menjadi solusi ampuh untuk mengatasi kemacetan lalu lintas Jakarta yang kian parah. Namun, harapan itu pupus ketika pembangunan terhenti pada tahun 2007, akibat permasalahan pendanaan dan sengketa aset yang belum terselesaikan.
Proyek ini sempat kembali mendapat angin segar pada era Gubernur Jokowi di tahun 2013, namun lagi-lagi kandas karena sengketa antarperusahaan yang tak menemukan titik terang. Kini, setelah bertahun-tahun meninggalkan tiang-tiang beton sebagai monumen proyek mangkrak, di bawah kepemimpinan Pramono Anung, tiang-tiang ini akhirnya akan dibongkar demi penataan kota Jakarta yang lebih baik dan rapi.