Menilik sederet emiten kendaraan listrik: Ada VKTR, TRON, INDY hingga GOTO

Meskipun berbagai insentif pajak untuk kendaraan listrik (EV) di Indonesia telah berakhir, sektor ini justru semakin menarik perhatian para emiten. Sejumlah perusahaan di pasar modal aktif menggarap lini bisnis kendaraan listrik, bahkan ada yang semakin serius setelah stimulus fiskal dihentikan. Berakhirnya insentif seperti penundaan bea masuk impor dan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) diperkirakan dapat memicu kenaikan harga mobil listrik hingga 100%. Namun, optimisme pemerintah tetap tinggi, memproyeksikan peningkatan kontribusi penjualan kendaraan listrik hingga tahun 2026, ditopang oleh stimulus yang masih bertahan seperti keringanan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama (BBN), dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

Advertisements

Fenomena ini terlihat jelas di kalangan emiten, di mana beberapa nama besar justru tancap gas mengembangkan atau memperluas bisnis kendaraan listrik. Emiten-emiten yang patut dicermati dalam dinamika pasar EV ini meliputi PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk (TRON), serta PT Indika Energy Tbk (INDY).

Di lini kendaraan komersial listrik, emiten grup Bakrie, VKTR, tampil sebagai pemain kunci. Berawal dari PT Bakrie Steel Industries yang berdiri tahun 2007 sebagai distributor kendaraan dan komponen, perusahaan ini bertransformasi menjadi PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk pada Maret 2022, menandai komitmennya terhadap mobilitas rendah emisi. Fokusnya mencakup pengembangan, perakitan, dan distribusi suku cadang untuk kendaraan listrik komersial. Untuk memperkuat kapasitas produksi dalam negeri, VKTR melalui anak perusahaannya, PT VKTR Sakti Industries (VKTS), telah membangun fasilitas perakitan kendaraan listrik berbasis completely knocked down (CKD) di Magelang, Jawa Tengah. Fasilitas ini berfungsi sebagai pusat alih teknologi, riset, pengembangan, dan perakitan untuk merek global terkemuka seperti BYD. Salah satu pencapaian terbarunya adalah memenangkan tender pengadaan 80 unit bus listrik TransJakarta, dengan 50 unit sudah terkirim tahun ini dan sisanya dijadwalkan selesai awal 2026. Direktur Operasional VKTR, Bimo Kurniatmoko, menegaskan dukungan perusahaan terhadap inisiatif Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperluas armada kendaraan listrik. Manajemen VKTR optimistis bahwa tahun 2026 akan menjadi periode pertumbuhan yang solid, didorong oleh lonjakan volume penjualan kendaraan listrik dan stabilnya performa segmen manufaktur suku cadang.

Beralih ke segmen roda dua, kemitraan strategis antara PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) melahirkan Electrum pada tahun 2021. Perusahaan patungan ini fokus pada pengembangan ekosistem motor listrik yang terintegrasi, mencakup desain battery pack, sistem penukaran baterai, stasiun swap, produksi motor listrik itu sendiri, hingga integrasi sistem Internet of Things (IoT). Pada tahun 2024, Electrum berhasil meluncurkan dua model motor listrik, Electrum H3 dan H3i, dilengkapi dengan stasiun penukaran baterai berkapasitas 12 slot. Pencapaiannya cukup signifikan; hingga akhir tahun yang sama, Electrum telah mengoperasikan sekitar 4.000 unit motor listrik dan 300 stasiun penukaran baterai di wilayah Jakarta. Melanjutkan ekspansinya, Electrum memperkenalkan model H1 dengan skema sewa milik pada tahun 2025, sekaligus mencatatkan lebih dari 8 juta kali penukaran baterai, menunjukkan penerimaan pasar yang kuat.

Advertisements

Tak kalah agresif, PT Indika Energy Tbk (INDY) turut meramaikan pasar kendaraan listrik roda dua melalui anak usahanya. INDY memperkenalkan motor listrik ALVA One pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022, menandai langkah seriusnya di segmen ini. Lebih lanjut, pembangunan pabrik sepeda motor listrik di bawah PT Electra Mobilitas Indonesia (EMI) dengan kapasitas produksi 100.000 unit per tahun telah berhasil dirampungkan pada November 2022. Di bawah naungan PT Ilectra Motor Group (IMG), merek ALVA berkomitmen penuh pada pengembangan kendaraan listrik roda dua dan penyediaan solusi transportasi berkelanjutan. Guna mempercepat adopsi EV, ALVA telah membuka experience center di kota-kota besar seperti Jakarta, Bali, Bandung, Surabaya, dan Semarang. Keunggulan ALVA diperkuat dengan pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) serta sertifikasi ISO 9001 dan ISO 14001, menegaskan kualitas dan komitmennya terhadap standar nasional maupun internasional.

Perkembangan terbaru datang dari TRON, yang juga melakukan diversifikasi bisnis dengan merambah ekosistem kendaraan listrik. Perseroan berencana menambah dua kegiatan usaha baru, yaitu pengoperasian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU). Langkah strategis ini, menurut manajemen TRON, bertujuan untuk memperluas portofolio bisnis, menangkap peluang pertumbuhan di pasar EV, serta memperkuat sinergi dengan lini usaha perseroan di sektor teknologi transportasi dan inovasi digital. Rencana ekspansi ini akan diajukan untuk persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 18 Februari mendatang. “Untuk memanfaatkan peluang pasar, persaingan, dan potensi pertumbuhan, perseroan membutuhkan penambahan aktivitas usaha selain kegiatan usaha utama,” demikian pernyataan manajemen TRON dalam keterbukaan informasi BEI.

Advertisements