Awali tahun 2026 dengan kabar menggembirakan, PT Pertamina EP (PEP) Papua Field berhasil mencatatkan kinerja gemilang. Sumur pengembangan Salawati SLW-C4X menunjukkan performa produksi yang jauh melampaui target awal, memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan produksi di lapangan migas vital ini. Berlokasi strategis di Formasi Kais, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, capaian ini menegaskan potensi besar kawasan tersebut dalam mendukung ketahanan energi nasional.
Perjalanan sumur SLW-C4X dimulai sejak ditajak pada 2 November 2025, menggunakan Rig PDSI #11.2/N80B-M yang canggih. Hanya dalam waktu singkat, tepatnya pada 15 Desember 2025, sumur ini berhasil mencapai produksi perdana (onstream) dengan capaian awal yang impresif, yaitu sebesar 1.094 barel minyak per hari (BOPD). Angka ini sudah menjadi indikasi awal keberhasilan yang menjanjikan.
Sejak saat itu, kinerja produksi sumur SLW-C4X menunjukkan tren peningkatan yang konsisten dan luar biasa. Dampaknya langsung terasa pada total produksi lapangan Pertamina EP Papua Field secara keseluruhan. Pada 16 Desember 2025, produksi lapangan tercatat sebesar 1.535 BOPD, kemudian melonjak signifikan menjadi 1.800 BOPD pada 29 Desember 2025. Puncaknya terjadi pada 15 Januari 2026, ketika total produksi lapangan sukses menembus angka psikologis 2.007 BOPD, menandai tonggak sejarah baru.
General Manager Zona 14 Regional Indonesia Timur, Dadang Soewargono, menyampaikan bahwa pencapaian gemilang ini adalah buah dari kerja teknis yang solid dan dedikasi tinggi seluruh tim di lapangan. “Keberhasilan produksi sumur SLW-C4X menjadi bukti nyata komitmen Pertamina EP dalam memperkuat ketahanan energi nasional,” tegas Dadang, menggarisbawahi pentingnya inovasi dan keahlian sumber daya manusia dalam industri hulu migas.
Capaian ini tak hanya membanggakan, tetapi juga menjadi penanda potensi besar di wilayah timur Indonesia.
Baca juga:
- RDMP Balikpapan: Kilang Terbesar Pertamina Penghasil BBM Standar Euro 5
- Proyek Terintegrasi Kilang Balikpapan Pertamina Dukung Distribusi Energi
- Program Pertapreneur Aggregator Pertamina Tingkatkan Daya Saing UMKM
“Keberhasilan sumur SLW-C4X di Formasi Kais ini merupakan kado awal tahun yang membanggakan. Produksi yang saat ini melampaui 2.000 barel per hari menunjukkan potensi besar lapangan di kawasan Indonesia Timur,” lanjut Dadang dalam keterangan tertulisnya, dikutip Senin (19/1).
Dadang menambahkan, seluruh kegiatan operasi hulu migas senantiasa dijalankan dengan menjunjung tinggi aspek keselamatan, perlindungan lingkungan, dan tata kelola perusahaan yang baik. Penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dilakukan secara konsisten, memastikan setiap operasional berjalan aman, selamat, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku serta standar keberlanjutan global.
Lebih lanjut, apresiasi khusus turut disampaikan kepada SKK Migas, pemerintah daerah, serta seluruh masyarakat adat atas dukungan tak tergantikan terhadap kegiatan operasional perusahaan. Sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak ini dinilai berperan krusial dalam menyukseskan peningkatan produksi di Papua Field.
Ke depan, Pertamina EP Papua Field optimis keberhasilan sumur SLW-C4X ini akan menjadi momentum dan pemicu untuk melanjutkan pengeboran sumur-sumur pengembangan berikutnya. Salah satu sumur yang saat ini tengah dibor adalah Salawati SLW-E6X, yang diharapkan dapat kembali memperkuat dan meningkatkan kinerja produksi minyak di lapangan tersebut secara berkelanjutan.