12 tim mahasiswa Indonesia kuasai podium Shell Eco-marathon 2026

Tim mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia berhasil mencatatkan dominasi yang mengagumkan di ajang Shell Eco-marathon Asia Pacific and Middle East 2026. Kompetisi bergengsi untuk kendaraan hemat energi ini digelar di sirkuit kelas dunia, Lusail International Circuit di Doha, Qatar, pada tanggal 21 hingga 25 Januari 2026, mempertemukan talenta-talenta muda dari seluruh kawasan.

Advertisements

Ajang Shell Eco-marathon bukan sekadar balapan kecepatan, melainkan sebuah platform krusial yang menantang inovator muda untuk menciptakan kendaraan dengan efisiensi energi tertinggi. Seperti yang diungkapkan melalui akun Instagram resmi Republik Indonesia @republikindonesia, kompetisi ini “menguji riset yang presisi, kreativitas desain, serta kerja sama tim lintas disiplin” dalam upaya menghasilkan kendaraan yang mampu melaju paling jauh dengan konsumsi energi seminimal mungkin.

Merujuk pada situs resmi Shell Eco-marathon, setiap tim peserta berkompetisi dalam dua kategori kendaraan utama. Kategori pertama adalah Urban Concept, di mana peserta merancang kendaraan roda empat yang menyerupai mobil konvensional dan praktis untuk penggunaan di jalan raya. Kategori kedua adalah Prototype, yang mendorong inovasi kendaraan sangat ringan, umumnya beroda tiga, dirancang khusus untuk mencapai efisiensi energi maksimal tanpa mengorbankan performa.

Lebih lanjut, dalam setiap kategori kendaraan tersebut, terdapat persaingan di tiga kelas energi berbeda. Ketiganya meliputi Internal Combustion Engine (mesin pembakaran internal yang menggunakan bahan bakar seperti bensin, diesel, atau etanol), Battery Electric (kendaraan listrik bertenaga baterai), dan Hydrogen Fuel Cell (sel bahan bakar hidrogen). Selain kompetisi efisiensi energi, Shell Eco-marathon tahun ini juga memperluas cakupannya dengan menggelar kompetisi desain dan uji kendaraan otomatis nirawak atau kendaraan otonom, menambah dimensi inovasi teknologi dalam ajang tersebut.

Advertisements

Partisipasi di Shell Eco-marathon Asia Pacific and Middle East 2026 sangat ketat, diikuti oleh 96 tim mahasiswa dari 16 negara. Di tengah persaingan global ini, kontingen Indonesia menorehkan prestasi gemilang dengan 12 tim mahasiswa berhasil menyabet gelar juara di lima kategori berbeda. Keberhasilan ini tidak hanya menunjukkan kualitas inovasi Indonesia, tetapi juga kemampuan adaptasi tim-tim terhadap berbagai tantangan teknis.

Pencapaian luar biasa lainnya adalah dinobatkannya empat tim mahasiswa Indonesia sebagai Global Championship Qualifiers. Mereka berhak melaju ke babak Global Championship Shell Eco-marathon, sebuah panggung tertinggi yang mewakili kawasan Asia Pasifik, membuktikan bahwa riset dan pengembangan kendaraan hemat energi di Indonesia berada di garis depan inovasi global.

Berikut adalah daftar lengkap tim-tim juara asal Indonesia yang telah mengharumkan nama bangsa di ajang Shell Eco-marathon Asia Pacific and Middle East 2026:

Kategori Prototype Internal Combustion Engine

  • Juara 1 SEMERU Team Kumbolo UM dari Universitas Negeri Malang
  • Juara 2 Antawirya Rondhan ICE dari Universitas Diponegoro
  • Juara 3 Bengawan Team dari Universitas Sebelas Maret

Prototype Hydrogen Fuel Cell

  • Juara 1 Appate62 dari Universitas Brawijaya
  • Juara 2 Antasena ITS Team dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Prototype Battery Electric

  • Juara 1 IMEI Team dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
  • Juara 2 Weimana Nagapasa dari Universitas Udayana
  • Juara 3 Semar Proto dari Universitas Gadjah Mada

Urban Concept Internal Combustion Engine

  • Juara 1 Garuda Eco dari Universitas Negeri Yogyakarta
  • Juara 2 ITS Team Sapuangin dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  • Juara 3 Semeru Team Akasa dari Universitas Negeri Malang

Urban Concept Hydrogen Fuel Cell

  • Juara 1 Semar Urban dari Universitas Gadjah Mada

Global Championship Qualifiers

  • Antasena ITS Team dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  • Apatte62 dari Universitas Brawijaya
  • SEMERU Team Kumbolo UM dari Universitas Negeri Malang
  • Antawirya Rondhan ICE dari Universitas Diponegoro

Advertisements