Babaumma – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan sebuah langkah penting terkait investasi Dana Pensiun (Dapen) dan Asuransi di pasar saham. Ia mengumumkan bahwa kenaikan batas investasi hingga 20 persen pada tahap awal hanya akan diizinkan untuk penempatan dana pada saham-saham yang terdaftar dalam indeks LQ45. Kebijakan ini diambil sebagai upaya strategis untuk memastikan keamanan dan kualitas investasi jangka panjang.
Purbaya menjelaskan bahwa pembatasan investasi pada saham LQ45 merupakan strategi mitigasi risiko yang cermat dan terarah. Tujuannya adalah agar dana jangka panjang tersebut dialokasikan pada aset-aset yang dikenal memiliki likuiditas tinggi serta didukung oleh fundamental perusahaan yang kuat. “Kami akan membatasi kenaikan limit investasi Dapen dan Asuransi ini hanya untuk saham-saham LQ45 di tahap pertama,” ungkap Purbaya saat ditemui di Wisma Danantara, Jakarta, pada Jumat (30/1).
Pemilihan indeks LQ45 sendiri didasari oleh karakteristiknya sebagai kumpulan saham unggulan dengan likuiditas superior dan fundamental yang solid. Hal ini diharapkan dapat menjaga stabilitas investasi meskipun pasar mengalami fluktuasi. Purbaya menambahkan, “Meskipun indeks bisa mengalami naik-turun, namun seharusnya masih dapat dikendalikan dengan baik,” menyoroti ketahanan yang ditawarkan oleh saham-saham berkualitas tinggi.
Namun demikian, Purbaya melayangkan peringatan keras kepada lembaga Dapen dan Asuransi agar tidak mengulangi praktik keliru di masa lalu, yaitu terlibat dalam aktivitas penggorengan saham. Praktik semacam ini, yang merugikan banyak pihak, harus dihindari demi menjaga integritas pasar dan kepercayaan publik terhadap lembaga keuangan.
Ia mengungkapkan adanya kasus beberapa tahun sebelumnya, di mana dana pensiun dan asuransi justru terjerumus ke dalam investasi saham-saham berkapitalisasi kecil. Saham-saham ini rentan dimanipulasi oleh oknum tidak bertanggung jawab, yang pada akhirnya berujung pada kerugian signifikan bagi para investor. “Risikonya itu kalau mereka ikut goreng saham-saham goreng-gorengan, dimanipulasi. Itu adalah kejahatan di masa lalu, di mana mereka ikut bersekongkol dengan oknum di luar,” tegasnya dengan nada serius.
Menurut Purbaya, kerugian historis tersebut muncul karena jaminan investasi ditempatkan pada saham-saham yang kualitas dan likuiditasnya tidak jelas. Berbeda dengan saham spekulatif tersebut, investasi pada saham LQ45 diharapkan memberikan perlindungan yang lebih substansial. “Saham yang digoreng itu kan saham-saham kecil yang tidak jelas. Namun, jika investasi pada saham LQ45, nilai fundamentalnya seharusnya tetap terjaga. Walaupun ada pergerakan naik-turun, nilainya masih terkendali,” pungkas Purbaya, memberikan jaminan akan prospek investasi yang lebih sehat dan bertanggung jawab.