
Babaumma – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi telah mengonfirmasi bahwa Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, yang juga dikenal sebagai Tommy, masuk dalam daftar kandidat kuat untuk posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Kabar ini menguat seiring dengan santernya informasi mengenai Thomas Djiwandono, keponakan Presiden Prabowo Subianto, yang diproyeksikan akan mengisi jajaran penting di bank sentral tersebut.
Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa Thomas Djiwandono adalah salah satu dari beberapa nama yang diusulkan untuk menggantikan Deputi Gubernur BI Juda Agung yang telah mengundurkan diri. “Ada beberapa nama yang dikirimkan, salah satunya memang betul ada nama yang kita usulkan adalah Pak Wamenkeu atas nama Pak Tommy Djiwandono,” ungkap Prasetyo kepada awak media di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin (19/1).
Lebih lanjut, Mensesneg menyampaikan bahwa terdapat tiga nama yang masuk dalam bursa pemilihan Deputi Gubernur BI. Namun, ia mengaku tidak mengingat semua nama tersebut secara rinci. “Tiga nama. Nanti aku cek ya, gak hafal semua,” tambahnya sambil tersenyum.
Sebelum namanya mencuat dalam bursa calon Deputi Gubernur BI, Thomas Djiwandono pernah dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Wakil Menteri Keuangan pada Kamis (18/7/2024). Pelantikan tersebut merupakan bagian dari perombakan kabinet yang juga melibatkan pengangkatan Sudaryono sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) dan Yuliot Tanjung sebagai Wakil Menteri Investasi.
Dalam upacara pelantikan yang berlangsung khidmat, Presiden Jokowi memimpin pembacaan sumpah jabatan bagi para wakil menteri baru tersebut. “Saya bersumpah. Bahwa saya, akan setia kepada UUD Negara RI tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara,” ucap Presiden Jokowi yang diikuti oleh Thomas Djiwandono, Sudaryono, dan Yuliot Tanjung.
Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi menekankan pentingnya menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya dan penuh rasa tanggung jawab, seraya menjunjung tinggi etika jabatan. Pesan ini disampaikan kepada ketiga wakil menteri baru tersebut agar dapat berkontribusi optimal bagi bangsa dan negara.
Pelantikan ini sendiri dilaksanakan pada sisa masa jabatan pemerintahan Presiden Jokowi dan Wapres Ma’ruf Amin, mengingat masa tugas Presiden Jokowi sebagai kepala negara dua periode akan berakhir pada Oktober 2024.