IHSG sesi I hari ini (12/1) menguat 0,13%, saham konglomerat beterbangan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi I perdagangan hari Senin, 12 Januari 2026, dengan penguatan yang tipis. Kendati demikian, sorotan utama tertuju pada performa saham-saham terafiliasi konglomerat terkemuka di Tanah Air yang justru membukukan kenaikan signifikan, memikat perhatian para investor.

Advertisements

Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa selama tiga jam pertama perdagangan, IHSG bergerak fluktuatif dalam rentang 8.941,72 hingga 9.000,97. Meskipun sempat menyentuh level psikologis 9.000, indeks acuan ini pada akhirnya ditutup pada posisi 8.947,96, merefleksikan penguatan terbatas sebesar 0,13%.

Di antara jajaran konglomerat, Grup MNC milik Hary Tanoesoedibjo menunjukkan performa yang paling mencolok dengan mayoritas sahamnya kompak menguat. Kinerja paling impresif dibukukan oleh PT MNC Tourism Indonesia Tbk. (KPIG) yang melesat 24,11%. Disusul oleh PT MNC Digital Entertainment Tbk. (MSIN) dengan kenaikan 7,18%, dan PT Media Nusantara Citra Tbk. (MNCN) yang menguat 2,78%.

Tren positif ini juga merambat ke emiten lain di bawah payung MNC Group, termasuk PT Bank MNC Internasional Tbk. (BABP) yang naik 4,76%, PT MNC Kapital Indonesia Tbk. (BCAP) menguat 3,17%, serta PT Global Mediacom Tbk. (BMTR) yang terapresiasi 5,2%.

Advertisements

Kinerja serupa juga terpancar dari saham-saham terafiliasi konglomerat Aburizal Bakrie. PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk. (UNSP) melonjak 9,83%, diikuti oleh PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) dengan penguatan 3,66%. Sementara itu, PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) naik tipis 1,23%, dan PT Bakrieland Development Tbk. (ELTY) turut menguat signifikan sebesar 9,33%.

Tidak ketinggalan, saham-saham di bawah kendali Garibaldi Thohir juga menunjukkan geliat positif. PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) memimpin dengan kenaikan 10,29%, sementara PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) membukukan penguatan 3,81%, dan PT ESSA Industries Indonesia Tbk. (ESSA) terapresiasi 1,61%.

Emiten lain dalam portofolio Garibaldi Thohir, seperti PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA), juga mencatatkan penguatan 1,54%, serta PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) yang melaju 5,19%.

Berbeda dengan para konglomerat sebelumnya, Anthoni Salim hanya mencatatkan kenaikan harga saham yang sangat tipis pada emiten-emitennnya. PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) hanya menguat 0,38%, PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) naik 1,01%, dan PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) hanya terapresiasi 0,3%.

Pemandangan kontras justru terlihat dari saham-saham milik Prajogo Pangestu yang cenderung mengalami pelemahan. Koreksi paling dalam dicatat oleh PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) yang anjlok 4%. Disusul oleh PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang terkoreksi 3,55%, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) melemah 1,58%, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) turun 2,23%.

Selain itu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) dan PT Petrosea Tbk. (PTRO) juga tidak luput dari tekanan jual, masing-masing melemah 2,99% dan 1,24%.

Menyongsong sesi II perdagangan, Analis Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi menembus level 9.000. Secara teknikal, indikator histogram positif pada Relative MACD terpantau mengecil, sementara Stochastic RSI menunjukkan posisi overbought.

“Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, kami memperkirakan IHSG berpeluang bergerak dalam rentang 8.900–9.000 pada perdagangan sesi II hari ini,” ujar analis Phintraco Sekuritas, Senin (12/1/2026).

Disclaimer: Artikel ini disajikan murni sebagai informasi dan tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual instrumen investasi. Keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas potensi kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi yang diambil berdasarkan informasi ini.

Advertisements