Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa secara resmi melantik 27 pejabat pimpinan tinggi pratama atau setingkat eselon II di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada Rabu, 28 Januari. Pelantikan ini menandai langkah strategis Kemenkeu dalam memperkuat jajaran kepemimpinannya untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi nasional dan global.
Dari total 27 pejabat yang dilantik, 22 di antaranya berasal dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), menunjukkan fokus yang signifikan pada sektor ini. Sementara itu, tiga pejabat baru mengisi posisi di Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB), satu di Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), dan satu di Direktorat Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (DJSPSK), melengkapi komposisi pimpinan strategis Kemenkeu.
Dalam arahannya, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menekankan urgensi perumusan kebijakan fiskal yang presisi dan efektif. Tujuannya adalah untuk secara konsisten mendorong pertumbuhan permintaan dalam negeri, yang disebutnya sebagai pilar utama dalam mewujudkan visi “Indonesia Maju”. Purbaya menjelaskan, langkah ini menjadi krusial di tengah turbulensi dan dinamika geopolitik global yang penuh tantangan, membutuhkan respons kebijakan yang adaptif dan proaktif.
Lebih lanjut, Purbaya secara tegas mengamanatkan bahwa seluruh jajaran Kementerian Keuangan, khususnya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), harus berdiri di garis terdepan. Mereka bertanggung jawab penuh dalam melindungi pasar domestik dari praktik persaingan yang tidak sehat, terutama yang berasal dari perusahaan-perusahaan luar negeri yang beroperasi dan bersaing secara tidak adil. Menurut Purbaya, permintaan domestik yang besar di Indonesia harus dijaga dan didorong melalui kebijakan fiskal yang strategis, bukan justru tergerus oleh praktik ilegal.
Menkeu Purbaya menggarisbawahi dampak serius dari praktik ilegal ini dengan menyatakan, “Utamanya lagi domestic demand, kalau kita dorong pertumbuhannya tepat, tapi kalau banyak barang selundupan, domestic demand-nya yang menguasai perusahaan-perusahaan dari luar negeri yang bersaing secara tidak fair, karena masuknya ilegal, sehingga perusahaan-perusahaan dalam negeri tidak mempunyai ruang untuk bersaing secara fair.” Pernyataan ini menegaskan perlunya tindakan tegas untuk menciptakan iklim usaha yang adil bagi pelaku ekonomi di dalam negeri.
Baca juga:
- Purbaya dan Airlangga Jelaskan Faktor IHSG Anjlok 8%, Minta Investor Tak Panik
- Purbaya: Ketidakpastian Ekonomi Naik Dibayangi Kerentanan Rantai Pasok Global
- Purbaya Ungkap Juda Agung Calon Kuat Pengganti Thomas Djiwandono
Berikut adalah rincian lengkap 27 pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada hari ini, beserta posisi baru mereka:
1. Gatot Sugeng Wibowo, sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
2. Imik Eko Putro, sebagai Direktur Teknis Kepabeanan
3. Susila Brata, sebagai Direktur Fasilitas Kepabeanan
4. Djaka Kusmartata, sebagai Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai
5. R. Fadjar Donny Tjahjadi, sebagai Direktur Keberatan Banding dan Peraturan
6. Akhmad Rofiq, sebagai Direktur Kepatuhan Internal
7. Priyono Triatmojo, sebagai Direktur Penindakan dan Penyidikan
8. Parjiya, sebagai Tenaga Pengkaji Bidang Pengembangan Kapasitas dan Kinerja Organisasi
9 Dwijo Muryono, sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Riau
10. Sodikin, sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Khusus Kepulauan Riau
11. Agus Sudarmadi, sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sumatera Bagian Timur
12 Rizal, sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sumatera Bagian Barat
13. Hendri Darnadi, sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jakarta
14. Agus Yulianto, sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta
15. Muhamad Lukman, sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Timur II
16. Iyan Rubiyanto, sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur
17. Budi Harjanto, sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Barat
18. Bagus Nugroho Tamtomo Putro, sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Timur
19. Martha Octavia, sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Selatan
20. Encep Dudi Ginanjar, sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Khusus Papua
21. Adhang Noegroho Adhi, sebagai Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok
22. Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, sebagai Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta
Direktorat Jenderal Perbendaharaan
23. Agung Yulianta, sebagai Direktur Pengelolaan Kas Negara
24. Muhdi, sebagai Tenaga Pengkaji Bidang Perbendaharaan
25. Taukhid, sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara
26. Kusuma Santi Wahyuningsih, sebagai Tenaga Pengkaji Harmonisasi Kebijakan
Direktorat Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan
27. Ayu Sukorini, sebagai Direktur Stabilitas Sistem Keuangan dan Sinkronisasi Kebijakan Sektor Keuangan.